Selular.ID -

Pasar PC Global Anjlok 20,1%, Harga RAM Menggila Gara-Gara AI

BACA JUGA

Selular.ID – Pasar komputer pribadi (PC) global mengalami penurunan tajam pada kuartal III 2026.

Pengiriman PC di seluruh dunia hanya mencapai 62,7 juta unit, merosot 20,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan IDC Quarterly Personal Computing Device Tracker yang dirilis International Data Corporation (IDC), Kamis (8/10/2026), penurunan ini menjadi yang kedua secara beruntun sepanjang 2026.

Sebelumnya, pasar PC global juga mengalami kontraksi sebesar 3,8% pada kuartal II 2026.

Menariknya, salah satu penyebab utama anjloknya pasar PC justru berasal dari pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memicu lonjakan permintaan komponen memori.

Harga RAM Melonjak, Industri PC Tertekan

Direktur Riset Perangkat Konsumen IDC, Jitesh Ubrani, menjelaskan bahwa kenaikan harga komponen memori menjadi faktor penting yang menekan pengiriman PC global.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Fenomena yang dikenal sebagai RAMmageddon tersebut terjadi ketika kebutuhan memori untuk infrastruktur AI meningkat pesat, sehingga pasokan komponen untuk perangkat konsumen semakin terbatas.

Akibatnya, biaya produksi komputer dan laptop meningkat, yang kemudian berpotensi mendorong kenaikan harga jual perangkat.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, sejumlah produsen PC memperbanyak persediaan sejak awal 2026 sebelum harga komponen semakin mahal.

Baca juga:

Namun, strategi tersebut justru membuat stok komputer menumpuk di jalur distribusi ketika memasuki kuartal III.

Distributor akhirnya lebih memilih menghabiskan persediaan yang sudah tersedia daripada melakukan pemesanan perangkat baru.

“Penumpukan stok ini mengganggu pola pengiriman PC yang biasanya meningkat pada kuartal III,” ujar Jitesh dalam pernyataan resminya.

Menurut IDC, distributor juga semakin berhati-hati menyimpan stok karena harga komputer yang lebih mahal berpotensi menekan permintaan konsumen.

Lenovo Tetap Raja PC, HP dan Dell Terpukul

Meskipun pasar PC global mengalami penurunan tajam, Lenovo masih mempertahankan posisinya sebagai produsen komputer terbesar dunia.

Pada kuartal III 2026, Lenovo mencatat pengiriman 14,9 juta unit dengan pangsa pasar 23,8%.

Namun, angka tersebut turun 22,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika Lenovo mengirimkan 19,3 juta unit PC.

HP menempati posisi kedua dengan pengiriman 10,3 juta unit atau turun 30,9% secara tahunan.

Pangsa pasar HP juga menyusut dari 19,1% menjadi 16,5%.

Sementara itu, Dell berada di posisi ketiga dengan pengiriman 7,6 juta unit, merosot 25% dibandingkan kuartal III 2025.

Pangsa pasar Dell turun dari 12,9% menjadi 12,1%.

Berikut lima besar produsen PC global berdasarkan data IDC kuartal III 2026.

Produsen Pengiriman Pangsa pasar Pertumbuhan tahunan
Lenovo 14,9 juta 23,8% -22,6%
HP 10,3 juta 16,5% -30,9%
Dell 7,6 juta 12,1% -25,0%
Apple 5,9 juta 9,5% -11,3%
Asus 5,5 juta 8,7% -8,6%

Apple dan Asus Lebih Tahan Banting

Di tengah anjloknya pengiriman PC global, Apple dan Asus menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan para pesaingnya.

Apple mencatat pengiriman 5,9 juta unit PC, turun 11,3% secara tahunan.

Meski mengalami penurunan, pangsa pasar Apple justru meningkat dari 8,5% menjadi 9,5%.

Kondisi serupa dialami Asus yang mencatat pengiriman 5,5 juta unit, turun 8,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pangsa pasar Asus meningkat dari 7,6% menjadi 8,7%.

Peningkatan pangsa pasar kedua perusahaan tersebut menunjukkan bahwa Apple dan Asus mampu mempertahankan posisi relatif lebih baik ketika industri PC global mengalami tekanan.

Harga Laptop dan PC Diprediksi Tetap Mahal

IDC memperkirakan tekanan terhadap pasar PC global masih berpotensi berlanjut hingga akhir 2026, bahkan memasuki 2027.

Selain kenaikan harga komponen memori akibat kebutuhan industri AI, pelemahan kondisi ekonomi makro turut memengaruhi daya beli konsumen.

Dalam jangka pendek, produsen dan distributor diperkirakan akan memperbanyak promosi untuk mengurangi stok komputer yang menumpuk di gudang.

Namun, diskon tersebut belum tentu mampu mengembalikan harga PC dan laptop ke level tahun sebelumnya.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi industri komputer, termasuk pasar Indonesia, karena konsumen berpotensi menunda pembelian perangkat baru ketika harga semakin tinggi.

Di sisi lain, lonjakan kebutuhan RAM untuk AI memperlihatkan adanya persaingan pasokan komponen antara industri pusat data dan perangkat konsumen.

Jika tekanan harga memori terus berlanjut, produsen PC harus mencari keseimbangan antara menjaga harga jual tetap kompetitif dan mempertahankan spesifikasi perangkat.

Dengan demikian, meskipun perkembangan AI membuka peluang baru bagi industri teknologi, lonjakan kebutuhan komponen justru menjadi salah satu faktor yang membebani pasar PC global sepanjang 2026.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU