Orlando – Aplikasi, menjadi hal yang kini tidak bisa terlepaskan dari smartphone. Merupakan keharusan di setiap smartphone untuk menghadirkan took aplikasi (app store). Itulah yang juga disadari sejak awal saat BlackBerry memutuskan untuk membuat sistem operasi smartphone terbaru mereka, yaitu BlackBerry 10. Berbagai program pun digelar oleh BlackBerry untuk merangsang para pembuat aplikasi (app developer) agar mau membuat aplikasi yang berjalan di BlackBerry 10.
Dan setelah sekitar dua tahun perjalanan BlackBerry 10, kini hasilnya mulai terlihat. Di acara general session pada ajang BlackBerry Live 2013 di Orlando – AS, Thorsten Heins, CEO BlackBerry, mengungkapkan bahwa jumlah developer yang membuat aplikasi BlackBerry meningkat hingga 112 persen dibanding tahun 2012 lalu. Hal tersebut dibarengi dengan penambahan jumlah aplikasi yang mengisi BlackBerry App World. Menurut Thorsten, saat ini ada 120 ribu aplikasi yang ada di toko aplikasi BlackBerry World. Jumlah itu meningkat drastis hanya dalam jangka waktu empat bulan. Karena pada Januari 2013 jumlah aplikasi BlackBerry 10 yang terkumpul baru mencapai 70 ribu aplikasi. “Pendapatan dari aplikasi per pengguna pada BlackBerry 10 kini dua kali lipat dibandingkan Android” klaim Thorsten.
Indikator lain diungkapkan oleh Alec Saunders, Vice President Developer Relations BlackBerry. “Pada Mei 2012, sebanyak 47 persen developer merekomendasikan untuk membuat aplikasi BlackBerry 10. Kini jumlahnya meningkat menjadi 88 persen” ujar Alec. Tidak hanya itu, Alec juga mengatakan bahwa tahun lalu baru ada sekitar 39 ribu vendor yang ada di BlackBerry App World, kini jumlahnya  melambung menjadi 79 ribu vendir. Bahkan Alec menuturkan bahwa menurut hasil survey yang dilakukan oleh Vision Developer Study, BlackBerry 10 kini menjadi ekosistem aplikasi ketiga besar disamping Android dan  iOS.
Dari 120 aplikasi yang ada di BlackBerry App World, ternyata sebagian besar dibuat oleh app developer berasal dari negara – negara berkembang. “47 persen aplikasi yang ada di BlackBerry App World datang dari negara-negara di kawasan Asia Pasific” ungkap Alec. Lebih lanjut menurut Alec, Indonesia, India dan Cina menjadi negara-negara penyumbang aplikasi terbanyak.  Sedangkan negara-negara di kawasan Amerika Latin menjadi yang paling tinggi pertumbuhannya, yaitu mencapai 51 persen.
Banyaknya jumlah aplikasi yang datang dari negara berkembang,  ini tidak lepas dari potensi pasar smartphone yang mulai dan akan semakin tumbuh. Hal tersebut juga dijelaskan oleh Alexander Rusli, Direktur Utama Indosat, yang menjadi salah satu pembicara di sesi yang membahas ‘emerging market’ pada BlackBerry Live 2013, mengatakan bahwa negara emerging market, khususnya Indonesia, saat ini sedang mengalami masa peralihan dari feature phone ke smartphone. Dan dukungan terhadap aplikasi smartphone sangatlah penting. Alex Rusli, begitu sapaannya, bahkan memprediksikan bahwa permintaan terhadap aplikasi yang lebih spesifik menyasar komunitas akan tinggi di masa depan. Dia mencontohkan bagaimana olahraga sepak bola di Indonesia sangatlah digemari, dan berbagai komunitas sepakbola sangat menginginkan adanya aplikasi yang berhubungan dengan komunitas tersebut. Begitu juga dengan berbagai komunitas atau golongan lainnya. (Edi Kurniawan)  

24 May 2013 18:00

Sumber : www.selular.co.id