Selular.ID – HOKA Indonesia memperkenalkan Febby Rastanty sebagai brand ambassador terbaru pada Oktober 2026, sekaligus membuka babak baru kolaborasi yang menghubungkan pengalaman berlari dengan inovasi perlengkapan olahraga.
Dalam pengembangan pengalaman berlari, teknologi PROGLIDE™+ dan inovasi performa pada sepatu HOKA Clifton Pro menjadi fokus untuk membahas bagaimana teknologi sepatu dapat mendukung pelari dalam menjalani latihan dan menghadapi berbagai tantangan.
Pengumuman Febby sebagai brand ambassador disampaikan dalam acara HOKA 5,27K Social Run, bagian dari rangkaian Jakarta Running Festival (JRF) 2026.
Febby telah menyelesaikan tujuh ajang World Marathon Majors dan meraih gelar Seven Star Finisher.
Perjalanannya dari rutinitas lari 5K hingga menyelesaikan rangkaian maraton internasional menjadi konteks kolaborasi HOKA Indonesia dalam mengangkat konsistensi dan proses berlari.
Bagi Febby, lari bukan hanya tentang mengejar catatan waktu atau menyelesaikan perlombaan. Aktivitas ini memberinya ruang untuk menjernihkan pikiran di tengah kesibukan sebagai aktris.
Dalam perjalanannya, pemilihan perlengkapan lari juga menjadi bagian dari pengalaman yang menyertai latihan dan perlombaan.
“Seven Stars menjadi salah satu pencapaian yang berarti bagi saya, tetapi perjalanan menuju ke sana mengajarkan bahwa berlari bukan hanya tentang target. Lari memberi saya ruang untuk diri sendiri, menjernihkan pikiran, dan menikmati proses,” ujar Febby Rastanty, Brand Ambassador HOKA Indonesia.
PROGLIDE™+ dan Inovasi Performa Sepatu
Teknologi PROGLIDE™+ menjadi titik perhatian dalam pembahasan inovasi performa sepatu HOKA Clifton Pro.
Dalam konteks sepatu lari, teknologi yang diterapkan pada konstruksi dan sistem bantalan dapat memengaruhi pengalaman pelari ketika berlatih maupun mengikuti perlombaan.
Namun, penjelasan mengenai cara kerja PROGLIDE™+, material yang digunakan, serta dampaknya terhadap respons bantalan dan transisi langkah perlu merujuk pada spesifikasi resmi produk.
Materi pengumuman HOKA Indonesia yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci karakter teknis PROGLIDE™+ maupun kombinasi inovasi yang digunakan pada Clifton Pro.
Karena itu, klaim seperti peningkatan pengembalian energi, pengurangan beban kaki, atau efisiensi langkah belum dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi tersebut.
Informasi teknis itu penting bagi pelari yang ingin memahami perbedaan karakter sepatu berdasarkan kebutuhan latihan.
Sepatu untuk latihan harian, misalnya, dapat memiliki prioritas desain yang berbeda dari sepatu yang dirancang untuk mengejar performa saat perlombaan.
Rincian mengenai bobot, tinggi tumpukan bantalan (stack height), selisih tinggi tumit dan bagian depan (drop), serta komposisi sol dapat membantu menjelaskan posisi suatu produk dalam kategori sepatu lari.
Tanpa data resmi mengenai parameter tersebut, teknologi PROGLIDE™+ belum dapat dibandingkan secara terukur dengan sistem bantalan atau konstruksi sepatu lain.
Penjelasan yang lebih spesifik perlu didasarkan pada dokumentasi produk HOKA Clifton Pro, termasuk bagaimana teknologi tersebut dipadukan dengan komponen performa lainnya.
Pengalaman Febby Rastanty Menjalani Maraton
Perjalanan lari Febby dimulai dari kebiasaan sederhana sejak masa kuliah. Pada 2023, ia mengikuti Tokyo Marathon sebagai maraton pertamanya.
Jadwal syuting yang berubah-ubah membuatnya perlu mengatur waktu latihan di sela-sela pekerjaan, sekaligus menyesuaikan intensitas latihan dengan kondisi tubuh.
Febby kemudian menyelesaikan enam ajang World Marathon Majors sebelum memperoleh Six-Star Finisher di New York pada usia 29 tahun. Pada 2026, ia menuntaskan Sydney Marathon dan meraih bintang ketujuh untuk melengkapi gelar Seven Star Finisher.
Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan sesuai rencana. Keterbatasan waktu latihan dan pemulihan membuat Febby harus menyesuaikan kecepatan lari (pace) serta ekspektasinya.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa perlengkapan hanyalah salah satu bagian dari persiapan, sementara konsistensi latihan, pemulihan, dan pemahaman terhadap kondisi tubuh tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pelari.
“Dari lari lagi, lari terus, saya belajar untuk terus konsisten sambil mendengarkan tubuh, karena pada akhirnya rasa senang yang saya temukan dalam berlari menjadi alasan saya untuk terus melangkah,” kata Febby.
HOKA Clifton Pro dalam Konteks Kebutuhan Pelari
Febby sebelumnya menyebut beberapa sepatu HOKA yang mendukung aktivitas larinya, yakni Clifton, Rocket X 3, dan Skyward X 2. Ketiga nama tersebut hadir dalam konteks pengalaman pribadinya menggunakan produk HOKA.
Namun, materi yang tersedia belum memastikan apakah Clifton Pro merupakan produk yang sama dengan Clifton yang disebut Febby atau varian berbeda dengan konstruksi dan teknologi khusus.
Perbedaan nama produk perlu diperjelas sebelum karakteristik teknisnya dibandingkan. Pada lini sepatu lari, penamaan yang mirip tidak selalu berarti penggunaan material, bantalan, atau tujuan pemakaian yang identik. Informasi resmi mengenai posisi Clifton Pro dalam portofolio HOKA juga diperlukan untuk menjelaskan sasaran pengguna dan karakter performanya secara akurat.
Lucky Bagus, HOKA Indonesia Marketing Lead, mengatakan perjalanan Febby sejalan dengan nilai yang ingin dibawa merek tersebut, terutama dalam menikmati proses dan menjaga konsistensi.
“Febby memiliki semangat yang sejalan dengan nilai-nilai HOKA, terutama dalam cara dia menikmati proses dan konsisten untuk terus bergerak maju. Kami bangga dapat merayakan progres Febby sekaligus mendukung langkah-langkah berikutnya,” ujar Lucky.
Jakarta Running Festival 2026 akan menjadi ajang lari resmi pertama Febby di Indonesia bersama HOKA. Ia juga akan kembali berlari bersama HOKA Squad, termasuk Wahyu Setiawan, Betmen Manurung, dan Hendra Siswanto.
Kolaborasi ini menempatkan pengalaman pelari sebagai bagian dari komunikasi HOKA Indonesia dengan komunitas lari.
Sementara itu, untuk menilai kontribusi PROGLIDE™+ dan inovasi performa pada Clifton Pro secara teknis, diperlukan informasi resmi mengenai konstruksi, material, karakter bantalan, dan fungsi masing-masing teknologi.
Data tersebut akan memberikan dasar yang lebih jelas bagi pelari untuk memahami karakter sepatu dan menyesuaikannya dengan kebutuhan latihan maupun perlombaan.
Baca Juga: BRI dan Tokopedia Luncurkan Kartu Kredit Tokopedia Card


