Beranda News Diundang Ke Paris, Startup 'Kok Bisa?' Siap Go International

Diundang Ke Paris, Startup ‘Kok Bisa?’ Siap Go International

-

kok bisa 2

Jakarta, Selular.ID – Minat generasi muda Indonesia terhadap dunia sains semakin meningkat. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2016, jumlah peminat Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) melonjak cukup drastis menjadi 3.203 peserta, dibanding tahun sebelumnya yakni 2.041 peserta.

Tingginya minat generasi muda Indonesia terhadap sains menginspirasi para pelaku industri startup di Indonesia untuk membuat platform berbagi ilmu pengetahuan, salah satunya adalah Kok Bisa?. Kok Bisa? adalah channel YouTube yang bergerak di bidang edukasi. Video-video yang diunggah oleh Kok Bisa? adalah konten ilmu pengetahuan sehari-hari yang dikemas dengan animasi menarik sehingga mampu membawa kesan ringan dan fresh.

Kok Bisa? berhasil mencuri perhatian para penonton YouTube. Hal ini dibuktikan dari jumlah subscriber-nya yang telah mencapai angka 410.449 user dalam kurun waktu satu tahun saja. Tema yang kerap diangkat adalah pertanyaan sehari-hari yang terkesan sepele namun mampu mengusik rasa keingintahuan seseorang, salah satunya video yang berjudul “Mengapa Rupiah Melemah?”

Tak cepat puas dengan hasil yang sudah dicapai, Kok Bisa? senantiasa mencari cara untuk terus berkontribusi di dunia ilmu pengetahuan, khususnya Indonesia. Pada awal Februari 2017 lalu, Kok Bisa? Mengirimkan perwakilannya mengikuti Week of International Scientific Young Talent 2017 di Paris, sebuah program besutan Universcience Paris yang bekerja sama dengan Kedutaan Prancis dan Institut Français d’Indonésie (IFI).

Kesempatan berharga ini tidak diraih dengan cuma-cuma. Berbagai tahapan seleksi harus dijalani terlebih dahulu sebelum akhirnya terpilih menjadi perwakilan Indonesia dalam Week of International Scientific Young Talent 2017. Dari 314 pendaftar, hanya dua peserta yang berhasil lolos, yaitu Founder Indonesian Climate Student Forum Bogor Daniel Naek Chrisendodan dan Karina Langit Rinesti, selaku Science Communicator Kok Bisa?.

“Di sana perwakilan Tanah Air mempromosikan sains di Indonesia melalui program yang mereka punya. Langit nanti di sana akan bertemu dan berkenalan serta sharing pengalaman seputar sains dengan sesama ilmuwan muda lainnya dari seluruh dunia,” ujar Gerald Sebastian, Co-founder dan CEO Kok Bisa?.

Enam hari mengikuti seluruh rangkaian acara Week of International Scientific Young Talent 2017, Karina Langit mengaku mendapat banyak sekali insight, baik dari para peserta maupun dari acara itu sendiri.

“Perancis sangat mengapresiasi para ilmuwan dan pemikir asal negaranya. Negara ini bermisi untuk menyebarkan sains ke berbagai penjuru dunia, sama seperti Universcience Paris yang menyelenggarakan acara ini, mereka ingin meng-share sains ke siapapun dan kemanapun. Hal ini menginspirasi saya untuk semakin mendalami bagaimana menjadi science communicator yang baik, yang dapat mengkomunikasikan sains dengan benar dan juga menyenangkan,” ujar Langit antusias.

Menjadi satu-satunya peserta dengan latar belakang YouTuber dari 42 peserta dari 26 negara yang mengikuti acara bergengsi di kalangan ilmuwan dunia ini, tidak menyurutkan semangat Langit dalam mempresentasikan Kok Bisa? di hadapan para peserta lainnya. Kok Bisa mendapat banyak sekali respon positif dari para peserta dan penyelenggara acara ini.

“Para peserta terkesan dengan Kok Bisa?. Mereka bilang Kok Bisa? itu tidak maksa harus berbahasa Inggris. Namun lebih memilih untuk jadi sederhana, dengan Bahasa Indonesia, konten yang sesuai dengan Indonesia, dan dengan cara yang kreatif. Di akhir acara banyak peserta yang menawarkan untuk kolaborasi dengan Kok Bisa? Mereka merasa Kok Bisa? mampu menjadi wadah untuk mengkomunikasikan sains mereka,” jelas Langit lebih lanjut.

Kesempatan berharga ini disambut dengan sangat bahagia oleh startup ini karena mereka sudah merencanakan untuk melakukan ekspansi ke tingkat global.

“Kami sudah siap untuk melakukan ekspansi ke tingkat global dan yakin konten kami sudah siap untuk go global. Program ini jadi kesempatan yang sangat baik bagi Kok Bisa? untuk berkolaborasi dengan pembuat konten dan ilmuwan dari negara lain,” tutup Gerald.

Artikel Terbaru