SHARE

A-COVER 640

Jakarta, Selular.ID – Jika juru parkir punya lahan parkir, maka operator selular harus memiliki frekuensi sebagai lahan untuk bisa beroperasi. Kepemilikan frekuensi dalam industri telekomunikasi menjadi menjadi sebuah modal penting bagi operator yang ingin menjalankan bisnisnya.

Tapi layaknya lahan parkir, lahan frekuensi juga menjadi ajang rebutan penguasaan oleh para operator. Semakin besar frekuensi yang dimiliki makan semakin besar kapasitas jaringan yang bisa dihadirkan untuk melayani kebutuhan pelanggan. Di satu sisi, keberadaan frekuensi ini merupakan sumber daya alam yang terbatas ketersediaannya dan tidak dapat diperbaharui jika sudah habis. Hal ini menjadikan frekuensi sebagai komoditas yang sangat penting.

Apa saja permasalah yang terjadi ? Seperti apa langkah KemenKominfo dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada? Selular membahasnya secara khusus pada rubrik Fokus di edisi kali ini.

Berikut daftar konten yang tersaji di Majalah Selular Edisi 203 Februari 2017:

BUSINESS
Ramai-ramai Tawarkan MIMO
FOCUS
Lelang Frekuensi
TREND
Tren Teknologi Di Indonesia; Turn Back Hoax
CORPORA
LINE, Asal Jepang Tuai Sukses Di Indonesia
INDICATOR
Karakteristik Akses Internet Di Indonesia
COMMUNITY
Indonesia Thinkpadder Community
VOICE
Gamemotion, Emosi, Dan Ekspresi Dalam Kompetisi Video Game
REVIEW
– Asus Zenfone 3 Max ZC553KL
– Moto Z
– Samsung Galaxy Tab A (2016) with S-Pen
– Samsung Galaxy J7 Prime
– Infinix Hot 4
– SPC L50 Volt
– SPC S12 Noah
INNOVATION
Teknologi 4,5G Memacu Ekonomi Digital
KNOW HOW
Gestor, Mouse Yang Bukan Sekedar Mouse
SPOT
Anker, Powerbank Asal Amerika
CASE STUDY
Jatuh-Bangun Vendor Sejuta Umat
CHATTING
Irwan Djaja, Presiden Direktur PT Link Net Tbk (First Media)
MARKET
Smartphone Selfie Masih Sexy?; Deretan Smartphone Pesaing Nokia 6
EXPERIENCE
Merasakan Kecepatan Teknologi Pre-5G; Hasilkan Foto Bokeh Dari Kamera Huawei Leica P9
DIGILIFE
Aplikasi Video Lipsync

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here