Sunday, October 25, 2020
Home News Vendor China Naik Level Demi Branding

Vendor China Naik Level Demi Branding

-

jeremy sim erafone

Jakarta, Selular.ID – Pabrikan smartphone asal China semakin kuat mengukuhkan posisi di ranah persaingan ponsel Indonesia. Setelah sukses bermain di segmen menengah, kini para vendor dari Negeri Tirai Bambu ini mulai naik level ke produksi ponsel mid-to-high dan high-end untuk menantang raksasa teknologi global sekelas Samsung dan Apple, yang kebanyakan sudah lebih dulu mengisi pasar. Mereka antara lain Xiaomi, Oppo, hingga Huawei.

Jeremy Sim, CEO Erafone Retail, mengungkap bahwa dominasi merek China juga terjadi di penjualan gerainya. Angka penjualannya terus menguat dibandingkan dengan vendor-vendor kawakan.

“Beberapa merek China mengalami penjualan yang sangat baik. Mereka mulai meluncurkan ponsel mid-to-high. Ini bagus sekali untuk branding,” kata Jeremy. “Kalau hanya bermain di low-end, maka kemampuan teknologinya tidak lebih tinggi dari yang lain.”

Jeremy melanjutkan, bahwa masuk ke segmen premium merupakan strategi yang penting untuk membuat portofolio lebih lengkap. Karena para vendor China sudah mempunyai produk di kelas low-end dan menengah, maka kini mereka menjajal segmen lain yang tak kalah menggiurkan. Apalagi bicara teknologi, China tidak kalah saing dengan negara modern lainnya seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan.

“Mereka (vendor China) punya teknologi untuk ponsel dan investasi. Hampir semua produk diproduksi di China. Jadi ini bukan hanya bicara bisnis, tapi lebih ke branding untuk mengangkat nama,” ujar pria berkacamata ini.

Deretan ponsel keluaran China selama ini dinilai membawa spesifikasi yang hampir seragam dengan banderol harga terjangkau. Tak disangkal ada anggapan bahwa ponsel China mudah sekali rusak. Namun dengan merilis smartphone premium, mereka bisa unjuk kemampuan merakit produk kualitas tinggi.

“Dulu saat feature phone dijual harga murah, ada persepsi yang negatif terkait kerusakan pada ponsel mereka. Tetapi dengan masuknya berbagai merek China yang sudah internasional, persepsi terhadap kerusakan mulai terangkat,” terang Jeremy.

Latest