20 June 2014 09:30
Mungkin banyak para orang tua yang menggelengkan kepala atau berdecak lidah saat mendengar tata bahasa yang digunakan muda-mudi di sekitarnya. Pencemaran bahasa yang terjadi beberapa tahun belakangan ini bukan terjadi pada bahasa ibu pertiwi saja, melainkan pada banyak bahasa di negara lain, termasuk bahasa yang kerap digunakan di panggung internasional, bahasa Inggris. Tata bahasa dan ejaan yang baik dan benar seakan ‘hancur’ oleh bentuk-bentuk pemendekan kata maupun campuran angka dan huruf dalam rangka menyampaikan pesan dengan cara yang sesingkat mungkin, menjadi 140 karakter atau kurang dalam sebuah media SMS. Sekarang pertanyaannya adalah, apakah standar bahasa Inggris menjadi menurun di antara anak usia sekolah akibat munculnya SMS dan aneka pesan instan?

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ejaan dan tata bahasa ‘slank’ yang kerap digunakan remaja saat mengetik pesan, tidak mempengaruhi mereka dalam mempelajari aturan dasar bahasa Inggris formal.

Lebih dari 160 anak sekolah berusia antara delapan dan 16 tahun, dari West Midlands, turut berpartisipasi dalam penelitian snapshot ini. Peneliti melakukan perbandingan antara ejaan dan tata bahasa dalam tes formal tertulis dan tes mengetik pesan teks, selama periode waktu tertentu. Hasilnya, rupanya para pengetik pesan paling kreatif adalah mereka yang terbaik dalam bertata bahasa tertulis. Kesimpulan tersebut didapat setelah anak-anak diminta untuk menyalin semua pesan teks dalam waktu dua hari, sebelum berpartisipasi dalam berbagai tes ejaan, tata bahasa dan kognitif. Satu tahun berselang, proses tersebut diulang, dan tampaknya ada hubungan antara nilai tes ejaan yang lebih tinggi dengan kebiasaan menyingkat kata dalam mengetik pesan.

18
Jadi orang tua sekarang bisa bernapas lega jika anak-anak mereka mulai menggunakan singkatan dan jargon internet saat mengirim pesan ke Anda, anggota keluarga, dan teman-temannya. Karena menurut penelitian di atas, itu tidak mengurangi tingkat pemahaman mereka dalam bertata bahasa yang baik dan benar dalam konteks resmi. (Nis)

Sumber : http://www.bbc.com (13/6/2014)