Beranda News Pelanggan Dipastikan Tak Rasakan Gangguan Selama Refarming 1800MHz

Pelanggan Dipastikan Tak Rasakan Gangguan Selama Refarming 1800MHz

-

business mobilityJakarta, Selular.ID – Sejak 23 Mei 2015, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kekominfo) bersama operator melakukan refarming di seluruh Indonesia yang berjumlah 42 cluster. Bila refarming di Jakarta telah selesai, dengan demikian, layanan jaringan generasi keempat itu dipastikan bisa dinikmati tahun depan.

Bagi Anda yang belum akrab dengan kata ini, refarming adalah penggunaan untuk teknologi yang berbeda di spektrum yang sama. Spektrum refarming 1800MHz dulunya frekuensi itu dipakai untuk GSM.

Seperti kita ketahui bahwa di frekuensi 1800 MHz ini tengah digunakan untuk jaringan 2G yang mayoritas masyarakat Indonesia masih menggunakan layanan GSM untuk voice dan SMS. Seperti contoh, dari lebar pita 22,5 MHz, XL Axiata cuma mengalokasikan 10 MHz saja untuk 4G karena sebelumnya, 12,5 MHz masih untuk 2G. Jika terjadi penataan ulang ini tentu akan berdampak terhadap jaringan 2G.

Untuk mengurangi dampak tersebut operator sebagai penyedia layanan komunikasi harus melakukan refarming/penataan ulang pada tengah malam, dengan dimulai untuk Go/No Go pada jam 22.00, dilanjutkan eksekusi pada rentang jam 23.00-02.30, dan fallback decision pada pukul 02.30. Setelah itu, pihak operator terus melakukan monitoring performa hingga pukul enam sore.

Saat petaan berlangsung nantinya operator bisa langsung mengukur tingkat keberhasilan dan tingkat kegagalannya. Apabila dirasa terjadi kegagalan, maka operator yang sedang memprosesnya mesti menghentikan terlebih dahulu agar tidak mengganggu jaringan 2G.

“Kita lakukan online ‘war room’ dengan online video conference call dengan operator lain untuk memantau pelaksanaan penataan frekuensi dengan SDPPI sebagai kordinator proyek. Refarming harus dijalankan bersamaan. Sejauh ini, kita tidak menemukan masalah terkait refarming,” kata Rahmadi Mulyohartono, Head of Network Planning XL Axiata.

Dari 42 klaster seluruh Indonesia, tinggal enam klaster lagi yang belum dilakukan penataan. Seperti Banten, Jakarta ada dua, Jawa Barat, dan Karawang. “So far sih semua aman,” ujar Rahmadi.

Selama proses migrasi cluster, Rahmadi memastikan bahwa dampak refarming tidak akan terasa bagi para pengguna XL. Apalagi saat tengah malam, jumlah pengguna yang aktif jauh lebih sedikit dibanding siang hari, sehingga tidak akan terasa gangguannya seperti tidak bisa melakukan layanan voice sementara. “Proses lock-unlock cuma less dari lima menit dari masing-masing base station. Karena database sudah ada di site situ,” jelasnya. XL Axiata sendiri mempunyai 3500 site untuk Jakarta 1.

“Kita confident sekali kalau pengguna di Jakarta malah tidak akan terganggu sama sekali, karena rata-rata sudah 3G,” pungkas expert 4G XL tersebut.(Ind)

Artikel Terbaru