Akhir tahun 2014, BOLT! Targetkan 1,2 juta Pelanggan Dengan 3600 BTS

Penyedia layanan 4G LTE Bolt!
Penyedia layanan 4G LTE Bolt!

Jakarta, Selular.ID – “Saat ini dengan 2500 BTS Bolt sudah mencover 98% wilayah jabodetabek dengan luas area sekitar 1350 km². Hingga Akhir tahun 2014 ini BOLT menargetkan untuk mencover 100% wilayah Jabodetabek (1410 km²) dengan 3600 BTS (~10.000 cells),” ujar Direktur Teknologi  PT Internux BOLT! Super 4G Lte Devid Gubiani yang ditemui Selular pada acara Bolt! Media Power Rally di TMII Jakarta, Kamis (09/10).

Devid juga menjelaskan, kecepatan network 4G dipengaruhi oleh jumlah orang yang terkoneksi dengan satu BTS, semakin banyak orang terkoneksi maka kecepatan akan terbagi. Dengan BTS yang banyak, maka jumlah pengguna pada satu BTS akan semakin sedikit yang akan memberikan kecepatan akses data internet yang semakin baik. Bolt mengklaim saat ini rata-rata kecepatan Internet Bolt berada dikisaran 15-20 Mbps.

“Kami sedang fokus untuk meningkatkan kecepatan. Akhir tahun ini, dengan peningkatan pelayanan, ditargetkan bisa mencapai kecepatan rata-rata 30 Mbps,” kata David. Untuk memperluas layanan, Bolt juga telah memperkuat sinyalnya di 70% mall Jakarta dengan sekitar 100 bangunan mall, gedung perkantoran, sekolah, universitas dan perumahan.

Di tahun 2015 nanti pun Devid memperkirakan peningkatan jumlah BTS akan mencapai 4000 untuk mengincar posisi kedua sebagai pemilik jumlah BTS terbanyak di Jabodetabek. Dengan adanya koneksi cepat 4G ini pihak Bolt memprediksi akan terjadi perubahan signifikan dalam dunia bisnis dalam memanfaatkan koneksi Internet seperti e-commerce, finansial, hingga layanan kesehatan. Kesuksesan Bolt mengimplementasikan teknologi 4G/TD-LTE pun dicontoh operator lain di India, Brasil, Malaysia, dan Myanmar.

Kehadiran Bolt dengan layanan 4G/TD-LTE sejak November 2013 lalu memang mendapat respons hangat dari konsumen di area Jabodetabek yang mendambakan koneksi internet yang lebih ngebut daripada 3G. Melalui produk Mobile WiFi-nya, BOLT! sudah memiliki 750.000 pelanggan. Agustus 2014 lalu, BOLT! menghadirkan sebuah paket telepon dan layanan internet yang menjadi satu melalui BOLT! 4G Powerphone. BOLT! 4G Powerphone tersedia dalam dua varian produk,  ZTE V9820 dan IVO V5, yang ditawarkan dengan harga Rp. 3.099.000 dan Rp. 2.099.000 (termasuk gratis bonus kuota 8GB).

Liryawati, Direktur Marketing PT Internux BOLT! Super 4G Lte, mengungkapkan bahwa dari 750.000 pelanggan produk Bolt Super 4G LTE, 90 persen di antaranya adalah pengguna Mobile WiFi-nya. Produk tersebut telah lebih dulu diluncurkan di pasaran pada Desember 2013. Dengan hadirnya Powerphone diharapkan ada penambahan 500.000 pengguna powerphone hingga akhir tahun ini. “Untuk target gabungan, powerphone dan mobile wifi, kami menargetkan 1,2 juta pelanggan sampai akhir tahun,” ujar Liryawati.

Bolt juga menanggapi perubahan skema tarif yang banyak diprotes pelanggan melalui forum, Twitter, dan Facebook Bolt. Awalnya paket Bolt punya kuota utama untuk 30 dan 60 hari, dan sangat menarik dibandingkan layanan internet operator lain. Dengan tarif baru, harga paketnya tetap, tapi kuota utama berkurang 50 persen dengan tambahan kuota bonus lebih besar. Masa berlaku kuota bonus yang terlalu pendek (7 Hari) untuk dihabiskan menjadi dasar protes pelanggan.

Liryawati, Direktur Marketing PT Internux BOLT! Super 4G menjelaskan “Saat Bolt meluncur pertama kali tahun 2013, memang tarif yang berlaku bersifat promosi dan bisa berubah sewaktu-waktu. Kami sendiri juga punya skema di mana tarif internet Bolt harus naik ketika pelanggan telah mencapai angka satu juta. Dengan jumlah pelanggan yang mendekati angka satu juta inilah, kami perlu mengubah tarif sesuai kebijakan yang sudah direncanakan.” Meski tarifnya berubah pihak Bolt mengklaim bahwa tarif mereka tetap lebih murah dibandingkan operator lain. (Deni Sukma)