Beranda News Keluhan Driver Gojek Yang Kini Sulit Mendapat Bonus

Keluhan Driver Gojek Yang Kini Sulit Mendapat Bonus

-

Jakarta, Selular.ID – Manajemen Gojek menerapkan kebijakan baru yang membuat para driver merasa sulit untuk mendapatkan bonus.

Penilaian performansi dari manajemen menjadi sebab utama aksi demo driver pada Senin, 3 Oktober 2016. Menurut mereka kebijakan baru yang sudah berlangsung dua bulan itu menyebabkan mereka sulit mendapat bonus. Sistem penilaian yang tidak transparan membuat banyak driver kehilangan hak atas kado kerja kerasnya.

Menurut pengakuan Haidar, salah satu driver Gojek, rekan-rekannya menuntut perusahaan mengembalikan sistem bonus ke semula. Sejak ada tambahan indikator bertameng “performansi”, kesempatan driver mendapat bonus sekarang semakin sulit. “Jadi sekarang manajemen ikut kasih nilai, bukan customer doang,” ujar Haidar kepada Selular.ID .

Dahulu, customer yang memberi rate kecil, memusnahkan pundi-pundi poin yang dipupuk driver seharian. Tapi itu riil, jumlah bintang yang diberikan tergantung service driver sendiri.

Tapi sekarang, manajemen Gojek juga ikut-ikutan memberi nilai. Bila driver menolak order, otomatis poin berkurang. Bahkan jika customer sendiri yang cancel, poin driver juga berkurang. “Di situ gak fair-nya,” curhat Haidar.

Padahal, bonus hanya bisa cair jika poin driver sudah mencapai angka 14. Masing-masing poin didapat usai driver menyelesaikan order atau tugasnya. “Perjalanan kurang dari 10km, kita dapat 1,5 poin. Kalau di atas 10km, dapat 2 poin. Tapi kalau performance menurun, kita bisa hilang 10 poin,” terang Haidar.

Haidar mengaku driver kerap kehilangan poin atas hal yang tidak diketahui. “Yang tadinya udah mau dapat bonus, eh performance turun, terpaksa cari poin lagi,” (edk)

 

Artikel Terbaru