Selular.ID – Garmin mengumumkan penerima Garmin Health Awards 2026 dalam rangkaian Garmin Health Summit yang berlangsung di Bangkok, Thailand.
Penghargaan tahunan tersebut diberikan kepada inovator yang mengembangkan solusi kesehatan digital dengan memanfaatkan Garmin Health Connected Ecosystem (GHCE), ekosistem integrasi perangkat wearable Garmin dengan Garmin Health API dan Software Development Kit (SDK).
Garmin Health Awards 2026 menghadirkan dua kategori penghargaan, yakni Expert’s Choice dan People’s Choice.
Montefiore Einstein dari Amerika Serikat meraih penghargaan Expert’s Choice melalui pemanfaatan data wearable untuk memantau aktivitas pasien kanker selama menjalani pengobatan.
Sementara itu, perusahaan kesehatan asal Australia, HeraMED, mendapatkan penghargaan People’s Choice berkat pengembangan platform kesehatan perempuan berbasis data dan kecerdasan buatan (AI).
Wakil Presiden Consumer Sales and Marketing Garmin, Susan Lyman, mengatakan para peserta dan penerima penghargaan menunjukkan berbagai pendekatan baru dalam memanfaatkan data wearable untuk mendukung layanan kesehatan dan kebugaran.
“Ketika data berkualitas tinggi dari perangkat wearable semakin penting untuk memberikan masukan yang personal dan pendekatan kesehatan serta kebugaran yang dapat disesuaikan, para peserta, finalis, dan pemenang Awards terus menunjukkan pemikiran visioner dalam membentuk ulang berbagai sektor, termasuk riset, layanan kesehatan, asuransi, dan bidang lainnya,” ujar Susan.
Montefiore Einstein dan HeraMED Raih Penghargaan

Dalam kategori Expert’s Choice, Garmin memberikan penghargaan kepada Montefiore Einstein, pusat layanan dan penelitian kanker yang berbasis di Amerika Serikat.
Institusi ini memanfaatkan Garmin Health Connected Ecosystem dalam studi prospektif terhadap pasien kanker yang menjalani radioterapi, kemoterapi, dan imunoterapi.
Penelitian tersebut menggunakan perangkat wearable Garmin untuk mengumpulkan data aktivitas harian pasien secara pasif.
Pendekatan ini memungkinkan tim peneliti memantau pola aktivitas sebelum dan selama pasien menjalani pengobatan tanpa mengharuskan mereka mencatat seluruh aktivitas secara manual.
Menurut deskripsi program yang disampaikan Garmin, studi tersebut menjadi yang pertama menunjukkan bahwa data dari wearable dapat dikumpulkan secara pasif sebelum terapi untuk membantu mengidentifikasi pasien yang berpotensi mengalami kesulitan selama proses pengobatan.
Pemanfaatan data aktivitas harian ini menjadi salah satu contoh penerapan teknologi wearable di sektor kesehatan.
Data yang dikumpulkan dapat memberikan informasi tambahan mengenai kondisi dan perubahan aktivitas pasien untuk mendukung penelitian klinis.
Sementara itu, kategori People’s Choice diberikan kepada HeraMED, perusahaan publik asal Australia yang mengembangkan layanan kesehatan perempuan berbasis teknologi dan AI.
Platform HeraMED dirancang untuk mendukung kebutuhan kesehatan perempuan dalam berbagai tahap kehidupan, mulai dari kehamilan, masa setelah melahirkan, menopause, hingga pengelolaan kondisi kronis.
Sistem tersebut mengintegrasikan data kesehatan untuk menyediakan dukungan yang lebih personal dan berkelanjutan.
Kedua penerima penghargaan memperoleh perangkat smartwatch dan fitness tracker Garmin dengan nilai hadiah hingga US$10.000 untuk masing-masing kategori.
113 Pengajuan dari 31 Negara

Garmin Health Awards 2026 menerima 113 pengajuan dari 31 negara. Para finalis kemudian mempresentasikan solusi mereka di hadapan dua kelompok juri, yakni panel pakar industri dan panel yang terdiri dari peserta Garmin Health Summit.
Penilaian mencakup sejumlah aspek, antara lain manfaat bagi pelanggan, kemampuan solusi untuk dikembangkan dalam skala lebih luas, keunikan, inovasi, kinerja, serta kesesuaian dengan bidang fokus Garmin Health.
Bidang tersebut meliputi layanan kesehatan dan penelitian, asuransi dan kesejahteraan karyawan, serta kebugaran dan wellness.
Cakupan ini memperlihatkan bahwa penggunaan data wearable tidak terbatas pada aktivitas olahraga, tetapi juga mulai diterapkan dalam pengembangan layanan kesehatan, pemantauan kondisi pengguna, dan program kesejahteraan di lingkungan kerja.
Garmin Health Connected Ecosystem menjadi salah satu infrastruktur teknologi yang mendukung penerapan tersebut.
Ekosistem ini menggabungkan perangkat wearable Garmin dengan Garmin Health API dan SDK.
API (Application Programming Interface) merupakan antarmuka yang memungkinkan aplikasi atau sistem berbeda saling bertukar data.
Sementara SDK (Software Development Kit) menyediakan perangkat pengembangan bagi pengembang untuk membangun integrasi dengan platform tertentu.
Melalui integrasi tersebut, organisasi dan pengembang dapat menghubungkan data dari perangkat Garmin ke aplikasi atau sistem yang mereka gunakan.
Data wearable kemudian dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing sektor, termasuk penelitian, layanan kesehatan, asuransi, dan kebugaran.
Garmin Health Summit Bahas Longevity dan Kesehatan Digital

