Selular.ID – Kaspersky memperingatkan maraknya skema penipuan daring yang memanfaatkan peluncuran iPhone Duo, perangkat lipat Apple yang mulai dijual pada 23 Oktober 2026.
Pada 27 Oktober 2026, perusahaan keamanan siber tersebut mengungkap sejumlah situs palsu yang menawarkan perangkat dengan diskon, membuka pemesanan awal, hingga meminta data kontak calon pembeli.
Kampanye ini ditemukan menyasar pengguna di berbagai negara dengan menggunakan halaman berbahasa Inggris, multibahasa, dan Portugis.
Menurut Kaspersky, peluncuran produk teknologi premium kerap menjadi momentum bagi pelaku kejahatan siber untuk mencari korban.
Antusiasme konsumen yang ingin memperoleh perangkat terbaru lebih awal dimanfaatkan melalui penawaran yang terlihat meyakinkan, termasuk desain situs yang menyerupai tampilan resmi Apple dan promosi dengan batas waktu tertentu.
Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky, mengatakan pelaku penipuan memanfaatkan urgensi yang muncul saat perangkat unggulan memasuki pasar.
Mereka membangun kesan bahwa penawaran tersebut kredibel, kemudian mengarahkan calon korban ke komunikasi pribadi sebelum korban sempat memeriksa keasliannya.
“Bagi pelaku penipuan, pembeli perangkat unggulan adalah target yang sangat menguntungkan,” ujar Altukhova dalam keterangan Kaspersky. Menurutnya, konsumen yang bersedia mengeluarkan dana besar untuk perangkat premium juga berpotensi membagikan informasi pribadi atau pembayaran ketika menemukan penawaran yang dianggap menarik.
Situs Palsu Gunakan Diskon dan Hitung Mundur
Salah satu modus yang ditemukan Kaspersky adalah situs berbahasa Inggris yang menawarkan diskon 25 persen untuk pembelian iPhone Duo.
Halaman tersebut menggunakan elemen visual yang menyerupai identitas Apple dan menampilkan penghitung waktu mundur selama 30 menit.
Penghitung waktu itu dirancang untuk menciptakan tekanan agar pengunjung segera mengambil keputusan. Taktik semacam ini dapat membuat calon pembeli lebih fokus mengejar promosi daripada memeriksa alamat situs, identitas penjual, atau mekanisme transaksi yang ditawarkan.
Dalam proses pemesanan, situs tersebut meminta calon pembeli memasukkan informasi kontak dan alamat pengiriman. Namun, halaman itu tidak langsung meminta data kartu pembayaran.
Sebaliknya, pengunjung diberi tahu bahwa seorang manajer akan menghubungi mereka untuk mengatur pengiriman dan pembayaran.
Kaspersky memperingatkan bahwa pola tersebut dapat menjadi tahap awal penipuan. Setelah memperoleh informasi kontak korban, pelaku bisa melanjutkan komunikasi untuk meminta pembayaran atau menggali data tambahan.
Karena itu, tidak adanya permintaan informasi kartu pada tahap pertama bukan jaminan bahwa sebuah penawaran aman.
Pre-Order Palsu Meniru Proses Pembelian Resmi
Kaspersky juga menemukan halaman penipuan yang menyediakan pilihan bahasa dan mata uang. Situs tersebut menampilkan informasi mengenai fitur perangkat baru serta menawarkan pemesanan awal atau pre-order, sehingga terlihat seperti toko daring yang melayani konsumen dari berbagai wilayah.
Untuk meningkatkan kepercayaan, halaman itu mengklaim pengguna akan diarahkan ke situs resmi Apple. Namun, menurut temuan Kaspersky, pengalihan yang dijanjikan tidak terjadi sebagaimana diklaim.
Modus ini memperlihatkan bahwa tampilan profesional dan informasi produk yang terperinci tidak cukup untuk memastikan keaslian sebuah toko.
