Miliki 1 Juta Pelanggan 4G, Bolt! Gagal Penuhi Target

Penyedia layanan 4G LTE Bolt!
Liryawati, Direktur Marketing PT Internux (Bolt! 4G)
Liryawati, Direktur Marketing PT Internux (Bolt! 4G)

Jakarta, Selular.ID – Walaupun promosinya tidak segencar operator besar Telkomsel dan XL, diam-diam Bolt! sudah memiliki jutaan pelanggan 4G LTE. Jumlah ini tidak mengherankan sebab layanan internet generasi empat yang digelar Internux tersebut sudah dirilis sejak Desember 2013, dibanding dengan tiga operator telekomunikasi yang menggelar layanan di akhir 2014. Meski demikian, mereka sama-sama masih memiliki keterbatasan. Jika Bolt! 4G LTE cakupan terbatas di Jabodetabek sesuai lisensi BWA (broadband wireless access) yang diperolehnya, sedangkan tiga operator besar Indosat, XL, dan Telkomsel spektrum frekuensinya yang masih terbatas di 900 MHz.

Klaim jumlah pelanggan tersebut diperoleh dari undangan media gathering yang diperoleh Selular.ID siang ini. Dalam undangan yang dikirim via e-mail tersebut, disebutkan BOLT! Super 4G LTE sebagai penyedia layanan 4G LTE pertama yang telah menggelar layanan 4G secara komersial sejak Desember 2013, kini telah menembus angka 1 juta pelanggan sehingga menjadi operator 4G LTE pertama di Indonesia yang memiliki 1 Juta pelanggan 4G.

Belum ada informasi lebih rinci karena acara media gathering masih akan diadakan minggu depan. Namun jika dirunut ke belakang, provider ini gagal meraih target pengguna di tahun 2014. Pada Oktober tahun lalu, Liryawati, Direktur Marketing PT Internux BOLT! Super 4G Lte, mengungkapkan bahwa pelangganya saat itu berjumlah 750.000 yang mana 90 persen di antaranya adalah pengguna Mobile WiFi-nya. “Untuk target gabungan, powerphone dan mobile wifi, kami menargetkan 1,2 juta pelanggan sampai akhir tahun,” ujarnya (09/10/2014).
(Baca: Akhir tahun 2014, BOLT! Targetkan 1,2 juta Pelanggan Dengan 3600 BTS)

Jika target tersebut terpenuhi, seharusnya pelanggan sekarang sudah di atas 1,2 juta. Mungkin 1,3 juta atau 1,4 juta karena sekarang sudah memasuki minggu ketiga Februari 2015. Bisa jadi, penyebabnya adalah saat menetapkan target, mereka masih menjadi single player. Padahal tidak lama kemudian, yakni awal Desember 2014 Telkomsel meresmikan layanan 4G yang disusul XL dan Indosat. Sehingga dengan pesaing yang bertambah, semakin berat untuk mengakuisisi pelanggan baru. Meski demikian, pencapaian tersebut sudah terbilang bagus. Sebagai perbandingan, Telkomsel yang saat ini sudah menggelar LTE di Jakarta dan Bali baru memiliki 100 ribu pelanggan. Belum ada data resmi untuk XL dan Indosat, tapi bisa dipastikan jauh lebih sedikit dibanding Telkomsel karena cakupan area yang juga masih terbatas. (bda)