Selular.ID -

Strava Ungkap Pola Latihan Pelari Indonesia Jelang JRF 2026

BACA JUGA

Selular.ID – Strava mengungkap pola latihan pelari di Indonesia menjelang Jakarta Running Festival (JRF) 2026 yang berlangsung pada 24 Oktober 2026.

Berdasarkan data aktivitas pengguna Strava selama persiapan menuju perlombaan, sebanyak 33% aktivitas lari dilakukan secara berkelompok.

Selain itu, pelari rata-rata berlatih setidaknya tiga hari setiap minggu, dengan durasi latihan lebih panjang pada akhir pekan dibandingkan hari kerja.

Data tersebut menggambarkan bagaimana pelari memanfaatkan aktivitas fisik, pencatatan latihan digital, dan komunitas untuk mempersiapkan diri menghadapi hari perlombaan atau race day.

Strava juga mencatat bahwa 92% peserta yang berhasil menyelesaikan JRF 2025 dan merekam aktivitasnya di platform tersebut merupakan anggota Strava Club, fitur komunitas yang memungkinkan pengguna terhubung dengan pelari lain berdasarkan minat atau kelompok tertentu.

Strava, aplikasi pelacakan aktivitas fisik yang memiliki lebih dari 200 juta pengguna di 185 negara, membagikan data tersebut sebagai bagian dari persiapannya menyambut JRF 2026.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Selain memperlihatkan kebiasaan latihan, platform ini menyoroti peran teknologi dalam membantu pelari mencatat perkembangan, memahami intensitas latihan, dan merayakan pencapaian bersama komunitas.

Salah satu cerita yang diangkat Strava adalah perjalanan Stanley Joewono, kreator Strava yang hidup dengan beta talasemia mayor.

Setelah memulai lari untuk meningkatkan kebugaran, Stanley kini mempersiapkan diri mengikuti Half Marathon pertamanya di JRF 2026.

“Awalnya, lari menjadi tantangan pribadi bagi saya untuk meningkatkan kebugaran, bukan fokus utama karena rutinitas saya lebih berfokus pada strength training dan conditioning,” ujar Stanley.

Ia menjelaskan bahwa pandangannya terhadap lari berubah ketika menyadari aktivitas tersebut menjadi sarana untuk menenangkan pikiran sekaligus memahami kemampuan tubuhnya.

Pengalaman itu membuat lari berkembang dari sekadar latihan fisik menjadi bagian penting dalam perjalanan kebugarannya.

Durasi Latihan Lebih Panjang pada Akhir Pekan

Data Strava memperlihatkan bahwa konsistensi menjadi bagian dari persiapan pelari menuju perlombaan. Selama periode latihan, pengguna rata-rata berlari setidaknya tiga hari setiap minggu.

Pola tersebut menunjukkan bahwa persiapan race day tidak hanya berkaitan dengan satu sesi latihan intensif, tetapi juga rutinitas yang dijalankan secara berkala.

Dari sisi durasi, rata-rata sesi lari pada hari kerja berlangsung selama 52 menit. Angka tersebut meningkat menjadi satu jam 17 menit pada akhir pekan.

Perbedaan ini memperlihatkan bahwa pengguna mengalokasikan waktu lebih panjang untuk berlari ketika memasuki Sabtu dan Minggu.

Meski demikian, angka tersebut merupakan rata-rata dari aktivitas yang tercatat di Strava selama persiapan race day.

Data itu tidak otomatis menggambarkan seluruh pelari di Indonesia, termasuk mereka yang tidak menggunakan aplikasi tersebut atau tidak merekam setiap sesi latihan.

Aktivitas berkelompok juga menjadi bagian dari pola latihan. Sebanyak 33% aktivitas lari yang tercatat selama persiapan race day dilakukan bersama orang lain.

Melalui Strava Clubs, pengguna dapat membangun koneksi dengan sesama pelari, mengikuti aktivitas komunitas, dan membagikan pencapaian mereka.

Data peserta JRF 2025 memberikan gambaran tambahan tentang keterlibatan komunitas. Sebanyak 92% pelari yang berhasil finis dan mencatat aktivitasnya di Strava tercatat sebagai anggota Strava Club.