Pelaku dapat meniru elemen desain dan alur pemesanan yang lazim digunakan dalam perdagangan elektronik, sementara alamat situs dan pihak yang menerima pesanan tetap perlu diperiksa secara terpisah.
Selain itu, Kaspersky mengidentifikasi penawaran palsu berbahasa Portugis yang sejak awal berupaya memindahkan komunikasi ke aplikasi pesan.
Calon korban diminta memberikan nomor telepon yang terhubung dengan WhatsApp dan alamat surel agar penjual dapat memeriksa ketersediaan produk.
Permintaan tersebut berisiko membuka akses komunikasi langsung antara pelaku dan calon korban. Informasi kontak yang terkumpul dapat digunakan untuk melanjutkan pendekatan melalui pesan atau surel, termasuk upaya rekayasa sosial.
Istilah ini merujuk pada teknik manipulasi yang digunakan untuk membuat seseorang menyerahkan informasi atau melakukan tindakan tertentu.
Kaspersky tidak menyebutkan jumlah korban maupun nilai kerugian dari contoh-contoh penipuan tersebut dalam keterangan yang disampaikan. Temuan ini berfokus pada pola situs dan pendekatan yang digunakan untuk menarik calon pembeli iPhone Duo.
Kaspersky Bagikan Langkah Menghindari Penipuan
Untuk mengurangi risiko saat membeli perangkat baru, Kaspersky menyarankan konsumen melakukan transaksi melalui toko resmi atau penjual tepercaya.
Pembeli juga perlu memeriksa alamat URL secara teliti, termasuk ejaan nama organisasi dan domain situs, sebelum memasukkan informasi pribadi.
Pengguna disarankan tidak langsung percaya pada diskon besar, penawaran pre-order yang tidak terverifikasi, atau layanan pemeriksaan stok yang meminta data pribadi.
Jika sebuah halaman menggunakan hitung mundur untuk mendorong transaksi segera, calon pembeli sebaiknya memeriksa kembali identitas penjual sebelum melanjutkan proses pemesanan.
Kaspersky turut merekomendasikan penggunaan solusi keamanan yang mampu mendeteksi situs penipuan dan memblokir tautan phishing.
Phishing merupakan upaya menipu pengguna melalui situs, pesan, atau tautan yang dibuat untuk mencuri informasi sensitif, seperti kredensial akun dan data keuangan.
Perusahaan tersebut menyebut solusi konsumennya juga dikembangkan dengan fitur perlindungan terhadap penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Fitur yang disebutkan mencakup algoritma anti-phishing berbasis pembelajaran mesin, pemantauan perilaku secara waktu nyata, serta perangkat untuk mendeteksi kebocoran data dan pencurian identitas.
Untuk transaksi daring, konsumen juga dapat menggunakan kartu virtual khusus atau layanan pembayaran yang membatasi paparan informasi kartu utama.
Kaspersky menyarankan penyimpanan kredensial dan informasi keuangan melalui pengelola kata sandi, serta mengaktifkan autentikasi dua faktor atau 2FA pada akun dan aplikasi keuangan. Fitur tersebut menambahkan tahap verifikasi selain kata sandi ketika pengguna masuk ke akun.
Pemeriksaan riwayat transaksi secara berkala juga diperlukan agar aktivitas yang tidak dikenal dapat segera diketahui.
Langkah-langkah tersebut tidak menjamin seluruh penipuan dapat dihindari, tetapi membantu membatasi risiko ketika konsumen bertransaksi di internet.
Peringatan Kaspersky ini menempatkan verifikasi penjual sebagai bagian penting dalam pembelian perangkat premium, terutama ketika peluncuran produk memicu tingginya minat konsumen.
Sebelum memberikan data kontak, melakukan pembayaran, atau mengikuti instruksi dari penjual, calon pembeli perlu memastikan bahwa kanal transaksi benar-benar dapat dipercaya.


