Selular.ID -

DeepSeek Makin Bermasalah, 10 Kali Gangguan Sepanjang 2026

BACA JUGA

Selular.ID – Layanan kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, kembali mengalami gangguan serius.

Platform yang sempat mengguncang dominasi ChatGPT itu dilaporkan mengalami gangguan hampir lima jam pada Oktober 2026, menambah panjang daftar masalah teknis yang sudah terjadi sedikitnya 10 kali sepanjang tahun ini.

Gangguan terbaru menimpa layanan Application Programming Interface (API) DeepSeek pada 15 Oktober 2026, sehingga berpotensi menghambat aktivitas pengembang aplikasi dan perusahaan yang mengandalkan teknologi AI tersebut.

Mengutip laporan Yicai Global, layanan API DeepSeek mengalami gangguan mulai pukul 08.11 hingga 13.04 waktu setempat, atau berlangsung selama empat jam 53 menit.

Baca juga:

Insiden yang terjadi pada jam kerja tersebut membuat DeepSeek menyampaikan permintaan maaf dan menjanjikan kompensasi kepada pengguna terdampak.

DeepSeek Gangguan Hampir Lima Jam

API merupakan komponen penting yang memungkinkan aplikasi pihak ketiga terhubung dengan model kecerdasan buatan DeepSeek.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Melalui layanan ini, pengembang dan perusahaan dapat mengintegrasikan kemampuan AI untuk menjalankan chatbot, otomatisasi pekerjaan, analisis data, hingga berbagai layanan digital lainnya.

Ketika API mengalami gangguan, aplikasi yang bergantung pada sistem tersebut berisiko mengalami keterlambatan respons atau tidak dapat menjalankan fitur AI secara normal.

Bagi perusahaan yang menggunakan DeepSeek untuk mendukung operasional bisnis, gangguan selama hampir lima jam berpotensi menghambat produktivitas dan pelayanan kepada pelanggan.

DeepSeek mengakui adanya masalah pada layanannya dan menyatakan tengah melakukan investigasi serta perbaikan sistem.

DeepSeek Siapkan Kompensasi hingga Jutaan Rupiah

Sebagai bentuk tanggung jawab, DeepSeek mengumumkan pemberian kompensasi kepada pengguna API yang terdampak gangguan.

Besaran kompensasi dihitung berdasarkan penggunaan layanan dan pengeluaran masing-masing akun selama periode 8–14 Oktober 2026.

Berdasarkan unggahan sejumlah pengguna di media sosial, nilai kompensasi yang diberikan bervariasi.

Sebagian pengguna menerima kompensasi dalam jumlah kecil, sementara pengguna lainnya melaporkan nilai lebih dari 1.000 yuan atau sekitar US$149, setara lebih dari Rp2 juta.

Perbedaan nominal tersebut mencerminkan variasi penggunaan layanan API oleh masing-masing pelanggan.

Namun, perusahaan belum mengungkapkan total dana yang disiapkan untuk kompensasi maupun jumlah keseluruhan pengguna yang terdampak.

Sudah 10 Kali Gangguan Sepanjang 2026

Gangguan terbaru semakin menyoroti persoalan stabilitas infrastruktur DeepSeek.

Berdasarkan catatan status layanan perusahaan, sedikitnya 10 gangguan besar dilaporkan sepanjang 2026.

Masalah yang terjadi mencakup layanan tidak dapat diakses hingga penurunan performa sistem.

Sebelumnya, pada 15 September 2026, platform web dan API DeepSeek juga mengalami gangguan sebagian selama sekitar tiga jam.

Frekuensi gangguan tersebut menjadi perhatian karena semakin banyak pengembang dan perusahaan yang memanfaatkan DeepSeek sebagai bagian dari infrastruktur aplikasi AI mereka.

Untuk mengurangi risiko kejadian serupa, DeepSeek menyatakan sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keandalan sistem.

Salah satu fokus perbaikannya adalah menghilangkan single point of failure, yakni komponen tunggal yang apabila mengalami kerusakan dapat menyebabkan gangguan pada keseluruhan layanan.

Kapasitas Server DeepSeek Diduga Jadi Masalah

Sejumlah analis industri AI menduga gangguan DeepSeek berkaitan dengan keterbatasan kapasitas komputasi.

Permintaan pengguna yang tinggi membutuhkan kemampuan server dan infrastruktur pemrosesan data yang memadai agar layanan tetap stabil.

Jika kapasitas tersebut tidak mampu mengimbangi lonjakan permintaan, kinerja sistem berpotensi menurun.

Meski demikian, dugaan keterbatasan komputasi belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan terbaru.

DeepSeek juga belum mengungkapkan secara terperinci akar masalah yang menyebabkan API tidak berfungsi normal selama hampir lima jam.

Sempat Mengguncang ChatGPT, Kini Stabilitas Jadi Tantangan

DeepSeek mencuri perhatian industri teknologi global pada Januari 2025 setelah memperkenalkan model AI R1.

Model tersebut dikenal memiliki kemampuan penalaran yang kompetitif dengan pendekatan biaya pengembangan dan operasional yang diklaim lebih efisien dibandingkan sejumlah pesaing.

Kemunculannya bahkan disebut investor teknologi Silicon Valley, Marc Andreessen, sebagai “momen Sputnik AI”, menggambarkan besarnya dampak DeepSeek terhadap persaingan kecerdasan buatan global.

Namun, kemampuan model AI yang canggih tidak otomatis menjamin keandalan layanan bagi pengguna bisnis.

Bagi pengembang aplikasi dan perusahaan, stabilitas API menjadi faktor penting karena gangguan layanan dapat berdampak langsung terhadap operasional.

Rentetan sedikitnya 10 gangguan sepanjang 2026 menjadi tantangan serius bagi DeepSeek untuk mempertahankan kepercayaan pengguna di tengah persaingan industri AI global.

Jika persoalan keandalan infrastruktur tidak segera teratasi, keunggulan teknologi dan efisiensi biaya yang selama ini menjadi daya tarik DeepSeek berisiko kehilangan sebagian nilainya di mata pelanggan perusahaan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU