Selular.ID – Samsung Electronics memperkenalkan Galaxy SmartTag3 pada 30 September 2026 sebagai perangkat pelacak generasi terbaru untuk membantu pengguna menemukan barang pribadi maupun memantau lokasi hewan peliharaan.
Galaxy SmartTag3 membawa desain yang lebih kecil dan ringan, dukungan lintas sistem operasi untuk perangkat Galaxy dan iOS, jangkauan pencarian lebih luas, serta daya tahan baterai hingga 550 hari dalam penggunaan standar.
Galaxy SmartTag3 menjadi model pertama dalam lini SmartTag yang mendukung perangkat iOS. Melalui SmartThings Find, pengguna dapat melihat dan membagikan lokasi tag serta menggunakan fitur Search Nearby pada perangkat yang kompatibel.
Dukungan lintas platform ini memungkinkan sebuah tag tetap dapat digunakan ketika barang, seperti koper, dipinjam atau digunakan anggota keluarga yang memakai perangkat dengan sistem operasi berbeda.
Samsung Electronics juga memangkas ukuran fisik Galaxy SmartTag3. Volume perangkat disebut sekitar 35 persen lebih kecil, sementara bobotnya turun sekitar 33 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Bentuk yang lebih ringkas dirancang agar mudah dipasang pada kunci, tas kecil, koper, hingga kalung hewan peliharaan. Samsung turut menyediakan aksesori seperti Silicone Case dengan keyring dan Loop Case yang dijual terpisah.
Jangkauan Pencarian Mencapai 60 Meter
Samsung meningkatkan kemampuan pencarian Galaxy SmartTag3 melalui Bluetooth 6.0 Channel Sounding. Teknologi ini memungkinkan fitur Compass View memberikan panduan jarak dan arah hingga 60 meter dalam kondisi line-of-sight atau tanpa penghalang. Samsung menyebut jangkauan tersebut sekitar tiga kali lebih jauh dibandingkan generasi sebelumnya.
Ketika pengguna semakin dekat dengan objek yang dicari, teknologi Ultra-Wideband (UWB) dapat digunakan untuk memberikan panduan lokasi yang lebih presisi pada perangkat yang mendukungnya.
Samsung menyebut Compass View tersedia pada perangkat Galaxy dengan Android 12 atau lebih baru yang mendukung UWB atau Bluetooth Channel Sounding.
Untuk Bluetooth Channel Sounding, dukungan saat ini mencakup Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, Galaxy S26 Ultra, dan Galaxy S26 Plus.
Kemampuan pelacakan juga tidak hanya bergantung pada koneksi langsung antara SmartTag3 dan smartphone.
Saat tag berada di luar jangkauan perangkat pengguna, Galaxy Find Network dapat membantu memperbarui lokasinya melalui perangkat Galaxy lain yang berpartisipasi sebagai node pencarian. Samsung menyebut jaringan tersebut melibatkan lebih dari 900 juta perangkat Galaxy di seluruh dunia.
Kecepatan pembaruan lokasi tetap bergantung pada keberadaan perangkat Galaxy di sekitar, kondisi jaringan, pengaturan perangkat, dan kondisi wilayah.
Baterai Hingga 790 Hari
Galaxy SmartTag3 menggunakan baterai koin CR2032 yang dapat diganti. Samsung mengklaim perangkat mampu beroperasi hingga 550 hari dalam penggunaan standar dan hingga 790 hari ketika menggunakan Power Saving Mode.
Angka tersebut berasal dari simulasi pengujian internal Samsung sehingga masa pakai aktual dapat berubah sesuai pola penggunaan, kondisi lingkungan, dan merek baterai pengganti.
Mode hemat daya memiliki konsekuensi terhadap sejumlah fungsi. Samsung menyebut beberapa fitur seperti Compass View serta pengaturan volume dan nada dering dapat menjadi tidak tersedia dalam mode tersebut, sementara fungsi dasar pencarian melalui Bluetooth Low Energy tetap berjalan.
Selain pencarian berbasis permintaan pengguna, Galaxy SmartTag3 menghadirkan sejumlah fitur notifikasi proaktif.
Place Notification memungkinkan pengguna menentukan area tertentu dan menerima pemberitahuan ketika barang yang dipasangi tag bergerak masuk atau keluar dari area tersebut.
Samsung juga menyediakan Location History untuk melihat riwayat lokasi hingga tujuh hari serta Movement Detection Alert yang dapat memberi tahu pengguna ketika pergerakan terdeteksi dalam kondisi tertentu.
Galaxy SmartTag3 mempertahankan sertifikasi IP67 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Perangkat juga membawa NFC-powered Lost Mode yang memungkinkan informasi kontak atau pesan yang sebelumnya didaftarkan ditampilkan ketika tag ditemukan dan dipindai menggunakan perangkat yang mendukung NFC.
Tombol pada perangkat dapat dimanfaatkan untuk menjalankan rutinitas perangkat rumah pintar yang kompatibel melalui SmartThings.
Meski mendukung iOS, tidak seluruh fitur Galaxy SmartTag3 tersedia di platform Apple. Samsung menyatakan Compass View, Ring Phone, dan Left Behind Alert tidak tersedia pada iOS.
Ketersediaan fitur juga dapat berbeda berdasarkan perangkat, sistem operasi, wilayah, dan pasar. Samsung menyebut data lokasi pada pengalaman Galaxy SmartTag dienkripsi untuk membantu menjaga privasi pengguna.
Jay Kim, Executive Vice President sekaligus Head of Customer Experience Office, Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, mengatakan Galaxy SmartTag3 dikembangkan untuk kebutuhan pengguna dalam memantau barang dan hewan peliharaan dengan cara yang lebih sederhana.
Menurutnya, Galaxy Find Network menjadi bagian penting dari pengalaman pencarian yang ditawarkan perangkat tersebut.
Samsung Galaxy SmartTag3 akan tersedia lebih dulu di Korea Selatan mulai 7 Oktober 2026, kemudian Amerika Serikat, sementara pasar lainnya dijadwalkan menyusul pada 2027.
Perangkat tersedia dalam pilihan warna White dan Black. Samsung belum mencantumkan jadwal penjualan Galaxy SmartTag3 di Indonesia dalam pengumuman global tersebut.
Naskah ini sengaja tidak mencantumkan harga maupun jadwal Indonesia karena belum ada keterangan resmi Samsung mengenai dua informasi tersebut.


