Beranda Persona Ini Tiga Sosok Engineer Wanita di Grab

Ini Tiga Sosok Engineer Wanita di Grab

-

International-Women's-Day
Jakarta, Selular.ID – Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan di dunia yang yang mempekerjakan bakat-bakat terbaik dan berkembang secara global, semakin banyak pula wanita yang memainkan peranan penting di beberapa perusahaan teknologi terbaik.

Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2017, tiga engineer wanita di Grab berbagi pengalaman dalam berkiprah di dunia engineer serta pesan mereka guna menginspirasi para wanita lainnya untuk membuat perbedaan di dunia dengan kreativitas dan keahlian teknis yang mereka miliki.

Dua di antara tiga engineer wanita dari Grab ini merupakan pemimpin tim. Mereka adalah Hannah Vergara, Xiaole Kuang, dan Shivani Mukherjee. Berikut ini adalah pengalaman mereka dalam berkiprah di dunia engineering yang umumnya dinilai sebagai dunia para pria. Kami harap cerita ini dapat menginspirasi para wanita di luar sana untuk mengejar impian mereka.

Hannah Vergara
Hannah Vergara, engineering lead for quality assurance
Hannah memimpin sebuah kelompok yang terdiri dari 15 engineer di bidang quality assurance Grab, di mana setengah dari anggota timnya adalah wanita

Perjalanan pribadi saya
“Ketika saya belajar teknik komputer saat kuliah, saya adalah salah satu dari dua gadis di dalam kelas yang muridnya berjumlah 20 orang. Kemudian, saya bekerja di beberapa perusahaan di mana saya menjadi satu-satunya engineer wanita yang menangani Quality Assurance (QA)! Untungnya, saya tidak pernah merasa sendirian di perusahaan-perusahaan tempat saya bekerja tersebut. Meski demikian, saya pernah menjumpai perekrut di masa lalu yang mengajukan pertanyaan tentang status pernikahan saya. Secara tidak sengaja, pertanyaan-pertanyaan seperti ‘Apakah Anda berencana untuk memiliki anak?’ dapat membuat wanita merasa dirinya dianggap kurang produktif jika mereka memiliki komitmen untuk berkeluarga.”

Pendapat saya mengenai wanita yang bekerja dalam industri teknologi
“Dalam pekerjaan saya, kualitas dapat dicapai dari berbagai cara yang berbeda. Jadi memiliki tim dengan rasio jenis kelamin yang seimbang tentunya akan sangat membantu. Saya menemukan bahwa engineer laki-laki cenderung memiliki pemikiran yang straightforward, sementara wanita lebih fokus pada hal-hal yang bersifat detil. Wanita memiliki cara pikir yang berbeda, menimbang segala kemungkinan, termasuk skenario negatif. Ketika menciptakan sebuah produk, kami menginginkan perpaduan yang baik dari perspektif-perspektif tersebut.”

Budaya untuk saling menghormati
“Saling menghormati adalah nilai utama dalam Grab. Saya telah menyaksikan bagaimana tim kami saling bertukar pikiran dan menyelesaikan perbedaan pendapat dengan baik, serta bagaimana para pemimpin kami juga melakukannya. Setiap kali saya mempekerjakan karyawan baru, saya selalu melakukan penilaian berdasarkan nilai-nilai tersebut, apakah calon karyawan tersebut menganut nilai-nilai yang sama. Budaya ini memastikan bahwa setiap orang dan cara pandangnya akan dihargai.”

Dunia Engineer bagi saya adalah…
“Sebuah bagian dari perubahan. Para engineer tidak hanya mengindentifikasi masalah, melainkan bekerja untuk memecahkan masalah atau mencari solusi. Berasal dari Metro Manila, bekerja pada sebuah perusahaan aplikasi transportasi sangatlah bermakna bagi saya karena saya tahu bagaimana kemacetan sangat memakan waktu dan biaya. Saya sangat senang ketika saya pulang ke rumah dan melihat perubahan di jalan. Saya yakin akan lebih banyak solusi yang dapat kami hasilkan melalui pekerjaan kami.”

Xiaole Kuang
Xiaole Kuang, lead engineer for payments and pricing
Xiaole memimpin sebuah tim yang beranggotakan tujuh engineer yang menangani GrabPay, solusi pembayaran non-tunai dari Grab. Mayoritas anggota timnya terdiri dari para pria.

Sebagai manajer wanita
“Di luar Grab, Saya rasa beberapa orang terkejut ketika mereka mendengar saya memimpin sebuah tim engineer, namun saya tidak mengambil pusing akan hal tersebut. Saya tidak melihat tim saya bekerja untuk saya. Pekerjaan saya adalah mendorong mereka untuk melakukan hal yang terbaik. Jika mereka percaya bahwa mereka memiliki metode yang lebih baik, saya akan mendorong mereka untuk melakukannya dengan cara mereka.”

Pendapat saya mengenai wanita yang bekerja dalam bidang teknologi
“Saya tidak pernah memandang jenis kelamin ketika membangun tim saya. Saya menginginkan orang-orang dengan kepribadian dan keterampilan yang tepat, dan saya tidak akan menurunkan standar saya. Namun, saya percaya ada manfaat memiliki lebih banyak wanita dalam industri ini. Sangat sedikit pemimpin wanita dalam bidang IT, apalagi CTO. Ada kalanya saya juga mempertanyakan sampai berapa jauh saya dapat bertahan di bidang ini. Kita perlu melihat lebih banyak teladan wanita, sehingga para wanita dapat percaya dengan potensi mereka sendiri untuk menjadi lebih maju.”