Angka tersebut secara khusus merujuk pada peserta yang memenuhi kedua kriteria itu, bukan seluruh peserta JRF 2025.

Strava Menjadi Jurnal Latihan Stanley Joewono

Dalam mempersiapkan Half Marathon pertamanya, Stanley memanfaatkan Strava sebagai jurnal latihan pribadi. Ia menggunakan fitur Training Log dan Relative Effort untuk mencatat aktivitas serta memantau perkembangan latihannya.

Training Log membantu pengguna melihat riwayat aktivitas yang direkam di Strava, sedangkan Relative Effort memberikan gambaran mengenai beban latihan berdasarkan intensitas aktivitas yang tercatat.

Informasi tersebut dapat membantu pengguna mengevaluasi rutinitas latihan dari waktu ke waktu.

Bagi Stanley, pencatatan digital menjadi salah satu cara untuk memahami respons tubuh terhadap aktivitas fisik. Ia menggunakan informasi latihan sebagai bahan evaluasi agar dapat menyesuaikan rutinitasnya dengan kebutuhan dan kemampuan pribadi.

Pendekatan tersebut relevan dalam persiapan lomba jarak jauh, ketika pelari perlu mengatur frekuensi, durasi, dan intensitas latihan. Namun, data dari aplikasi tetap perlu dipahami sesuai konteksnya.

Relative Effort bukan alat diagnosis medis dan tidak menggantikan penilaian profesional terkait kondisi kesehatan atau program latihan.

Stanley juga menekankan arti kebersamaan dalam perjalanan menuju garis finis. Di JRF 2026, ia dijadwalkan mengikuti Half Marathon bersama Daffa Wardhana, yang juga merupakan anggota Strava Club.

“Saya sangat menantikan kesempatan untuk mengikuti Half Marathon pertama saya bersama Daffa. Lari memang perjalanan pribadi, tetapi berbagi momen penting ini dengan seseorang yang saya kenal pada race day membuat pengalaman ini terasa jauh lebih bermakna,” kata Stanley.

Kisah tersebut memperlihatkan sisi lain dari pencatatan aktivitas olahraga. Selain menyimpan data jarak, durasi, dan intensitas, platform digital seperti Strava juga menjadi ruang untuk berbagi proses latihan dan pencapaian dengan orang lain.

Strava dan Runna Dukung JRF 2026

Dalam Jakarta Running Festival 2026, Strava kembali hadir bersama Runna sebagai Official Training Partner.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pelari pada berbagai tahap perjalanan kebugaran, mulai dari membangun rutinitas hingga mempersiapkan diri mengikuti perlombaan.

Strava berfokus pada pencatatan aktivitas, pemantauan perkembangan, serta koneksi komunitas. Sementara itu, Runna dikenal sebagai platform pelatihan lari yang menyediakan panduan latihan terstruktur.

Kehadiran keduanya dalam JRF 2026 menghubungkan kebutuhan latihan dengan aktivitas komunitas yang menjadi bagian dari persiapan lomba.

Data aktivitas pengguna yang dibagikan Strava mencakup tiga aspek utama: frekuensi latihan, durasi sesi, dan aktivitas bersama.

Ketiganya memberikan gambaran tentang kebiasaan pengguna platform tersebut selama mempersiapkan diri menghadapi race day.

Di sisi lain, pengalaman Stanley Joewono menunjukkan bahwa tujuan setiap pelari dapat berbeda. Ada yang berfokus pada peningkatan kebugaran, ada pula yang menargetkan jarak lomba baru.

Pencatatan digital dan komunitas dapat mendukung proses tersebut, meski program latihan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Melalui partisipasinya di JRF 2026, Strava melanjutkan dukungan terhadap komunitas lari di Indonesia dengan menggabungkan pemantauan aktivitas dan interaksi antarpengguna.

Data yang dibagikan menjelang perlombaan juga memberikan gambaran tentang bagaimana pelari menggunakan teknologi untuk mendokumentasikan perjalanan latihan mereka hingga mencapai garis finis.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU