Beranda News Startup Startup Ini Sudah Memanfaatkan 1200 Hektar Untuk Bertani

Startup Ini Sudah Memanfaatkan 1200 Hektar Untuk Bertani

-

igrow

Jakarta, Selular.ID – Seperti yang diharapkan pemerintah, bahwa kedepannya harus banyak startup lahir yang menyasar ke tiga bidang seperti pendidikan, kesehatan dan pertanian, karena melihat potensi yang begitu besar di tiga bidang tersebut.

Salah satu dari sekian banyak startup yang hadir di Indonesia, iGrow mewakili harapan yang diinginkan pemerintah, Andreas Sanjaya ceo Igrow menuturkan, sejak hadir pada tahun 2014, iGrow sudah memanfaatkan 1200 hektar di wilayah seperti seperti Blitar, Tanjung Lesung dan Bogor. Dari lahan tersebut 1000 hektar sudah panen.

“iGrow merupakan platform online yang menghubungkan antar berbagai pihak dalam rantai pasokan pertanian. Jadi dalam iGrow ini ada beberapa pihak yang dihadirkan dan terkoneksi yaitu sponsor penanaman, petani, pemilik lahan dan pembeli hasil penanaman,” ujar Andreas dalam acara gerakan Nasional 1000 startup (03/03/17)

Lebih jauh Andreas menjelaskan, dalam prakteknya, aplikasi iGrow ini menawarkan model bisnis yang saling menguntungkan satu sama lainnya. Untuk masyarakat umum sendiri mereka bisa menjadi investor dengan menyediakan paket benih tanamannya. Sedangkan bagi petani yang tidak mempunyai lahan, mereka dapat menjadi pengelolanya. Lalu untuk pemilik lahan yang tidak dimanfaatkan alias nganggur mereka bisa menyewakan tanahnya dalam bisnis iGrow.

“Dengan model bisnis yang seperti ini maka hal ini akan sangat membuat investor dari kota sangat nyaman. Pasalnya mereka tidak perlu berkotor-kotoran terjun ke sawah untuk mendapatkan hasilnya,” kata Andreas lagi

Paket investasi yang ditawarkan iGrow pada para investor ini berupa investasi di bidang kacang tanah, kelengkeng, kurma,durian, pisang, jambu madu Deli, akar wangi dan alpukat. Sedangkan untuk nilainya sendiri bermacam-macam dari yang termurah yaitu Rp1,5 juta per unit untuk investasi paket buah zaitun dan yang termahal yaitu Rp14,9 juta per hektar untuk investasi kacang tanah. Untuk periode atau jangka waktu kontraknya sendiri tergantung pada lamanya masa tanam hingga panen.

Dari sini maka kontrak dari investasi iGrow ini umumnya sangat lama yaitu enam bulan untuk kacang tanah hingga 18 tahun untuk durian. Selain itu ada juga paket investasi jangka pendek yaitu penanaman bibit seperti kacang tanah dimana keuntungannya bisa langsung dirasakan hanya dalam waktu enam bulan saja.

Andreas mengatakan bahwa iGrow menyasar kalangan urban menengah, yaitu sekitar 60 juta orang. Berdasarkan angka tersebut, ia memperkirakan ukuran pasar potensial untuk iGrow adalah sebesar USD 24 miliar.

“iGrow juga ingin agar mereka mampu menjadi tempat dimana petani dan pemilik tanah bersatu untuk menciptakan kerjasama yang lebih potensial. Dalam kurun waktu lima tahun, kita akan merambah pasar internasiona,” pungkas Andreas

Artikel Terbaru