Selular.ID – Shenzhen Transsion Holdings Co., perusahaan induk merek smartphone Infinix, TECNO, dan itel, berhasil menghimpun dana sebesar HK$3,1 miliar atau sekitar US$390 juta (Rp6,9 triliun) melalui penawaran saham di Bursa Hong Kong.
Dana segar tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk asisten digital dan AI agent pada perangkat smartphone.
Transsion yang dikenal sebagai “Raja HP Afrika” menjual sebanyak 86,6 juta saham dengan harga HK$35,3 per saham, mendekati batas atas kisaran harga penawaran sebesar HK$38,8.
Perdagangan saham perusahaan yang berbasis di Shenzhen, China, tersebut dijadwalkan dimulai pada 15 Oktober 2026.
Baca juga:
- Raja HP Afrika Transsion Bidik Rp7,6 Triliun Usai IPO di Hong Kong: Infinix dan TECNO Gaspol AI
- Pasar Smartphone Global Kuartal III 2025: Transsion Melonjak, China Berkibar
Langkah ini dilakukan ketika saham Transsion yang tercatat di Bursa Shanghai telah mengalami penurunan sekitar 27% sepanjang tahun berjalan.
Aksi korporasi tersebut menjadi langkah strategis Transsion untuk memperkuat pendanaan sekaligus menghadapi persaingan industri smartphone global yang semakin mengandalkan teknologi AI.
Transsion Kuasai 53% Pasar Smartphone Afrika
Transsion merupakan salah satu produsen smartphone terbesar di pasar negara berkembang, terutama Afrika, Asia, dan sejumlah kawasan lainnya.
Perusahaan ini dikenal melalui tiga merek utamanya, yakni TECNO, Infinix, dan itel, yang menyasar berbagai segmen konsumen, mulai dari smartphone terjangkau hingga perangkat dengan fitur premium.
Di Afrika, Transsion menguasai sekitar 53% pasar ponsel berdasarkan volume penjualan unit.
Dominasi tersebut membuat perusahaan mendapat julukan “Raja Afrika” dalam industri smartphone.
Keberhasilan Transsion tidak terlepas dari strategi menghadirkan perangkat dengan harga kompetitif serta fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di pasar berkembang.
Namun, perusahaan kini menghadapi tantangan baru akibat meningkatnya biaya komponen, khususnya memori yang banyak dibutuhkan industri AI.
Lonjakan harga memori berpotensi menekan margin keuntungan produsen smartphone, terutama perusahaan yang mengandalkan penjualan perangkat dengan harga terjangkau.
Infinix dan TECNO Bakal Perkuat Teknologi AI
Dana hasil penawaran saham di Hong Kong akan dimanfaatkan Transsion untuk mempercepat pengembangan teknologi AI dan meningkatkan diferensiasi produknya.
Salah satu fokus perusahaan adalah pengembangan asisten AI dan AI agent yang dapat diintegrasikan ke dalam ekosistem perangkat pintar.
AI agent merupakan teknologi kecerdasan buatan yang dirancang untuk menjalankan tugas tertentu secara lebih mandiri berdasarkan instruksi pengguna.
Pengembangan teknologi tersebut berpotensi memperkuat daya saing smartphone Infinix dan TECNO di tengah meningkatnya tren perangkat berbasis AI.
Selain pengembangan fitur, investasi AI juga dapat menjadi bagian dari strategi Transsion untuk meningkatkan nilai tambah produk di luar persaingan harga dan spesifikasi perangkat keras.
Langkah ini sejalan dengan perubahan industri smartphone global, ketika produsen semakin berlomba menghadirkan kemampuan AI untuk fotografi, produktivitas, komunikasi, dan pengalaman pengguna.
Meski demikian, Transsion belum merinci alokasi dana untuk masing-masing merek maupun jadwal peluncuran produk yang akan menggunakan teknologi AI hasil pengembangan tersebut.
Investor Global Ikut Memborong Saham Transsion
Penawaran saham Transsion mendapat dukungan sejumlah investor institusional besar.
Beberapa investor utama yang berpartisipasi antara lain GIC Pte, E Fund Management Co., Millennium Capital, Golden Link Worldwide Ltd., serta divisi investasi Shenzhen Longsys Electronics Co.
Para investor tersebut memperoleh alokasi saham terjamin dengan komitmen mempertahankan kepemilikan setidaknya selama enam bulan.
Secara keseluruhan, investor utama telah berkomitmen membeli sekitar 37% dari penawaran dasar berdasarkan skenario harga maksimum.
Porsi tersebut dapat meningkat apabila harga final penawaran lebih rendah.
Dalam aksi korporasi ini, Citic Securities Co. bertindak sebagai sponsor tunggal penawaran saham Transsion.
Harga Memori Naik, Bisnis Smartphone Terancam
Penawaran saham Transsion berlangsung ketika investor global semakin selektif dalam menempatkan dana pada perusahaan teknologi.
Besarnya kebutuhan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur AI telah mendorong aktivitas penawaran saham di Hong Kong mencapai rekor kuartalan.
Namun, perusahaan di luar rantai pasok AI menghadapi tantangan dalam menarik minat investor.
Bagi Transsion, persoalan tersebut semakin kompleks karena meningkatnya biaya komponen memori yang berpotensi mengurangi keuntungan dari penjualan smartphone.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi merek seperti Infinix, TECNO, dan itel yang selama ini dikenal memiliki daya saing kuat di segmen harga terjangkau.
Di satu sisi, perusahaan perlu mempertahankan harga kompetitif untuk menjangkau konsumen di pasar berkembang.
Di sisi lain, Transsion harus meningkatkan investasi teknologi agar produknya tidak tertinggal dalam persaingan smartphone berbasis AI.
Keberhasilan menghimpun dana sekitar Rp6,9 triliun melalui penawaran saham Hong Kong memberikan tambahan sumber pendanaan bagi perusahaan untuk menjalankan strategi tersebut.
Dengan penguasaan pasar yang kuat di Afrika dan jaringan penjualan di berbagai negara berkembang, Transsion memiliki peluang memperluas adopsi teknologi AI melalui merek-merek smartphone miliknya.
Namun, keberhasilan strategi tersebut akan bergantung pada kemampuan perusahaan mengembangkan fitur AI yang relevan bagi konsumen, menjaga harga jual perangkat, dan mempertahankan profitabilitas di tengah kenaikan biaya komponen.


