Selular.ID – Samsung Electronics dikabarkan akan memangkas produksi smartphone seri Galaxy A sekitar 20% pada kuartal IV 2026, periode Oktober hingga Desember, dibandingkan target yang ditetapkan pada awal tahun.
Langkah yang dilaporkan media Korea Selatan, Electronic Times (ETNews), pada 26 Oktober 2026 itu disebut berkaitan dengan kenaikan harga chip memori dan keterbatasan pasokan komponen, yang meningkatkan biaya produksi ponsel kelas menengah dan entry-level.
Mengutip laporan tersebut, pesanan komponen untuk Galaxy A pada kuartal IV 2026 disebut telah dikurangi sekitar 20% dari rencana awal.
Jika dihitung dalam skala tahunan, penyesuaian itu diperkirakan setara dengan pengurangan sekitar 10 juta unit.
Namun, Samsung belum mengonfirmasi secara resmi angka pemangkasan produksi tersebut maupun dampaknya terhadap total produksi smartphone sepanjang 2026.
Tekanan biaya komponen juga dikabarkan mendorong Samsung mengalihkan sebagian sumber daya ke perangkat kelas premium, terutama seri Galaxy S dan Galaxy Z.
Kedua lini tersebut menjadi alternatif untuk menjaga profitabilitas ketika kenaikan harga memori dan komponen lainnya mempersempit ruang keuntungan pada ponsel berharga lebih terjangkau.
Kenaikan Harga Memori Tekan Biaya Produksi
Laporan ETNews menyebut kenaikan harga semikonduktor memori menjadi salah satu faktor utama di balik rencana penyesuaian produksi Galaxy A.
Memori mencakup RAM yang digunakan untuk menjalankan aplikasi serta penyimpanan internal untuk sistem operasi, aplikasi, dan data pengguna.
Pada sejumlah smartphone kelas bawah dan menengah, biaya memori dilaporkan telah menyumbang lebih dari separuh biaya produksi perangkat.
Kondisi tersebut membuat produsen semakin sulit mempertahankan harga jual dan margin keuntungan ketika harga komponen terus meningkat.
Selain memori, pasokan bahan untuk komponen seperti printed circuit board (PCB) dan multilayer ceramic capacitors (MLCC) juga menghadapi tekanan.
PCB merupakan papan sirkuit yang menghubungkan komponen elektronik, sedangkan MLCC berfungsi menyimpan muatan listrik dan membantu menjaga kestabilan rangkaian.
Menurut laporan tersebut, permintaan komponen untuk semikonduktor kecerdasan buatan (AI) turut memengaruhi ketersediaan bahan baku bagi industri smartphone.
Produsen komponen memiliki insentif untuk memprioritaskan produk yang memberikan nilai ekonomi lebih tinggi, sehingga pasokan bagi perangkat dengan margin lebih tipis berpotensi semakin terbatas.
Samsung sebelumnya dinilai memiliki posisi yang relatif kuat dalam pengadaan bahan baku dibandingkan sejumlah produsen smartphone asal China.
Namun, tekanan harga memori dan keterbatasan komponen disebut mulai memengaruhi strategi produksi perusahaan asal Korea Selatan tersebut.
Galaxy S dan Galaxy Z Berpotensi Mendapat Prioritas
Pemangkasan produksi Galaxy A yang dilaporkan ETNews berkaitan dengan upaya Samsung mengalokasikan sumber daya ke perangkat yang dinilai memiliki potensi keuntungan lebih besar.
Seri Galaxy A selama ini menjadi lini penting bagi Samsung di segmen harga terjangkau hingga menengah. Portofolionya mencakup perangkat seperti Galaxy A57, Galaxy A37, dan Galaxy A17 5G.
Beragam pilihan harga menjadikan seri tersebut salah satu penopang volume pengiriman smartphone Samsung.
Sebaliknya, Galaxy S merupakan lini flagship Samsung untuk pasar premium, sedangkan Galaxy Z mengusung desain ponsel lipat.
