Friday, November 22, 2019
Home Review Smartphone & Gadget Terlengkap BlackBerry Passport: Smartphone Premium Desain Anti Mainstream

BlackBerry Passport: Smartphone Premium Desain Anti Mainstream

-

BlackBerry Passport
BlackBerry Passport

[quote_box_right]
Review BlackBerry Passport:
Spesifikasi Teknis
Review Konsumen
Hasil Foto
[/quote_box_right]Meski gempuran dari kompetitor kian kuat, BlackBerry masih mencoba untuk bertahan. Senjata terbaru yang dikeluarkan oleh perusahaan asal Kanada ini adalah dengan merilis BlackBerry Passport. Bentuknya tidak biasa alias di luar pakem. Baik itu bentuknya yang kotak, maupun susunan keyboard fisik yang minimalis. Berbeda dengan BlackBerry Z3 yang murah dengan menyasar segmen entry level, Passport adalah seri termahal BlackBerry yang dijual hampir Rp10 juta.

DESAIN
Tidak mainstream. Begitulah kesan yang timbul ketika pertama kali melihat BlackBerry Passport. Bentuknya unik sama sekali berbeda dengan yang beredar di pasar yakni berdimensi kotak dengan ukuran yang sesuai namanya, sebesar paspor. BlackBerry berasalan, desain seperti ini dinilai mudah dibawa ke mana-mana dan nyaman digenggam seperti halnya paspor. Meski berkebalikan dengan pandangan SELULAR yakni terasa tidak nyaman di genggaman karena body terlalu lebar sehingga tidak bisa muat satu tangan. Begitupun ketika dimasukkan ke dalam saku celana, terasa sesak.

BlackBerry Passport menganut desain unibody, sehingga body bagian belakang tidak bisa dibuka. Untuk menaruh SIM CARD dan micro SD, dengan membuka penutup kecil di bagian atas kamera. Terlepas dari desain yang tidak pasaran, BlackBerry merancang konstruksi dengan baik. Terlihat begitu kokoh sesuai karakter BlackBerry dengan casing belakang berwarana hitam dof yang kesat. Bagian depan didominasi sekitar 3/4 oleh layar sentuh dengan diagonal kotak 4,5 inchi, sedangkan sisanya di bagian bawah diisi oleh keypad QWERTY berbentuk unik karena hanya berisi tiga baris. Sangat efektif terlihat untuk memaksimalkan layar dan keypad agar lebih fungsional.

LAYAR
Sebagaimana body yang unik, layarnya yang berukuran 4,5″ pun berbeda dari kebanyakan karena berbentuk kotak dengan rasio 1:1. Sebenarnya bukan hal baru karena di seri sebelumnya BlackBerry Q10 pun sudah menerapkan model seperti ini. Resolusinya 1440 x 1440 pixel HD dengan kepadatan pixel tergolong tinggi mencapai 453 ppi. Mampu menampilkan gambar dengan cemerlang, tajam dan kaya warna. Layar juga dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 3 yang membuatnya lebih tahan gores.

layarBP

Menurut BlackBerry, ukuran layar besar dengan rasio seperti ini memberikan keunggulan yaitu pengalaman melihat dan membaca dengan visi yang lebih luas. Dirancang untuk penjelajahan web, membaca, mengedit, dan pengalaman melihat peta yang lebih baik. Namun di sisi lain, layar kotak memunculkan kelemahan saat dipakai menonton film Full HD dengan rasio 16:9, terlihat menyisakan banyak ruang hitam kosong di atas dan bawah sehingga tampilan tidak maksimal. Dari segi antarmuka, tidak ada perbedaan dengan beberapa seri sebelumnya karena masih memakai platform BlackBerry OS 10 yang mengandalkan interface berbasis gesture. Satu hal yang baru adalah adanya ikon dan instant action bar sehingga fitur-fitur yang biasa digunakan oleh pengguna akan ditampilkan di tengah-tengah layar.

