Wednesday, September 18, 2019
Home News Enterprise Red Hat Enterprise Linux 7.3 Tingkatkan Kinerja Jaringan dan Penyimpanan

Red Hat Enterprise Linux 7.3 Tingkatkan Kinerja Jaringan dan Penyimpanan

-

Ilustrasi logo Red Hat
Ilustrasi logo Red Hat

Jakarta, Selular.ID – Red Hat, penyedia solusi open source mengumumkan tersedianya versi terbaru Red Hat Enterprise Linux 7.3 (RHEL 7.3) sebagai platform enterprise Linux  saat ini.Sistem operasi Linux flagship dari Red Hat ini disebut-sebut membawa sejumlah peningkatan dalam aspek kinerja, keamanan, dan keandalan.

Hal itu diungkapkan Jim Totton Vice President and General Manager, Platforms Business Unit, Red Hat dalam keterangan resminya. Menurutnya versi terbaru RHEL ini juga menghadirkan kapabilitas terbarunya seputar Linux container dan Internet of Things (IoT) untuk membantu pengguna enterprise awal (early adopter) dalam menggunakan investasi yang ada, seiring perkembangannya dalam memenuhi tuntutan-tuntutan bisnis ke depan.

“Seiring makin intensifnya aplikasi-aplikasi enterprise modern dalam sumber daya dan penyimpanan, infrastruktur TI bukan hanya perlu mengimbangi, tapi juga perlu mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan itu sendiri. RHEL 7.3 menghadirkan peningkatan kinerja aplikasi dan suatu platform enterprise yang lebih aman, andal, dan inovatif. Termasuk juga cocok untuk beban kerja bersifat mission-critical dan pemanfaatan teknologi yang berkembang saat ini, seperti Linux container dan IoT,” kata Jim Totton.

Menurut Jim mulai dari teknologi video conferencing dan voice over IP (VoIP) hingga aplikasi dan layanan berbasis web, tuntutan jaringan terhadap enterprise modern dapat teramat besar.

Red Hat Enterprise Linux 7.3 (RHEL 7.3) membantu mengatasi kebutuhan guna menciptakan kondisi jaringan yang lebih baik dengan penambahan lightweight networking tunnel.Selain itu, peningkatan bulk packet memory allocator juga berdampak positif pada peningkatan kinerja jaringan 40 Gigabit dan 100 Gigabit.
Sementara itu, aplikasi-aplikasi dengan transaksi tinggi, seperti database, event processing (pengolahan event), dan virtual machine juga perlu ditingkatkan kecepatan input-output (IO) dan diturunkan latensinya agar perusahaan mengetahui manfaat yang diperoleh dari aplikasi tersebut.

Tidak hanya itu, RHEL 7.3 membuat cluster performance-sensitive Parallel NFS (pNFS) menjadi lebih mudah dikelola dengan dukungan format layout Block SCSI dan Flex Files.
Untuk fitur keamanan, RHEL 7.3 membantu mendorong evolusi keamanan TI ini dengan memperkenalkan beberapa fitur keamanan baru yang lebih baik, sehingga menghadirkan suatu platform yang lebih aman bagi penerapan mission-critical dan beban kerja (workload) penting lainnya.

Fitur-fitur tersebut salah satunya adalah Update SELinux (Security-Enhanced Linux), suatu mekanisme untuk mendorong kebijakan kontrol akses yang lebih granular di tingkat sistem agar penetuan kebijakan bisa lebih cepat dan mudah digunakan.

“RHEL 7.3 meningkatkan dukungan untuk Linux container melalui berbagai perbaikan inkremental (gradual), di samping tool-tool manajemen (Atomic CLI/Cockpit) yang lebih baik dan runtime container yang diperbarui (docker engine). Tidak ketinggalan, versi terbaru RHEL ini juga menyertakan kemampuan signing container baru sebagai suatu Technology Preview,” pungkas Jim.

Latest