Selain pengumuman penghargaan, Garmin Health Summit 2026 menghadirkan diskusi mengenai perkembangan teknologi wearable dan penerapannya di berbagai sektor.
Pada hari kedua, acara ini mempertemukan lebih dari 200 eksekutif dan pemimpin industri dari berbagai negara.
Salah satu topik yang dibahas adalah longevity dan healthspan. Longevity berkaitan dengan panjang usia seseorang, sedangkan healthspan merujuk pada rentang kehidupan ketika seseorang berada dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan aktivitas dengan baik.
Scott Burgett, Senior Director Garmin Health Engineering, memaparkan pemanfaatan data biometrik dari perangkat Garmin untuk mengevaluasi kedua aspek tersebut.
Diskusi juga melibatkan panelis internasional yang membahas pendekatan perawatan preventif dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung kesehatan jangka panjang.
Garmin turut menghadirkan Prof. Dr. Francesco Pagnini yang membagikan temuan awal dari sejumlah penelitian yang sedang berlangsung, termasuk proyek bersama European Space Agency (ESA) dan Angkatan Laut Italia.
Dalam penelitian tersebut, perangkat wearable Garmin digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara kondisi pikiran dan respons tubuh manusia ketika berada di lingkungan ekstrem.
Data biometrik dari perangkat menjadi salah satu sumber informasi untuk memahami respons fisiologis dalam kondisi yang menantang.
Agenda lain menghadirkan Dr. Sangita Reddy, Joint Managing Director Apollo Hospitals, melalui keynote bertajuk From Hospitals to Everywhere: Reimagining Care with AI and Technology.
Ia membahas potensi AI dan teknologi digital dalam memperluas akses layanan kesehatan, termasuk bagi komunitas yang belum memperoleh layanan secara memadai.
Sejumlah presentasi turut mengulas penerapan data wearable dalam penelitian dan pemantauan kesehatan.
Jaemy Park dari Thyroscope membahas penggunaan detak jantung saat tidur sebagai biomarker digital untuk mendukung perawatan kesehatan tiroid.
Dari Avera Research Institute, Dr. Amy Elliott selaku Chief Clinical Research Officer dan Dr. Christa Friedrich selaku Director of Research Operations mempresentasikan penelitian bertajuk From Wrist to Outcomes: Integrating Garmin Wearables into the NIH ECHO Study Across Pregnancy and Childhood.
Studi tersebut membahas integrasi perangkat wearable Garmin dalam penelitian NIH ECHO yang mencakup periode kehamilan hingga masa kanak-kanak.
Sementara itu, Dylan Hartley dari WHG Solutions membahas penggunaan teknologi pemantauan untuk membantu mengidentifikasi dan mengelola kelelahan pada pengemudi truk.
Topik ini berkaitan dengan aspek keselamatan kerja, mengingat kelelahan dapat memengaruhi konsentrasi dan respons seseorang saat berkendara.
Data Wearable untuk Mendukung Kesejahteraan

Pembahasan mengenai kesehatan digital dalam Garmin Health Summit juga mencakup kesejahteraan karyawan dan kesehatan mental di lingkungan kerja.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan depresi dan kecemasan menyebabkan hilangnya sekitar 12 miliar hari kerja setiap tahun secara global. Dampaknya terhadap produktivitas diperkirakan mencapai US$1 triliun per tahun.
Angka tersebut menggambarkan besarnya tantangan kesehatan mental di lingkungan kerja. Namun, data WHO itu merupakan estimasi global dan bukan pengukuran dampak langsung dari perangkat Garmin maupun solusi yang dipresentasikan dalam Summit.
Garmin Health Summit sendiri diselenggarakan setiap tahun di kota berbeda. Sebelum Bangkok, sejumlah kota yang pernah menjadi tuan rumah kegiatan ini antara lain New York City, Praha, dan Singapura.
Melalui forum tersebut, Garmin mempertemukan mitra teknologi, peneliti, penyedia layanan kesehatan, serta pelaku industri untuk membahas pengembangan dan integrasi data wearable.
Rangkaian Garmin Health Awards juga menjadi wadah untuk memperkenalkan solusi yang memanfaatkan ekosistem perangkat Garmin dalam penelitian dan layanan kesehatan digital.
Berbagai pembahasan di Bangkok menunjukkan luasnya bidang penerapan teknologi wearable, mulai dari pemantauan aktivitas pasien kanker, kesehatan perempuan, penelitian kehamilan, hingga pengelolaan kelelahan pekerja.
Garmin Health Connected Ecosystem menjadi platform integrasi yang menghubungkan perangkat wearable dengan sistem digital yang dikembangkan oleh organisasi dan mitra di berbagai sektor.