Kedua lini tersebut menempati segmen harga lebih tinggi dan menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam menawarkan perangkat dengan fitur serta teknologi unggulan.
ETNews melaporkan bahwa Samsung juga mempertimbangkan pengurangan produksi Galaxy A lebih dari 10% pada 2027.
Informasi itu berasal dari sumber industri yang dikutip media tersebut dan belum menjadi target produksi resmi yang diumumkan Samsung.
Jika penyesuaian itu benar-benar diterapkan, strategi produksi Samsung akan semakin menekankan pengelolaan biaya dan alokasi komponen di antara lini produknya.
Meski begitu, belum ada rincian mengenai model Galaxy A tertentu yang akan menerima pengurangan produksi paling besar.
Persaingan Samsung dan Apple Ikut Disorot
Dampak laporan pemangkasan produksi ini juga berkaitan dengan persaingan Samsung dan Apple di pasar smartphone global.
Menurut ETNews, seri Galaxy A menyumbang sekitar 70% dari total pengiriman smartphone Samsung. Angka tersebut menunjukkan pentingnya lini kelas menengah dan entry-level dalam mempertahankan volume pengiriman perusahaan.
ETNews juga mengutip perkiraan bahwa Samsung mengirimkan sekitar 230 juta hingga 240 juta smartphone per tahun.
Angka ini merupakan estimasi yang dilaporkan media tersebut, bukan konfirmasi bahwa jumlah pengiriman 2026 akan mencapai kisaran yang sama setelah penyesuaian produksi.
Persaingan pasar turut dipengaruhi oleh perubahan biaya komponen dan daya beli konsumen.
Ketika biaya produksi meningkat, produsen harus menentukan apakah kenaikan tersebut akan diteruskan ke harga jual, diserap melalui margin keuntungan, atau diimbangi dengan penyesuaian spesifikasi dan jumlah perangkat yang diproduksi.
Pada Agustus 2026, Counterpoint Research memperkirakan Samsung berpeluang memimpin pasar smartphone global sepanjang tahun, dengan selisih pangsa pasar yang sangat tipis terhadap Apple.
Namun, perkiraan tersebut tidak menjamin hasil akhir karena pengiriman perangkat masih dipengaruhi kondisi pasokan, permintaan, dan strategi masing-masing produsen.
Pemangkasan produksi Galaxy A, jika terealisasi sesuai laporan, dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan Samsung mempertahankan volume pengiriman.
Meski demikian, dampak akhirnya terhadap posisi perusahaan di pasar global belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rencana pengurangan produksi tersebut.
Harga dan Spesifikasi Ponsel Berikutnya Jadi Perhatian
Tekanan biaya komponen juga berpotensi memengaruhi strategi harga dan spesifikasi smartphone generasi berikutnya.
ETNews mengutip sumber industri yang memperingatkan bahwa pengurangan produksi dapat diikuti kenaikan harga peluncuran atau penggunaan komponen dengan spesifikasi lebih rendah pada sebagian perangkat.
Peringatan tersebut belum menunjukkan bahwa Samsung telah memutuskan menaikkan harga atau menurunkan spesifikasi Galaxy A generasi berikutnya.
Belum ada rincian resmi mengenai perubahan harga, konfigurasi kamera, jenis layar, maupun komponen lain pada model yang akan datang.
Bagi konsumen, perkembangan harga memori dan ketersediaan komponen menjadi faktor yang perlu diperhatikan ketika memilih smartphone kelas menengah.
Segmen ini mengandalkan keseimbangan antara harga, performa, kamera, layar, dan daya tahan baterai, sehingga perubahan biaya produksi dapat memengaruhi keputusan produsen dalam menentukan konfigurasi perangkat.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, pemangkasan produksi Galaxy A sebesar 20% dan rencana pengurangan lanjutan pada 2027 masih bersumber dari laporan media yang mengutip narasumber industri.
Konfirmasi Samsung mengenai skala penyesuaian, model yang terdampak, serta implikasinya terhadap harga jual dan ketersediaan produk masih diperlukan untuk memastikan arah strategi perusahaan berikutnya.


