Wednesday, September 18, 2019
Home Fokus Jika Tidak Ada Perubahan Regulasi, Kompetisi Hanya Ada di Jawa

Jika Tidak Ada Perubahan Regulasi, Kompetisi Hanya Ada di Jawa

-

Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo didamping Deva Rachman, Group Head Corporate Communication
Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo didamping Deva Rachman, Group Head Corporate Communication

Jakarta, Selular.ID – Polemik Rp 1 antar operator yang dilancarkan oleh Indosat Ooredoo beberapa waktu lalu, sesungguhnya merupakan puncak dari berbagai persoalan yang selama ini membelit operator challenger. Menurut Direktur Utama Indosat Ooredoo Alexander Rusli, meski jumlah operator di Indonesia cukup banyak, bahkan bisa dibilang surplus, namun sesungguhnya peta persaingan yang terjadi saat ini sangat timpang. Pasalnya, Telkomsel begitu dominan, khususnya di luar Pulau Jawa.

Jika secara nasional Telkomsel menguasai sekitar 45%-50%, namun di luar Pulau Jawa sudah  di atas angka 86%. Kondisi yang terlalu dominan itu, membuat masyarakat tak punya banyak pilihan. Meski tarif yang dikenakan Telkomsel cenderung mahal, bahkan hingga tujuh kali lipat di bandingkan tarif di Jawa.

“Selama ini kami sudah coba mengimbangi dengan menambah investasi dengan menambah BTS baru, sekaligus memodernisasi jaringan demi meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas coverage. Namun, sayangnya hal itu tidak banyak berdampak pada pertumbuhan jumlah pelanggan”, ujar Alex.

Ia menyebutkan pangsa pasar Telkomsel yang sangat besar di luar Jawa, dengan sendirinya membuat barrier bagi operator lain. Pasalnya, pelanggan lebih suka berkomunikasi ke sesama operator yang sama (on-net), karena tarifnya sudah pasti lebih murah dibandingkan operator berbeda.

“Kami didorong oleh regulator untuk terus membangun sesuai modern lisencing, namun kondisi di lapangan sesungguhnya sangat sulit. Dalam empat tahun terakhir yang terjadi adalah market share kami semakin minus digerus Telkomsel”, ungkap Alex.

Alex menegaskan jika tidak ada perubahan regulasi, Telkomsel akan semakin meraksasa di luar Jawa. Bukan tidak mungkin, dalam tiga tahun terakhir market share-nya bisa menembus 90%.

“Hanya dengan perubahan regulasi, terutama dalam hal interkoneksi dan network sharing, kompetisi di luar Jawa bisa kembali dinamis. Jika pemerintah tidak berani mengubah aturan yang ada, bisa dipastikan kompetisi yang terjadi hanya ada di Pulau Jawa. Hal ini jelas bertentangan dengan semangat kompetisi yang diinginkan oleh pemerintah agar masyarakat punya banyak pilihan dan harga yang terjangkau”, tegas Alex.

Latest