19 March 2013 13:00
Bagi Anda pecinta game Candy Crush di perangkat iOS dan Android, wajib berhati-hati, pasalnya penelitian dari Trend Micro mengungkap bahwa para developer mengambil keuntungan dari game Candy Crush yang tengah naik daun ini. Trend Micro menemukan bahwa developer (pengembang) aplikasi belakangan ini mengambil keuntungan dari game Candy Crush yang merupakan salah satu aplikasi gaming paling diminati di Android maupun di jejaring sosial.
Baru-baru ini, permainan Candy Crush menempati posisi teratas di FarmVille 2 sebagai aplikasi permainan yang paling popular di Facebook. Meningkatnya popularitas permainan ini juga memiliki bahaya ataupun ancaman tersendiri. Terkenalnya permainan ini menjadikan sasaran bagi para developer  maupun cybercriminal yang ingin mencari keuntungan dari para penggemar game—hal ini juga terjadi dengan aplikasi mobile yang popular dan games seperti Instagram, Bad Piggies dan Temple Run beberapa waktu lalu.
Dari penelitian yang dilakukan Trend Micro,ditemukan aplikasi  online palsu Candy Crush, hal ini membuktikan bahwa cybercriminal memang berharap untuk memanfaatkan kepopuleran permainan yang sedang menjadi tren ini. Aplikasi ini mengandung beberapa kode yang paling umum dan ditemukan juga tahun lalu (kami mendeteksi ini sebagai ANDROIDOS_LEADBLT.HRY dan ANDROIDOS_AIRPUSH.HRXV.
Meskipun tidak secara langsung berbahaya, namun adware juga dapat disalahgunakan oleh cybercriminal untuk keuntungan mereka. Adware bukan hanya menggunakan taktik iklan secara agresif , seperti melalui pemberitahuan secara terus-menerus namun juga mengumpulkan informasi tentang pengguna dan hal ini dapat disebut sebagai pelanggaran privasi pengguna.
Trend Micro memprediksi bahwa malicious dan  risiko yang tinggi  pada aplikasi Android  tahun ini akan mencapai 1 juta. Meski jumlah ini terdengar sangat besar, namun mengingat jumlah malware pada peranti Android di tahun 2012 melebihi perkiraan dan platform yang popular secara berkelanjutan. Peneliti dari Trend Micro, Rik Ferguson, mencatat bahwa sebanyak 293,091 aplikasi yang ditemukan merupakan malicious dan sebanyak 68,740  ditemukan di situs resmi Google Play Store. Sebanyak 22% merupakan aplikasi malicious yang ditemukan dan disinyalir membocorkan informasi tentang penggunanya.
Fakta-fakta  tersebut mungkin menakutkan, namun Anda dapat memulai dengan langkah sederhana untuk melindungi diri sendiri, seperti mulai membiasakan diri untuk membaca keterangan deskripsi aplikasi, developer dan testimonial pengguna mengenai aplikasi tersebut. (Hans)

 

Sumber : www.trendmicro.com (18/3/2013)