Selular.ID -

Forum GRACS 2026 Upaya ISACA Indonsesia Bentengi Ekosistem AI dari Ancaman Siber

BACA JUGA

Selular.ID – Guna memperkuat komitmen terhadap sistem digital trust di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), cloud computing, dan analitik data,  ISACA Indonesia Chapter menyelenggarakan forum IT Governance, Risk Management, Assurance & Cybersecurity Summit (GRACS) 2026 pada Rabu (14/10/2026)  di Jakarta.

Harun Al Rasyid, President ISACA Indonesia Chapter, Harun Al Rasyid mengatakan, perkembangan teknologi digital yang masif mendorong organisasi bertransformasi lebih cepat.

Sekaligus menuntut kesiapan infrastruktur untuk menjaga akuntabilitas, keamanan data, dan perlindungan privasi secara berkelanjutan.

Melalui tema Digital Trust in Motion: Securing the Intelligent Ecosystem. KTT tahunan ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan kerangka kerja tata kelola TI yang terintegrasi.

“Percepatan adopsi teknologi oleh pelaku usaha wajib diimbangi dengan mitigasi risiko yang matang agar reputasi dan kepercayaan publik tetap terjaga,”ujar Harun Al Rasyid di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Harun Al Rasyid menuturkan, tata kelola, manajemen risiko, serta proteksi siber harus menyatu ke dalam proses pengambilan keputusan strategis di setiap organisasi.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Kecepatan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan organisasi untuk mengelola risiko dan menjaga kepercayaan. Digital trust bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga bagaimana tata kelola, manajemen risiko, assurance, dan keamanan siber diterapkan secara terintegrasi dalam pengambilan keputusan,” tambah Harun Al Rasyid

ISACA Indonesia Chapter menilai interkoneksi antarorganisasi yang kian erat memicu risiko siber tidak lagi dapat diisolasi secara individual.

Oleh sebab itu, sinergi antara regulator, penyedia teknologi, dan sektor bisnis menjadi fondasi utama dalam menciptakan pertahanan siber yang tangguh.

Pelaksanaan GRACS 2026 menjadi modal penting bagi Indonesia untuk membangun standar praktik terbaik di bidang manajemen risiko dan assurance.

Penguatan kompetensi profesional secara konsisten diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi digital nasional yang aman, transparan, dan terpercaya bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:Anthropic Incar Tetangga Indonesia Bangun Data Center AI, Siapkan Investasi Jumbo

Forum strategis ini menghimpun regulator, jajaran pemimpin industri, akademisi, serta 500 praktisi profesional dari berbagai sektor guna membahas tantangan tata kelola dan keamanan siber pada ekosistem cerdas modern.

Pertemuan ini turut menghadirkan perwakilan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Pertamina, ITSEC Asia, PrivyID, ID-CERT, serta HCLSoftware.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU