Selular.ID – Asus menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar laptop di Indonesia dengan rekam jejak dominasi selama lebih dari satu dekade
Brama Setyadi, Head of Public Relations & Digital ASUS Indonesia, yang menyoroti kekuatan ekosistem menyeluruh sebagai fondasi utama pertumbuhan perusahaan.
Menurut Brama Setyadi, Asus membangun seluruh lini produknya secara mandiri, mulai dari perangkat komputasi personal hingga solusi gaming.
Pendekatan ini menghasilkan portofolio yang mencakup laptop konsumer, laptop gaming, hingga PC desktop yang digunakan di rumah, sekaligus memperkuat integrasi antar perangkat dalam satu ekosistem.
“Asus memiliki ekosistem yang lengkap, mencakup semua kebutuhan pengguna. Dari perangkat harian hingga gaming, semuanya tersedia dalam satu brand,” ujar Brama, dalam peluncuran, di Jakarta, (06/05/26).
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini menjadi faktor utama yang menjaga konsistensi posisi Asus di pasar.
Data internal perusahaan yang mengacu pada laporan Microsoft menunjukkan bahwa Asus telah mempertahankan posisi sebagai merek notebook nomor satu sejak 2013.
Dalam periode tersebut, perusahaan mencatat pangsa pasar sekitar 37 persen di kategori notebook, memperlihatkan stabilitas performa di tengah persaingan industri yang dinamis.

Di segmen gaming, Asus juga mencatat capaian serupa. Berdasarkan data dari NVIDIA, Asus menduduki posisi teratas di pasar laptop gaming sejak 2015 dengan pangsa pasar mencapai 40 persen.
Dominasi ini didorong oleh penguatan lini Republic of Gamers (ROG) dan TUF Gaming yang secara konsisten diperbarui dengan teknologi grafis terbaru.
Portofolio laptop Asus saat ini terbagi dalam beberapa lini utama yang mencerminkan segmentasi pengguna.
Untuk kategori premium dan ultraportable, Asus menghadirkan seri Zenbook yang berfokus pada desain tipis, ringan, dan performa tinggi.
Lini ini juga menjadi pionir dalam adopsi teknologi layar OLED serta integrasi fitur AI terbaru.
Di kelas mainstream, seri Vivobook menyasar pengguna harian dengan kebutuhan produktivitas yang fleksibel.
Laptop ini dirancang dengan keseimbangan antara performa, desain, dan harga yang kompetitif, serta kini mulai mengadopsi teknologi AI berbasis Copilot+ PC.
Sementara itu, untuk segmen profesional kreatif, Asus mengembangkan lini ProArt yang ditujukan bagi kreator konten, desainer, dan pekerja industri kreatif.
Perangkat dalam lini ini mengedepankan akurasi warna, performa grafis tinggi, dan sertifikasi industri untuk mendukung workflow profesional.
Di sektor gaming, Asus mengandalkan dua lini utama, yaitu Republic of Gamers (ROG) untuk kelas premium dan TUF Gaming untuk segmen yang lebih luas.
Kedua lini ini memanfaatkan GPU terbaru dari NVIDIA serta sistem pendingin canggih untuk menjaga performa stabil saat menjalankan game berat.
Selain laptop, Asus juga memperkuat posisinya melalui desktop PC, mini PC NUC, motherboard, kartu grafis, monitor, hingga perangkat jaringan seperti router.
Strategi ini membentuk ekosistem perangkat keras yang saling terhubung, memungkinkan pengguna mengakses berbagai kebutuhan komputasi dalam satu platform terintegrasi.
Pendekatan ekosistem menyeluruh ini sejalan dengan perkembangan industri PC global yang semakin mengarah pada integrasi hardware dan software, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan di perangkat.
Baca Juga:Tiga Laptop Gaming AI Terbaru Asus ROG Edar di Indonesia Seharga Rp30 Jutaan
Asus memanfaatkan tren tersebut dengan menghadirkan solusi AI lokal pada perangkat terbaru, yang memungkinkan pemrosesan data dilakukan langsung di perangkat tanpa ketergantungan penuh pada cloud.




