ASIRI: Banyak Situs Musik Ilegal Masih Bandel

ilustrasi-musik-620x330

Jakarta, Selular.ID – Kemajuan teknologi khususnya dalam bidang jaringan internet memang sangat mempermudah kebutuhan hidup manusia. Namun efek samping dari kemudahan ini adalah semakin mudahnya pembajakan, terutama musik, dilakukan. Apalagi, dengan iming–iming tidak perlu membayar, banyak masyarakat Indonesia memilih untuk mengunduh lagu secara ilegal. Tentu hal ini sangat merugikan para pelaku industri musik yang telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk produksi suatu musik.

Ventha Lesmana, Managing Director Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), menyayangkan masih merajalelanya pembajakan di situs-situs musik ilegal di internet, padahal kerugian yang ditimbulkan sangat besar. “Hitung saja dari 2,8 miliar lagu ilegal dikalikan harga Rp5000 per satu lagu. Dapat berapa mereka,” ujarnya geram.

Tindak lanjut dari ASIRI, merekomendasikan puluhan website musik ilegal ke Ditjen HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk dilakukan pemblokiran. Tahun lalu, mereka sudah memblokir 22 situs musik ilegal, dan sampai Oktober 2016 ini mereka sudah menutup 23 situs. Yang menarik, menurut Ventha, meski sempat diblokir namun pemain-pemain lama masih tetap eksis dengan mengganti domain saja. Sebut saja Stafaband dan Mp3Skull.

“User-nya masih sama seperti kita block di tahun lalu. Mereka belum kena batunya. Tinggal ganti nama belakang internet, misalnya sekarang .com, nanti ganti pakai .co.id. Tapi nanti bukan blokir lagi, kita serahkan ke polisi,” katanya.

Sebelum menyerahkan kasus pembajakan ini ke pihak berwenang, pihak ASIRI sedang melakukan pengumpulan bukti-bukti.

Lalu, mengapa ada pembajakan?

Ventha menyebut setidaknya ada tiga alasan yang memicu tindakan pembajakan musik. Pertama, karena pengaruh harga. Tak dipungkiri, harga lagu original pasti lebih mahal ketimbang bila kita unduh di situs-situs musik ilegal yang menawarkan tanpa biaya. Lalu alasan yang kedua, adalah karena ketidaktahuan pengguna jika mereka mengunduh sesuatu di situs musik ilegal telah melanggar hak cipta. Dan alasan terakhir, mengenai upload konten ke blog atau website sendiri merupakan bentuk pelanggaran. Meskipun bukan untuk tujuan komersil.