KEYBOARD
Keunikan Passport masih berlanjut, kali ini terletak pada desain keyboard. Berbeda dengan keyboard smartphone pada umumnya yang memiliki empat baris, di Passport lebih dipersingkat menjadi hanya tiga baris saja. Selain tombol karakter alfabet, hanya ada tiga tombol lainnya yaitu Delete / Back, Enter dan Spasi. Sedangkan yang lainnya dihilangkan dengan fungsinya dialihkan ke layar sentuh. Sehingga saat mengetik, selain keyboard fisik juga muncul keyboard virtual yang menampilkan angka dan simbol. Kualitas tuts keyboard tetap nyaman seperti di Q10 dengan ukuran lebih besar dan jarak yang pas sehingga meningkatkan akurasi saat mengetik. Cocok buat jurnalis yang berada di lapangan karena bisa mengetik lebih cepat. Yang menarik, keyboard ini juga berfungsi melalui sentuhan (touch-enabled, sehingga dapat melakukan banyak fungsi secara langsung pada keyboard. Terasa responsif terhadap sentuhan seperti saat menggulir halaman web, flick, mengetik atau menggeser di sepanjang tombol untuk memindahkan kursor.

KAMERA

hand_blackphone2Dibanding pendahulunya, Passport adalah smartphone milik BlackBerry yang paling siap untuk urusan fotografi maupun videografi. Ada peningkatan signifikan, seperti resolusi sebesar 13 MP pada kamera belakang dan resolusi 2MP kamera depan. Lebih dari itu, beberapa elemen pendukung fotografi dipersiapkan dengan baik. Seperti sensor stabilisasi gambar optis (OIS) untuk meminimalisir gambar atau video blur saat merekam. Lensanya memiliki 5 elemen dengan aperture f/2.0 yang mampu menyerap cahaya dengan lebih baik. Pengguna bisa merekam video dengan resolusi maksimal 1080p Full HD dengan kecepatan hingga 60 fps yang menghadirkan efek slow motion. Fitur kameranya pun lebih banyak seperti Time Shift, Burst (continous shot), panorama,HDR, continous video focus, dan sebagainya. BlackBerry juga menyertakan virtual shutter untuk memotret sebelum menentukan titik fokus. Yang mana sebelumnya menganut model touch capture, sekali sentuh di sembarang area layar langsung mengambil gambar.

Ini merupakan peningkatan signifikan yang berhasil dicapai BlackBerry. Hasil kameranya juga cukup bagus, baik itu di luar ruangan, dalam ruangan maupun kondisi minim cahaya. Meski jika dibandingkan dengan kompetitor, pencapaian ini masih belum seberapa. Setidaknya BlackBerry sudah berada di level standard fotografi smartphone berkualitas.
HASIl FOTO:
Pejaten Village
Metromini

FITUR
Pada unit yang dicoba SELULAR, telah memakai versi yang paling baru yaitu 10.3.0.908. Dibanding kompetitor, pengembangan sistem operasi BlackBerry OS terlihat cukup lambat. Seperti di lingkungan iOS yang secara rutin setahun sekali melakukan update besar-besaran, atau Android yang jarak upgradenya lebih cepat. BlackBerry OS 10.3 masih mengandalkan pengoperasian berbasis gesture, dengan beberapa fitur baru mencakup BlackBerry Assistant, BlackBerry Blend dan dukungan Amazon Appstore.

BlackBerry Assistant memungkinkan kita untuk mengelola email, kontak, kalender, dan fitur BlackBerry 10 lainnya melalui perintah suara dan teks. Bisa dibilang ini adalah kompetitor dari Siri di iOS. Aplikasi ini membantu menjalankan berbagai tugas dengan cepat seperti menanggapi email penting, menjadwalkan rapat, atau mendapatkan petunjuk arah. Asisten digital pribadi ini cukup cerdas untuk merespons berdasarkan situasi. Bicaralah sesukanya dan aplikasi ini akan merespons dengan semestinya. Ketik satu pertanyaan dan aplikasi ini akan menanggapi dengan informasi pada layar. Saat terhubung dengan Bluetooth di mobil, aplikasi ini bisa tahu kita tidak bisa melihat layar dan akan berinteraksi tanpa harus memakai mata dan tangan. Meski cerdas, sayangnya fitur ini hanya mendukung segelintir bahasa yaitu Inggris (UK & US), Spanyol, Italia, dan Perancis. Konsumen Indonesia yang tak fasih berbahasa Inggris pasti tidak akan bisa memanfaatkan fitur ini dengan maksimal.

