Selular.ID – Bitget mulai membuka kembali layanan penarikan aset kripto secara bertahap setelah insiden keamanan pada 24 September 2026 yang menyebabkan aset sekitar US$388 juta atau lebih dari Rp6 triliun ditransfer keluar dari platform.
Pemulihan dimulai dengan penarikan Bitcoin (BTC) melalui jaringan Bitcoin dan BSC pada 28 September pukul 15.00 WIB. Penarikan Ethereum (ETH) dan Tether (USDT) menyusul pada 29 September 2026.
Sementara penarikan aset lainnya, fiat serta layanan peer-to-peer (P2P) dijadwalkan kembali tersedia mulai 2 Oktober pukul 15.00 WIB.
Bitget menyebut pembukaan kembali layanan dilakukan setelah perusahaan menerapkan pengamanan tambahan pada infrastruktur penarikan.
Ribuan Penarikan Bitcoin Diproses
Per 28 September pukul 16.00 WIB, Bitget mengklaim telah memproses 9.585 transaksi penarikan BTC melalui jaringan Bitcoin dan BSC dengan total sekitar 4.098 BTC.
CEO Bitget Gracy Chen juga telah memberikan penjelasan mengenai insiden keamanan, proses pemulihan layanan penarikan, serta langkah yang akan dilakukan perusahaan melalui sesi live bersama pengguna dan komunitas.
Berdasarkan hasil investigasi terbaru, sekitar US$388 juta aset diketahui ditransfer keluar selama serangan 24 September.
Baca juga:
- Bitget Dibobol Rp6,29 Triliun, Penarikan Dana Ditangguhkan
- Bitcoin Lampaui US$80.000, Pasar Kembali Optimis Usai Terpuruk dalam Beberapa Bulan
Bitget menegaskan angka tersebut merupakan hasil rekonsiliasi terbaru atas transaksi yang berkaitan dengan insiden awal, bukan transfer ilegal baru setelah sistem diamankan.
Investigasi independen yang dilakukan Mandiant dan SlowMist disebut telah selesai. Hasil investigasi mengarah pada eksploitasi kerentanan sebuah produk keamanan pihak ketiga.
Celah tersebut memungkinkan penyerang memperoleh kredensial internal dengan tingkat akses tinggi.
Kredensial kemudian digunakan untuk mengirimkan perintah penarikan palsu ke sistem wallet hingga mampu melewati pengendalian risiko.
Namun, Bitget menegaskan private key tidak berhasil disusupi dan cold wallet perusahaan tidak terdampak.
Bitget Perketat Sistem Keamanan
Setelah serangan tersebut, Bitget mengaku telah mengidentifikasi jalur serangan, menutup kerentanan dan memperkuat pengamanan pada infrastruktur penarikan.
Evaluasi juga dilakukan terhadap penggunaan produk keamanan pihak ketiga, kontrol akses internal, mekanisme verifikasi penarikan serta sistem pendeteksi aktivitas tidak normal.
Upaya melacak dan memulihkan aset yang dicuri juga masih berlangsung. Bitget bekerja sama dengan otoritas, bursa kripto, proyek blockchain, pakar keamanan dan sejumlah mitra industri.
Sebagian aset terdampak diklaim telah berhasil dibekukan. Perusahaan juga mempublikasikan alamat wallet yang teridentifikasi berkaitan dengan pelaku untuk membantu proses pelacakan.
Insiden 24 September tersebut menjadi kasus keamanan pertama yang dialami Bitget sejak perusahaan beroperasi delapan tahun lalu.
Cadangan Bitget Diklaim Masih 131 Persen
Di tengah proses pemulihan, Bitget turut merilis pembaruan Proof of Reserves (PoR) untuk menunjukkan kondisi cadangan aset setelah insiden.
Berdasarkan snapshot 29 September 2026 pukul 16.00 WIB, Bitget mencatat rasio cadangan keseluruhan sebesar 131%.
Seluruh 19 aset yang masuk dalam cakupan PoR disebut mempunyai rasio cadangan di atas 100%.
Rasio cadangan BTC tercatat 142%, ETH 110%, USDT 107%, USDC 154%, BNB 104%, XRP 107%, sementara sejumlah aset lainnya juga berada di atas rasio 1:1.
“Proof of Reserves menjadi sangat penting ketika pengguna ingin melihat dan memeriksa angkanya sendiri,” ujar Gracy Chen.
Menurutnya, publikasi PoR menjadi salah satu cara pengguna memeriksa kondisi cadangan Bitget secara mandiri melalui sistem verifikasi berbasis Merkle Tree.
Bitget juga menyatakan telah mengisi kembali User Protection Fund hingga lebih dari US$300 juta setelah insiden tersebut.
Pemulihan layanan menjadi ujian penting bagi Bitget setelah serangan bernilai ratusan juta dolar tersebut.
Selain mengembalikan seluruh layanan penarikan, tantangan berikutnya adalah membuktikan penguatan sistem keamanan mampu mencegah insiden serupa sekaligus mengembalikan kepercayaan pengguna.


