Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda News Enterprise LinkedIn: 'Employee Referral' Akan Jadi Tempat Berburu Tenaga Kerja Terpopuler

LinkedIn: ‘Employee Referral’ Akan Jadi Tempat Berburu Tenaga Kerja Terpopuler

-

Image Credit: abccoolimages.com
Image Credit: abccoolimages.com

Jakarta, Selular.ID – Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, Program ‘Employee Refererral’ dari LinkedIn diyakini bakal menggeser papan perekrutan online sebagai sumber terpopuler untuk menarik kandidat unggulan di Asia Tenggara.

Mengacu pada laporan tahunan Tren Perekrutan Asia Tenggara yang kelima, ditemukan bahwa sebanyak 52% dari sekitar 300 manager perekrutan menyatakan bahwa ‘Employee Referral’adalah sumber terpopuler kedua di Asia Tenggara dalam merekrut kandidat unggulan di tahun 2015. Angka ini naik dari tahun lalu yang hanya sebesar 48%. Papan pencarian kerja online masih menjadi sumber paling populer dengan angka 54%, namun angka ini turun dari tahun lalu yang mencapai 58%.

Sumber lain yang masuk ke dalam 3 besar adalah jaringan sosial profesional dengan angka 41%, naik dari tahun lalu yang hanya 35%. Secara global, jaringan sosial profesional masih menjadi sumber terpopuler dalam merekrut kandidat unggulan dengan angka 43%, diikuti papan pencarian kerja online (42%), dan program ‘Employee Referral’ (32%).

Feon Ang, Direktur Senior Talent Solution, LinkedIn Asia Pasifik, menyatakan tiga puluh enam persen dari para manager perekrutan yang kami survei menganggap bahwa program ‘Employee Referral’ adalah tren yang akan bertahan lama di tengah kondisi perekrutan yang semakin kompetitif.

“Program ini, bersama dengan peningkatan kesuksesan yang dicari perusahaan dalam membuat brand perusahaannya lebih dikenal di jaringan sosial profesional, bisa menjadi kombinasi sumber perekrutan strategis yang berperan penting dalam membantu perekrut memenangkan persaingan dalam mencari kandidat unggulan,” tambahnya.

Ketika berbicara tentang reputasi perusahaan, para perekrut ini menyatakan bahwa, selama 4 tahun belakangan mereka telah sukses membangun reputasi perusahaannya dengan menggunakan jaringan profesional online. Terbukti dengan sebanyak 57% responden mengatakan bahwa saluran ini adalah yang paling efektif. Di sisi lain, website perusahaan dinilai turun efektivitasnya dalam beberapa tahun belakangan menjadi hanya 61% pada laporan terakhir.

Para perekrut tidak bekerja sendiri dalam membangun reputasi perusahaan yang unggul. Kerja sama antara tim perekrutan dan marketing menjadi hal yang sangat penting. Sebanyak 46% perekrut yang disurvei menyatakan bahwa tim mereka senantiasa berbagi tanggung jawab dengan tim marketing dalam hal membangun reputasi perusahaan.

Latest