Monday, April 6, 2020
Home News Erajaya Ungkap Sederet Kerugian Jika Aturan TKDN Tidak Segera Teratasi

Erajaya Ungkap Sederet Kerugian Jika Aturan TKDN Tidak Segera Teratasi

-

IMG_9075Jakarta, Selular.ID – Aturan TKDN yang mengharuskan setiap ponsel 4G yang dijual di Indonesia harus memiliki kandungan lokal 20% tahun ini membuat sejumlah produk tidak bisa masuk ke Tanah Air. Hal ini tidak saja berdampak pada sang principal (vendor), namun pihak distributor resmi juga tidak bisa ikut menjual produk yang belum memenuhi aturan TKDN.

Erajaya misalnya, soal TKDN, distributor resmi yang memiliki sejumlah gerai ini berharap peraturan ini bisa segera ‘settle’, seperti apa komposisi dan peraturannya. Hal itu seperti diungkap Djatmiko Wardoyo, Director Marketing and Communication Erajaya. Menurut pria yang biasa disapa Koko ini, walaupun yang terkena aturan TKDN adalah pihak principal, distributor juga akan kena juga. “Karena kalau (produk-red) tidak bisa masuk, kita tidak bisa jualan,” tandas Koko.

Untuk itu, Koko kembali menegaskan bahwa pihaknya berharap kepada pemerintah agar segea memutuskan skema mana yang akan berjalan, sehingga ada kepastian investasi dari principal seperti apa.

Selain itu, dari principal, Koko berharap bisa ditemukan solusi (bagi mereka) sehingga mereka bisa mematuhi aturan tersebut.

“Sebab kalau engga, saya sudah bolak-balik bilang bahwa potensi untuk jadi Black Market (BM) pasti besar, karena kita bilang gara-gara aturan ini barang yang resmi tidak masuk ke distributor, kan yang tidak resmi kita tidak bisa cek. Permintaan ada, kemudian yang resmi ngga bisa masuk, ya potensinya pasti Black Market,” tukas Koko.
Lebih jauh, Koko juga membeberkan bahwasanya apabila aturan TKDN ini tidak segera teratasi, ada sejumlah kerugian yang bakal dialami oleh sejumlah sektor.

“Aturan TKDN ini kalau tidak segera teratasi, itu akan menyebabkan empat hal yang dialami kerugian. Pemerintah sendiri mengalami kerugian dalam hal potensi pajaknya, gampangannya kalau dimasukkan secara resmi pasti akan dapat 10% dari PPN. Yang kedua, dari sisi konsumen sendiri sudah pasti akan tidak terlindungi secara garansi karena produk-produk yang bergaransi ini adalah produk yang diimpor secara resmi. Yang ketiga, pemain-pemain yang resmi otomatis akan kehilangan potensi untuk mengembangkan diri. Yang keempat, secara industri Indonesia malah akan mundur, ketinggalan dengan yang lain-lain lah,” tandas Koko.

Bagi Erajaya sendiri, dengan kemampuan menjual serta jaringan distribusi dan ritelnya yang sudah mapan tidak bisa dipungkiri adanya dampak aturan TKDN terhadap distributor ini. Oleh karena pihak Erajaya harus menjual produk resmi, akibat Erajaya tidak bisa menjual produk 4G yang tidak bisa masuk karena terganjal aturan tersebut.

“Otomatis kita tidak bisa menjual barang itu di jaringan atau distribusi Erafone atau Erajaya Group, kita harus patuhi karena kita tidak main BM. Ya, agak perih juga sih kalau ngomong itu. Kita punya kemampuan untuk menjual, kita punya jaringan untuk menjual, kita punya baik ritel maupun distribusi jaringan kita sudah settle secara infrastruktur, pengennya jual. Tapi ini ada sebuah peraturan, saya tidak pernah bilang bahwa peraturan ini jelek. Peraturan ini dasarnya bagus, semua orang sepakat akan hal itu,” tukas Koko.

TERBARU

Smartphone Xiaomi Bakal Punya Kamera 144MP?

Jakarta, Selular.ID - Belum puas dengan kamera 108MP pada Mi Note Pro, Xiaomi rupanya...

Skype Rilis Fitur Baru Meet Now

Jakarta, Selular.ID - Skype manfatkan situasi saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, Skype dilaporkan...

Di Likee bisa Konsultasi Kesehatan secara Online

Menanggapi keadaan darurat kesehatan global akibat pandemi COVID-19, Likee, platform pembuatan video pendek global,...

Latest