Selular.ID -

OJK Sebut Transaksi Kripto Indonesia Meledak 12,87 Persen, Hal Ini Jadi Pemicu Utama

BACA JUGA

Selular.ID – Transaksi aset kripto di Indonesia kembali menggeliat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi kripto pada Agustus 2026 mencapai Rp23,16 triliun, melonjak 12,87 persen secara bulanan.

Kenaikan tersebut terjadi setelah aktivitas perdagangan kripto sempat mengalami penurunan dalam beberapa bulan sebelumnya.

Bersamaan dengan itu, jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia juga terus bertambah hingga mencapai 23,21 juta akun pada Agustus 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, menyebut pertumbuhan jumlah konsumen menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset keuangan digital masih terjaga.

Bitcoin Jadi Mesin Penggerak

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai membaiknya sentimen pasar global menjadi salah satu pemicu utama kenaikan transaksi kripto di Indonesia.

Menurutnya, Bitcoin menjadi penggerak utama karena harga aset kripto terbesar tersebut meningkat sekitar 25 persen pada Agustus 2026. Kenaikan harga tersebut kembali mendorong aktivitas investor ritel, baik pengguna lama maupun investor baru.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Bitcoin adalah penggeraknya,” ujar Yudho dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Baca juga:

Sentimen positif juga datang dari kondisi makroekonomi global. Kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed mulai mereda, harga minyak turun, sementara aliran dana institusional kembali masuk ke produk ETF Bitcoin.

ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus dana masuk bersih US$3,52 miliar sepanjang Agustus. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang 2026 dan jauh di atas US$172 juta pada Juli.

Bitcoin Tembus US$80.000, Transaksi Ikut Terdongkrak

Selain faktor fundamental, aktivitas perdagangan kripto juga mendapat dorongan dari pergerakan teknikal.

Yudho mencatat posisi short yang terlikuidasi pada Agustus mencapai US$6,55 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi long yang terlikuidasi sebesar US$3,16 miliar.

Kondisi tersebut dapat mempercepat pergerakan harga ketika Bitcoin menembus level psikologis tertentu. Salah satunya ketika Bitcoin kembali melewati US$80.000.

Dampaknya juga terasa di platform FLOQ. Nilai transaksi di platform tersebut meningkat sekitar 15 persen secara month-to-month (mtm) pada Agustus dibandingkan Juli.

Kenaikan transaksi terutama terjadi pada paruh kedua Agustus ketika Bitcoin kembali menembus level US$80.000.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU