26 February 2013 09:30
XL kian bergeliat mencari celah baru untuk menambah pundi-pundi pendapatannya. Salah satunya dari layanan digital services. “Kami akan menghadirkan 100 lebih inovasi baru untuk layanan digital services dalam setahun ini” ungkap Dian Siswarini, Direktur Digital Services XL. Yang di maksud layanan digital services ini yaitu berbagai macam konten dan aplikasi. Seperti XL Tunai, Machine to Machine (M2M), XL Cloud, Mobile Advertising dan lainnya. Menurut Dian, saat ini masih dalam proses ‘menyemai benih’ jadi belum terlalu memikirkan revenue dalam jangka pendek ini. “Target kami setidaknya pada 2015 layanan digital services bisa menyumbang 5 -7 % untk total pendapatan XL” tambah Dian.

Meski terkesan masih ‘malu-malu kucing’, tapi nyatanya berbagai konten yang ditawarkan mendapatkan respon yang cukup baik. Setidaknya menurut Dian, saat ini ada total 19 juta pengguna konten XL. Di antaranya pengguna XL tunai sebanyak 300 ribu,  M2M sebanyak 110 ribu dan Mobile Adevertising  ada sekitar 2 juta pengguna. Selain itu ada juga pengguna konten Kota Games yang mencapai 1,3 juta pengguna serta pengguna RingBackTone (RBT) sebanyak 5 juta pengguna.

Rasa percaya diri XL dalam mengembangkan layanan konten (digital services) ini, memang cukup beralasan. Ini terkait XL berpeluang besar untuk memenangi tender tambahan carier (3rd carier) jaringan 3G. Dengan tersedianya jalur baru ini, maka XL lebih leluasa untuk membuat berbagai konten untuk mengisi trafik di jalur tersebut.

Selain itu XL juga  berharap berbagai layanan konten ini bisa mengurangi tingkat churn rate. “Layanan digital services memang ditujukan untuk loyalitas pelanggan” ujar Dian. XL sendiri mengaku memiliki churn rate sama denganyang terjadi di industri, yaitu sebesar 20 persen.

ARPU dari XL sendiri mencapai Rp 31 ribu (semua layanan). Namun menurut Dian, ARPU dari pengguna layanan akses data cenderung lebih besar 25 persen dari yang sekedar menggunakan layanan dasar (voice dan sms). Apalagi menurut Dian, saat ini sudah 45 persen pelanggan XL yang kembali aktif menggunakan layanan konten, semenjak adanya reset ulang layanan konten (vas) pada oktober 2011 lalu. Di mana konten yang paling banyak digunakan yaitu yang berhubungan dengan musik dan jejaring sosial (masing-masing 30 persen). (Edi Kurniawan)

 

Sumber : www.selular.co.id