spot_img
BerandaNewsE-CommercePeluang Bisnis Digital Indonesia Diprediksi Bernilai USD 81 Miliar

Peluang Bisnis Digital Indonesia Diprediksi Bernilai USD 81 Miliar

-

IMG_20160826_091238
Jakarta, Selular.ID – Sebagai salah satu populasi pengguna internet yang pesat berkembang di dunia, Indonesia diproyeksikan mencapai 215 juta pengguna sebelum 2020 dari 92 juta di tahun 2015.

Selain itu, pasar online Indonesia siap meledak dalam 10 tahun mendatang, mencapai $81 miliar sebelum 2025.

Dari total tersebut ecommerce akan mengambil bagian sebesar 57%, atau $46 miliar.

Proyeksi itu disampaikan Google dan Temasek dengan menerbitkan riset bersama dalam melihat peluang di Asia Tenggara dari enam negara, dengan tema: “e-conomy SEA: Unlocking the $200 billion opportunity in Southeast Asia.”

Tony Keusgen, Managing Director dari Google Indonesia, mengatakan bahwa semua aktivitas tersebut menunjukkan Indonesia siap menjadi destinasi tertinggi di wilayah Asia Tenggara bagi venture capital yang mencari perkembangan di ekonomi digital baru.

Catatan lain dalam riset termasuk:

1) Peluang ecommerce: Indonesia diperkirakan mencapai 52% dari ecommerce di Asia Tenggara menjelang 2025 (vs 31% di tahun 2015), didorong oleh populasi kelas menengah yang besar, peningkatan akses ke internet, dan pertumbuhan tier 2/3 kota, dimana akses ke retail terbatas. Besar pasar diperkirakan tumbuh 39% per tahun dari $1,7 miliar di 2015 menjadi $46 miliar di 2025

2) Peluang industri travel online: Indonesia diperkirakan menjadi pasar terbesar untuk hotel dan penerbangan di Asia Tenggara menjelang tahun 2025 (vs 26% di 2015). Besar pasar diperkirakan berkembang 17% per tahun dari $5 miliar di 2015 menjadi $24,5 miliar di 2025

Baca juga :  Mediatek Helio P22 Tenagai Tecno Spark 8

3) Peluang industri jasa transportasi online (online rides)​: Indonesia diperkirakan menjadi pasar terbesar disebabkan jumlah populasi, yang mencapai 43% pasar Asia Tenggara menjelang 2025. Besar pasar diperkirakan berkembang menjadi 22% pertahun dari $800 juta di 2015 menjadi $5,6 miliar di 2025

4) Negara paling aktif setelah Singapura untuk kegiatan Venture Capital dalam hal jumlah transaksi: Sekitar 8% dari semua transaksi yang menerima funding SeriesA+, serupa dengan di Singapura yang sebesar 29%

Dengan adanya semua potensi ini tidak mengherankan jika belanja iklan digital yang dikeluarkan diproyeksikan berkembang: dari $300 juta (atau 10% dari belanja total media) mencapai $2,7 miliar (terbesar di Asia Tenggara) atau 40% dari belanja total media.

Baca juga :  Mediatek Helio P22 Tenagai Tecno Spark 8

Riset ini menyoroti Indonesia juga merupakan tempat yang menarik memulai startup: Indonesia sudah menjadi tuan rumah terbesar dengan 2.033 startup (lebih besar dari Singapura dengan jumlah 1.850) dari 7.000 startup di Asia Tenggara.

Selain peluang menarik, riset juga menunjukkan Indonesia masih butuh menangani sejumlah tantangan kunci termasuk logistik dan konektivitas, rumitnya pembayaran, kesiapan pasar; penipuan dan cyber security. Kebutuhan paling utama adalah investasi, dan kabar baiknya adalah dalam riset menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara paling aktif setelah Singapura dalam kegiatan Venture Capital dalam hal jumlah transaksi.

spot_img

Artikel Terbaru