Beranda News Startup Saingi GO-JEK dan Grab, Mang-Jek Terapkan Strategi Khusus

Saingi GO-JEK dan Grab, Mang-Jek Terapkan Strategi Khusus

-

mang-jekJakarta, Selular.ID – Persaingan bisnis transportasi berbasis online di beberapa kota di Indonesia rupanya semakin sengit. Baru-baru ini dikabarkan, ada “pemain baru” di bidang transportasi berbasis online, yakni Mang-Jek. Startup yang dibentuk sejak 16 November 2016 ini baru beroperasi di Kota Palembang saja. Nah, bagaimana cara Mang-Jek agar dapat bersaing dengan para pelaku layanan transportasi online lain?

Viti Sara Auni selaku COO Mang-Jek mengatakan bahwa, perusahaan mengambil langkah berbeda dalam penjemputan penumpang. Grab dan Go-Jek mempunyai kebijakan dengan tidak memperbolehkan driver untuk membawa penumpang pelanggan. Namun Mang-Jek, memperbolehkan menerapkan kebijakan ini agar jumlah pengguna Mang-Jek menambah khususnya di Palembang. Lantas, apa strategi selanjutnya dari Mang-Jek?

Membidik PNS di Kota Palembang

Demi menambah jumlah pelanggan, Mang-Jek melobi pemerintah kota setempat untuk menjadikan Mang-Jek sebagai langganan ojek onlinenya. Seperti diketahui, Viti Sara Auni selaku COO Mang-Jek, sudah bertemu dengan Wali Kota Palembang untuk membicarakan hal ini serta akan memberi subsidi sebesar 25%. Selain itu, Viti juga berniat untuk bertemu dengan Gubernur Sumatera Selatan selanjutnya.

Hanya Mengambil Komisi Sepuluh Persen

Strategi selanjutnya dari Mang-Jek ialah hanya mengambil komisi 10% dari pendapatan para driver. Untuk mendapatkan penumpang, para driver Mang-Jek harus mengisi deposit ke akunnya terlebih dahulu.

“Sejauh ini kami belum bisa mengalahkan GO-JEK di Palembang. Mereka telah memiliki sekitar tiga ribuan mitra, serta bonus yang ditawarkan sebesar Rp 100.000 per hari. Oleh karena itu, kami mencari pelanggan bulanan. Kami juga merangkul para ojek pangkalan, karena mereka sudah mempunyai basis pelanggan,” pungkas Viti.
Selain itu, Mang-Jek juga akan memberi bonus bagi para pengguna yang mengajak orang lain menggunakan aplikasinya.

Menghapus Layanan M-Car

Layaknya Go-Jek dan Grab, Mang-Jek juga memiliki beberapa layanan lain seperti M-Car, M-Food hingga M-Service. Namun sebagai startup baru, Mang-Jek menghapus layanan M-Car karena terbentur dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 26/17. Viti mengklaim jika ojek online tidak harus melakukan syarat tersebut, maka dari itu Mang-Jek hanya focus pada transportasi motor saja.

Artikel Terbaru