Tuesday, July 23, 2019
Home News Community Azwar Anas Sulap Banyuwangi Jadi Smart Kampung

Azwar Anas Sulap Banyuwangi Jadi Smart Kampung

-

IMG_20171115_171110
Jakarta, Selular.ID – Banyuwangi terletak di ujung Pulau Jawa. Bukan Ring Satu dan bukan pusat pertumbuhan ekonomi utama di wilayah Jawa Timur.

Dulu, Banyuwangi dikenal sebagai tempat mistis (dukun) dan spot transit bagi wisatawan yang menuju Bali. Tidak ada tempat wisata yang dipromosikan. Maka wajar bila tidak ada investasi yang tumbuh.

Tapi bila berkunjung ke Banyuwangi tahun 2017, Anda akan disuguhkan banyak pembangunan. Mulai dari jembatan, jalan raya, pelabuhan, sampai bandara penerbangan.

“Kalau sebelumnya hanya ada tiga penerbangan seminggu, sekarang sudah 6 flight per hari. Sebelumnya hanya 7.000 penumpang per tahun, sekarang sudah 300 ribu penumpang per tahun,” papar Azwar Anas, Bupati Banyuwangi, di Jakarta (15/11/2017).

Hal itu berkat kerja nyata pemerintah kabupaten (pemkab) Banyuwangi di bawah kepemimpinan Abdullah Azwar Anas yang menjabat sebagai Bupati dua periode (2010-2021) yang fokus pada memberikan pelayanan masyarakat terbaik.

Pada acara penandatanganan nota kesepahaman Pemkab Banyuwangi dengan Gojek hari ini di Jakarta, Bupati Banyuwangi Azwar Anas menjabarkan sejumlah perubahan yang terjadi sejak 5 tahun silam.

“Kami sadar betul kami daerah kecil di ujung, jadi effort untuk promosi harus lebih gencar lagi. Pertama, program tahun 2012, pemasangan 1400 titik Wi-Fi di ruang publik seperti gereja, masjid dan tempat-tempat pembelajaran. Supaya mengkoneksikan anak-anak kami dengan internet,”

Lebih lanjut Azwar Anas mengatakan bahwa Pemkab menggelar pelatihan-pelatihan, setahun kurang lebih 3000 anak melek internet marketing.

“Di Jakarta trennya smart city, kami Smart Kampung. Anak-anak bisa memasarkan produk pariwisatanya lewat Instagram, Facebook, Twitter, dan lain-lain. Jadi bisa menjual desa-desa wisatanya masing-masing,” tutur Azwar Anas.

Sekarang sudah ada 133 desa terpasang fiber optik. Target Azwar Anas, semua desa dialiri fiber optik sehingga pelayanan berbasis IT bisa dibangun dari desa.

Azwar Anas menyerikan bahwa hasilnya cukup menarik. Dulu income per kapita adalah Rp20 juta per orang per tahun. Sekarang sudah Rp41,6 juta per tahun.

Masih dalam program Smart Kampung, salah satunya tidak perlu antre obat terlalu panjang. Karena waktu pasien sempit, tidak ada ongkos jalan, atau harus pinjam motor tetangga, dan lain-lain. Pihak Rumah Sakit sendiri yang mengantarkannya melalui layanan Go-Send.

Harapannya, kerjasama dengan Gojek ini bukan hanya di kota tapi juga di seluruh desa.

“Dengan semua perubahan yang terjadi yang mengarah ke efisiensi, sekarang Banyuwangi termasuk Top 3 Jatim untuk minat investasi dari sebelumnya di posisi 31,” pungkas Azwar Anas.

Latest