spot_img
BerandaFokusMeski Sering Dirazia, Pedagang Tetap Jual iPhone Ilegal

Meski Sering Dirazia, Pedagang Tetap Jual iPhone Ilegal

-

IMG_20160615_113454Jakarta, Selular.ID – Tertangkapnya dua mobil box berisi 10 ribu unit smartphone yang diduga ilegal, menjadi bukti nyata jika bisnis jual beli ponsel black market (BM) masih tumbuh subur di negeri ini. Dari sekitar 10 ribu produk BM yang berhasil disita, didominasi oleh dua brand yakni, Xiaomi dan berbagai tipe iPhone buatan Apple.

Terkait dengan disitanya ribuan iPhone tersebut, seakan mempertegas jika smartphone buatan Apple tersebut memang sangat banyak peminatnya. Bahkan harga iPhone BM yang tergolong mahal pun, tidak menyurutkan minat konsumen di Indonesia terhadap ponsel pintar karya mendiang Steve Jobs tersebut.

Banyak peminat iPhone BM di Tanah Air saat ini, bisa dikatakan berbanding lurus dengan survei yang dilakukan GFK pada akhir 2015 lalu. Menurut lembaga survei internasional, penjualan iPhone di Indonesia, 71% diantaranya merupakan produk ilegal.

Masih menurut survei GFK, diungkapkan rata-rata penjualan iPhone ilegal dengan produk resmi di Indonesia, adalah 4 berbanding 1. Dimana 4 untuk produk ilegal dan 1 untuk iPhone resmi.

Tidak cukup sampai disitu, survei GFK juga menerangkan jika konsumen di Tanah Air sangat mudah menemukan iPhone BM, lantaran para pedagang sangat terbuka dalam menjajakan smartphone ilegal tersebut.

Survei GFK juga membeberkan, jika iPhone BM tersebut didatangkan dari Hongkong dan Singapura, yang diimport oleh beberapa distributor lokal, seperti Bless, B-Cell, dan The Phone.

Jika merujuk dari data yang dilansir oleh GFK tersebut, sedikit banyak memang berbanding lurus dengan fakta di lapangan. Dari penelusuran Selular.ID di berbagai pusat ponsel utama, konsumen memang bisa dengan mudah menemukan iPhone BM terpajang di etalase toko para pedagang.

Menurut Ari pegawai Aras Cell, walau sudah banyak razia, dari dulu hingga kini iPhone BM memang sangat mudah ditemui oleh konsumen. “Peminatnya juga terbilang lumayan banyak, padahal iPhone itu termasuk produk mahal. untuk produk resminya sendiri, kita jarang jual, kecuali jika ada permintaan dari konsumen.

“Untuk ditoko-toko individu, biasanya hampir 70-80 persen iphone yang dijual adalah produk BM, sisanya baru perangkat resmi. Biasanya konsumen yang mencari produk resmi, tidak akan mencari iphone ke pedagang konvensional, tapi ke retail modern,” tuturnya pria yang berdagang di kawasan Roxi Mas tersebut.

Bergeser ke area Mal Ambasador. Hasan pemilik Jakarta Cell, menerangkan sudah menjadi rahasia umum jika hampir seluruh pedagang di Mall Ambasador, menjual berbagai seri iPhone ilegal secara terbuka. “Mau toko kecil atau pun besar, semuanya sedia iPhone BM. Kalau ada yang tidak sedia iPhone BM, biasanya adalah retail modern,” ucapnya.

“Dari segi peminat iPhone BM penjualannya tidak kalah laring dibanding produk resmi. Bahkan menurut info dari teman yang bekerja di retail modern, lebih banyak konsumen yang membeli iPhone BM dibanding produk resmi. khusus digerai saya saja, minimal dalam 1 minggu 3-4 iPhone BM berhasil saja jual,” tukasnya menyudahi obrolan.

spot_img

Artikel Terbaru