Sunday, October 25, 2020
Home News Enterprise Infinix Tunjuk ARM Untuk Produksi Smartphone di Indonesia

Infinix Tunjuk ARM Untuk Produksi Smartphone di Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Sejak pemberlakuan TKDN, Infinix menggandeng pabrik Satnusa untuk memproduksi smartphone 4G yang akan dipasarkan di Indonesia. Mulai tahun ini, vendor asal Hong Kong itu menambah satu partner OEM lagi, yakni ARM.

“Saat ini kami bermitra dengan Satnusa di Batam guna memenuhi permintaan pasar. Kami menambah pabrik baru, ARM, dibawah bendera Telesindo. ARM sudah memproduksi smartphone LG dan Blackberry dengan kualitas sangat baik,” kata Marcia Sun, SEA Regional Manager Infinix Mobile, saat ditemui Selular.ID usai acara peluncuran Infinix Zero 5 di Jakarta (25/1/2018).

ARM sendiri merupakan pabrik yang dioperasikan PT Adi Reka Mandiri dimana kepemilikannya dikuasai TiPhone dan perusahaan manufaktur elektronik asal Taiwan, Arima Communication Corporation.
Pabrik yang terletak di Delta Silikon, Cikarang itu menempati area seluas 7.000 meter persegi dan memiliki kapasitas enam lini produksi.

“Kami mulai pengapalan dari mereka (ARM) bulan depan. Produksi mereka fleksibel, bisa bertambah dan berkurang sesuai permintaan. Tapi saat ini sekitar 400.000 unit per bulan untuk total smartphone,” papar Marcia Sun.

Penunjukan pabrik kedua di Indonesia mengindikasikan penjualan smartphone Infinix yang cukup baik.

“(Memang) Kami tidak punya banyak model, tapi kuantitasnya besar karena permintaan yang tinggi, maka dari itu kami menambah pabrik,” ujarnya.

Ketika disinggung target penjualan dengan penambahan pabrik ini, Marcia menjawab tahun ini Infinix akan mengeluarkan 10 model.

“Di luar Zero 5, 10 smartphone yang akan dikeluarkan Infinix tahin 2018 akan mengusung layar rasio 18:9, fokus kamera yang baik, dengan harga terjangkau,” papar Marcia.

Mengenai segmen yang dituju masih sama, yaitu menengah dan menengah-ke-atas, dengan banderol maksimal Rp3,5 juta.

“Tahun ini kami fokus (jualan) online di Lazada karena memberi konsumen banyak benefit. Berapa banyak jumlah yang akan kami jual tergantung demand. Target kami sekitar 3% market share (datang) dari Indonesia. Itu berarti sekitar 1 juta unit untuk satu tahun ini,” sebut Marcia.

Latest