Dunia engineer bagi saya adalah…
“Sangat kreatif. Kami melakukan pekerjaan di Grab yang belum pernah ada yang melakukan. Misalnya, tim saya menciptakan solusi pembayaran non-tunai untuk Grab. Tapi bagaimana kita dapat membuat orang-orang di negara yang masih bergantung pada transaksi uang tunai untuk beralih ke uang digital ke dalam sebuah aplikasi? Tentunya perlu kreatifitas untuk memecahkan masalah tersebut, terutama ketika tidak ada jawaban yang pasti.
Saya semakin memahami bahwa komunikasi menjadi sangat penting dibandingkan dengan keterampilan teknis dalam dunia engineer. Kini, tidak ada istilah pekerjaan yang dilakukan ‘sendiri’. Semua tentang kerja sama. Seorang engineer harus mengetahui bagaimana mengekspresikan diri dan meyakinkan orang lain tentang ide-ide mereka.”

Saran saya bagi para wanita
“Jika Anda adalah seorang wanita dalam tim yang didominasi oleh pria, saran saya adalah: Jangan berpikir diri Anda sebagai wanita dalam tim tersebut. Cukup fokus pada pekerjaan dan lakukan apa yang Anda yakini adalah yang terbaik bagi perusahaan.”

Shivani Mukherjee
Shivani Mukherjee, a quality assurance engineer
Sebagai kepala engineer untuk pembayaran pengemudi, Shivani menangani proses otomatisasi pembayaran bagi para pengemudi Grab.

Perjalanan pribadi saya
“Dibesarkan di India, saya melihat bagaimana anak perempuan dipaksa untuk meninggalkan sekolah, atau bahkan pekerjaan, untuk merawat keluarga mereka, sementara kakak laki-lakinya melanjutkan pendidikan. Saya beruntung bahwa keluarga saya adalah keluarga liberal dan saya dibesarkan tanpa adanya tuntutan atas ‘peran wanita’ yang seharusnya. Merasa penasaran, saya tertarik untuk mempelajari ilmu teknik di perguruan tinggi.”

Pendapat saya mengenai wanita yang bekerja dalam bidang teknologi
“Saya masih ingat bagaimana beberapa profesor di perguruan tinggi mempertimbangkan berulang kali sebelum mengirim saya dan beberapa murid perempuan lainnya ke kompetisi robotik nasional. Kami akhirnya mengikuti kompetisi tersebut dan mendapat nilai yang baik, dan dimuat di koran! Hal tersebut yang seharusnya dilakukan wanita: menciptakan tren, alih-alih mengikutinya. Sayangnya, masih ada persepsi bahwa pria adalah ahli teknologi yang sesungguhnya. Kita harus mengubah konsep pemikiran bahwa wanita berperan lebih baik dalam hal sumber daya manusia, keuangan dan perdagangan, tetapi tidak di bidang engineering atau pengembangan mobile. Karena kita pun bisa.”

Dunia engineer bagi saya adalah…
“Sangat dinamis. Gagasan bahwa engineer hanya mengerjakan kode yang sudah ketinggalan zaman. Saat ini semua orang dapat menciptakan telepon genggam, tetapi apa yang membedakan antara iPhone Apple dan perangkat lainnya? Hal tersebut adalah bagaimana perasaan pengguna saat memakai Apple, di situlah perspektif bisnis memainkan perannya. Saat ini, seorang engineer harus melampaui peran teknis untuk mempertimbangkan hal-hal seperti pengalaman pengguna, permintaan dan/atau kebutuhan dari bisnis dan pelanggan.”

Saran saya bagi para wanita
“Tanggapi siapapun atau apapun yang meragukan kemampuan Anda. Selalu katakan pada diri sendiri bahwa Anda layak mendapatkan yang lebih baik. Misalya, apabila Anda berada di tingkatan pertama dalam sebuah pekerjaan di bidang engineering, pikirkanlah cara Anda untuk dapat mencapai ke tingkatan selanjutnya. Selalu berusaha untuk berbuat lebih, sehingga Anda tidak cepat merasa puas.”

EDITOR'S CHOICE 2020

Selular Editor’s Choice 2020: Best Camera Smartphone

Jakarta, Selular.ID – Kebutuhan untuk mendapat fotografi terbaik dari sebuah smartphone semakin diminati. Tak...

Selular Editor’s Choice 2020: Best Smartphone di Harga Rp4-6...

Jakarta, Selular.ID – Sepanjang 2020, cukup banyak vendor yang merilis smartphone kelas menengah, misalnya...

Selular Editor’s Choice 2020: Most Valuable Smartphone

Jakarta, Selular.ID - Pangsa pasar segmen kelas menengah di Indonesia masih cukup menarik bagi...

Selular Editor’s Choice 2020: Best Notebook

Jakarta, Selular.ID – Kebutuhan memiliki notebook terbaik tahun 2020 merupakan hal yang sangat wajib...

Selular Editor’s Choice 2020: Best Smartphone for Education

Jakarta, Selular.ID – Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi semua kalangan masyarakat termasuk...

Selular Editor’s Choice 2020: Best Smartwatch

Jakarta, Selular.ID – Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, kesehatan menjadi focus utama...

Artikel Terbaru

Kategori Terkait