Selular.ID – Kredivo memperluas jangkauan program edukasi keuangan Generasi Djempolan ke Kota Ambon, Maluku, guna mengimbangi lonjakan pembiayaan buy now pay later (BNPL) nasional yang menembus Rp31,56 triliun per Juli 2026
Inisiatif menyambut Bulan Inklusi Keuangan ini menyasar mahasiswa Universitas Pattimura dengan mengusung tema “Jago Atur Keuangan, Siap Hadapi Masa Depan”.
Indina Andamari, Chief Marketing Officer Kredivo, menjelaskan bahwa ekspansi edukasi ke kawasan Indonesia Timur terdorong oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi digital serta besarnya populasi usia muda di wilayah tersebut.
Penguatan literasi di Ambon juga berbanding lurus dengan lonjakan aktivitas pengguna aktif Kredivo di daerah tersebut yang mencatatkan kenaikan hingga 4,5 kali lipat sepanjang periode 2022 hingga 2025, dengan dominasi kelompok usia produktif 26 hingga 35 tahun.
“Penetrasi di Ambon ini melengkapi rangkaian kegiatan literasi finansial Kredivo di wilayah timur Indonesia setelah sebelumnya digelar di Makassar dan Kupang,”ujar Indina.
Indina menekankan bahwa pemahaman finansial merupakan fondasi utama yang wajib dimiliki masyarakat sebelum mengakses ekosistem keuangan digital.
Secara nasional, akumulasi rekening pembiayaan BNPL telah menembus 33,55 juta akun per Juli 2026, atau tumbuh 33,54 persen secara tahunan (year-on-year).
Temuan Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mencatat sebesar 57 persen pengguna platform Kredivo berasal dari generasi muda.
Riset terpadu tersebut juga mengungkapkan bahwa 65,7 persen pengguna Kredivo telah memiliki tingkat literasi keuangan yang baik (well-literate).
Rata-rata rasio utang terhadap pendapatan (Debt-to-Income Ratio) pengguna tercatat berada di kisaran 10 hingga 19 persen dari total penghasilan, angka yang tergolong berada dalam batas aman pengelolaan finansial.
Mengenai pola pemanfaatan layanan, sebanyak 51,4 persen responden mengaku menggunakan fasilitas pembiayaan digital untuk membantu pemenuhan kebutuhan harian.
Sementara itu, 32,4 persen responden memanfaatkannya untuk kebutuhan mendesak. Pemanfaatan kredit digital yang terencana dinilai mampu membantu pengaturan arus kas harian sekaligus membangun riwayat kredit bagi pengguna baru.
Evelin Watumlawar, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, menambahkan bahwa kemudahan akses layanan keuangan digital harus diimbangi kendali diri agar masyarakat tidak terjebak perilaku konsumtif akibat pengaruh fear of missing out (FOMO).
Evelin menggarisbawahi pentingnya penerapan prinsip pinjaman yang bertanggung jawab (responsible borrowing) serta kedisiplinan dalam pembagian anggaran bulanan.
Kredivo menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan kawasan Indonesia Timur sebagai fokus utama perluasan program edukasi finansial secara berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan digital yang inklusif, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan bagi seluruh lapisan masyarakat.


