Wednesday, July 17, 2019
Home News Uang Elektronik Mulai Menjadi Pilihan Transaksi di Indonesia

Uang Elektronik Mulai Menjadi Pilihan Transaksi di Indonesia

-

Uang+elektronik
Jakarta, Selular.ID E-money atau uang elektronik sebagai segala jenis uang yang tersimpan di sebuah sistem seperti server atau chip. Benda tersebut digunakan oleh konsumen sebagai layanan e-wallet ataupun kartu prabayar.

Keduanya sangat berguna di negara yang memiliki penetrasi kartu kredit yang sangat rendah, karena membantu masyarakat melakukan pembayaran online atau menyimpan uang untuk keperluan seperti membayar tiket bus atau tagihan.

Dalam situs Bank Indonesia Nilai adopsi e-money di Indonesia sedang bertumbuh dengan baik. Dalam situsnya Bank Indonesia mencatat jumlah alat pembayaran e-money yang beredar di masyarakat telah menunjukkan peningkatan signifikan dari 20 penerbit yang bermain di segmen ini.

Dari hanya Rp5 miliar di tahun 2007, di tahun 2013 lalu transaksi menggunakan e-money sudah mencapai angka Rp30 triliun. Tahun 2014 , sekitar Rp7,7 miliar berputar tiap harinya menggunakan layanan e-money seperti e-wallet dan kartu prabayar.

Pemain e-money di Indonesia adalah BPD DKI Jakarta, Bank Mandiri,BCA, Telkom, Telkomsel, Bank Mega, Skye Sab Indonesia, Indosat, BNI, BRI, XL Axiata, Finnet, Artajasa, CIMB Niaga, Nusa Satu Inti Artha (Doku), Smartfren Telecom, MVCOMMERCE Indonesia, dan Witami Tunai Mandiri (Truemoney).

Dari data Bank Indonesia, Jumlah alat pembayaran uang elektronik (e-money) yang beredar hingga Mei 2016 telah mencapai 38,35 juta keping.

Pada Januari 2016, jumlah e-money yang beredar di kisaran 35,084 juta keping, di Februari naik menjadi 35,876 juta, Maret (36,813 juta), dan April (37,372 juta keping). Nilai transaksi uang elektronik pada Januari 2016 sebesar Rp 387,404 miliar, Februari 2016 (Rp 519,364 miliar), Maret 2016, (Rp 492,166 miliar), April 2016 (Rp 515,232 miliar), dan Mei 2016 (Rp 587, 052 miliar).

Sedangkan volume transaksi uang elektronik pada Januari 2016 sebanyak 41,300 juta transaksi, Februari 2016 (46,579 juta transaksi), Maret 2016 (50,700 juta transaksi), April 2016 (51,016 juta transaksi), dan Mei 2016 sebanyak 63.883 juta transaksi.

Latest