fitur

Fitur selanjutnya adalah BlackBerry Blend yang menggabungkan pesan dan konten yang ada di ponsel pintar BlackBerry ke dalam komputer dan tablet. Kita bisa mendapatkan notifikasi pesan secara langsung, membaca dan menjawab pesan kantor dan pribadi, dan mendapat akses ke dokumen, kalender, kontak, BBM dan media Anda secara langsung (real time) di perangkat apapun dan tetap didukung BlackBerry. Untuk menggunakan ini, komputer harus diinstall aplikasi BlackBerry Blend.

Meski tidak memiliki ekosistem platform yang berbeda, perangkat BlackBerry 10.3 mendukung aplikasi Android. Untuk mengatasi keterbatasan aplikasi yang ada di toko BlackBerry World, perusahaan ini bekerjasama dengan toko online terkemuka Amazon untuk penyediaan Amazon Appstore. Ini adalah salah satu marketplace aplikasi Android terkemuka selain Google Play Store. Tidak mungkin bekerjasama dengan Google karena layanannya berbeda. Amazon App Store menyediakan konten Android baik game maupun aplikasi yang cukup banyak. Serunya, tiap hari ada promosi aplikasi premium yang bisa diunduh gratis. Meski demikian, marketplace ini belum bisa dibilang lengkap. Karena aplikasi must-have seperti Instagram dan Path belum ditemukan di sini.

Dipakai untuk mengakses internet, browser BlackBerry mampu melakukan tugasnya dengan sangat baik. Browser memang salah satu fitur kunci di BlackBerry 10. Performanya sangat baik, bisa ditandingkan dengan peramban lainnya. Browser BlackBerry bekerja dengan mulus saat me-render  tampilan situs. Begitu juga saat melakukan zoom in/out atau mengusap tampilan browser ke atas/bawah, terasa responsif. Untuk koneksi internet, bisa memakai jalur selular yang mendukung HSDPA dan koneksi Wi-Fi 802.11 b/g/n. Di beberapa negara di luar negeri, Q10 juga tersedia dalam versi LTE untuk akses internet ultra cepat.

Mengenai kekuatan multimedia, Passport memiliki dua aplikasi untuk pemutar media, yaitu untuk musik dan video. Keduanya tergolong sederhana dan tanpa penambahan fitur baru, seperti equalizer atau efek suara lain. Secara umum, kualitas audio tergolong standar, baik melalui speaker atau headphone. Dan video juga terlihat baik di layar Passport, meski menyisakan ruang hitam saat memainkan konten film. Bagi penggemar radio FM, sayangnya di ponsel ini tidak ada fitur tersebut. Dan meski ada ikon YouTube, sayangnya itu bukan aplikasi, melainkan shortcut menuju ke halaman web YouTube mobile sehingga kemampuannya pun terbatas.

KINERJA
Sebagai smartphone mahal yang dijual di atas Rp9 jutaan, jelas saja seluruh komponen yang ada di Passport adalah premium. Termasuk dapur pacunya yang memakai chipset Qualcomm Snapdragon 801 yang memiliki reputasi tinggi dengan prosesor Quad Core 2,26 GHz dan RAM 3 GB. Mengenai performa, tidak ada masalah yang ditemui. Berbagai aplikasi yang dijalankan secara multi-tasking beroperasi dengan lancar dan mulus. Layar yang lebar juga memberi kenyamanan untuk dilihat. Bagi yang gemar memotret, merekam video atau menyimpan lagu-lagu, kapasitas ruangan yang disediakan juga lapang yakni sebesar 32GB. Itupun jika masih kurang masih bisa ditambah dengan microSD yang mendukung hingga 128 GB. Ribuan konten bisa dijejalkan ke dalam Passport.

Performa baterainya juga cukup meyakinkan. Dengan baterai berkapasitas 3450 mAh, merupakan yang terbesar di produk BlackBerry. Jelas saja kinerjanya tangguh. Saat diuji dengan penggunaan aktif, baterai sanggup bertahan hingga sehari semalam.

Latest