Selular.ID -

Telkom Ajarkan AI ke 59 Guru, Ratusan Siswa Sekolah Rakyat Melek Digital

BACA JUGA

Selular.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggandeng Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan keterampilan digital kepada guru serta siswa Sekolah Rakyat.

Melalui program Connect.in-Spirasi, sebanyak 59 guru dan 537 siswa di Kulon Progo, Yogyakarta, mendapatkan pembekalan teknologi untuk menghadapi era digital.

Program bertajuk Connect.in-Spirasi: Yogyakarta Chapter 2026 tersebut berlangsung di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo pada 22–23 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom untuk memperluas akses pendidikan berbasis teknologi, terutama bagi siswa Sekolah Rakyat.

Baca juga:

Selain pelatihan penggunaan AI, Telkom juga menghadirkan pembelajaran sains dan teknologi, literasi digital, serta bantuan perangkat pendukung pendidikan.

Telkom Latih 59 Guru Gunakan AI

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan harus dibarengi peningkatan kemampuan tenaga pendidik.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, transformasi digital di sekolah tidak cukup hanya menghadirkan perangkat dan akses internet, tetapi juga memastikan guru mampu memanfaatkan teknologi dalam proses belajar-mengajar.

“Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-citanya,” ujar Nanang dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).

Ia menegaskan Telkom berkomitmen mendukung pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan pengembangan ekosistem pembelajaran digital.

“Kami berharap apa yang dilakukan melalui Connect.in-Spirasi dan upaya kami dalam menghadirkan ekosistem pendidikan digital dapat menjadi bagian dari perjalanan adik-adik di Sekolah Rakyat untuk berani bermimpi, terus belajar, dan mempersiapkan diri membangun masa depan Indonesia,” lanjutnya.

Sebanyak 59 guru mengikuti program Training of Trainers (ToT) pada Kamis (22/10/2026).

Dalam pelatihan tersebut, para guru mendapatkan pengenalan platform pembelajaran digital PIJAR serta materi pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.

Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai alat bantu untuk menyusun pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan sesuai kebutuhan siswa.

Sebanyak 537 Siswa Belajar Teknologi Digital

Tidak hanya menyasar tenaga pendidik, Telkom juga menggelar program Telkom Mengajar bagi 537 siswa Sekolah Rakyat pada Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan karyawan TelkomGroup sebagai sukarelawan pendidikan yang memberikan materi sesuai jenjang sekolah.

Siswa tingkat SD dan SMP mendapatkan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Sementara itu, siswa SMA mengikuti sesi Digital Awareness untuk meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan teknologi dan ruang digital secara bijak.

Melalui pendekatan interaktif, para siswa diajak mengenal perkembangan teknologi, mengembangkan kreativitas, serta memahami peluang yang ditawarkan dunia digital.

Program ini diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Telkom Bagikan Perangkat dan Akses Internet

Selain pelatihan, Telkom menyalurkan sejumlah bantuan untuk mendukung kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo.

Bantuan tersebut mencakup buku bacaan perpustakaan, paket perlengkapan sekolah, serta perangkat penyimpanan data berupa hard disk dan flash disk bagi guru.

TelkomGroup juga memberikan voucher Telkomsel, paket pembelajaran STEM, akses platform pendidikan PIJAR, dan dukungan konektivitas internet melalui Indibiz.

Dukungan ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem pembelajaran digital agar siswa dan guru dapat memanfaatkan teknologi secara lebih optimal.

Telkom turut menghadirkan program Telkom Peduli melalui sesi inspirasi yang melibatkan tokoh dari Kementerian Sosial, Danantara, Kejaksaan, serta kalangan profesional.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan mendengar pengalaman para narasumber mengenai pendidikan, karier, dan pengembangan diri.

Kemensos Apresiasi Digitalisasi Sekolah Rakyat

Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial, Robben Rico, mengapresiasi kolaborasi Telkom dalam mendukung pendidikan di Sekolah Rakyat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan BUMN memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan berkualitas.

Pemanfaatan teknologi juga dinilai dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan zaman.

Kolaborasi tersebut sejalan dengan agenda penguatan sumber daya manusia, pendidikan, sains, dan teknologi dalam program Asta Cita pemerintah.

Selain itu, Telkom memperkenalkan kepedulian lingkungan melalui pembagian goodie bag hasil pengolahan kembali material dari program TESA Dropbox.

Material tersebut dikumpulkan dari lebih dari 21 titik kantor Telkom di Indonesia sebelum diolah kembali melalui proses upcycling.

Pendidikan Digital Tak Cukup Hanya dengan Internet

Kehadiran program Connect.in-Spirasi menunjukkan bahwa digitalisasi pendidikan membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar penyediaan jaringan internet.

Ketersediaan perangkat, kemampuan guru, keterampilan digital siswa, serta materi pembelajaran yang relevan menjadi faktor penting agar teknologi benar-benar memberikan manfaat.

Bagi Sekolah Rakyat, pengenalan AI dan literasi digital sejak dini dapat membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi.

Melalui pelatihan 59 guru dan pembelajaran digital bagi 537 siswa, Telkom berupaya memperkuat kesiapan Sekolah Rakyat menghadapi perkembangan teknologi AI dan ekonomi digital.

Ke depan, keberhasilan program semacam ini perlu dilihat dari sejauh mana keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan belajar-mengajar serta membantu meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU