Selular.ID -

Amar Bank Sediakan Tabungan Digital dengan Proteksi AI Lewat Brankas

BACA JUGA

Selular.ID – Bank Amar Indonesia meluncurkan fitur tabungan Brankas pada aplikasi Amar Bank pada 15 Agustus 2023.

Fitur ini dirancang untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi dana nasabah dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), di tengah meningkatnya risiko kejahatan finansial dan rekayasa sosial dalam layanan keuangan digital.

Melalui Brankas, Amar Bank menawarkan konsep tabungan digital yang dilengkapi perlindungan berlapis.

Fitur tersebut ditujukan terutama untuk membantu nasabah menyimpan dana jangka panjang dengan tingkat keamanan tambahan, termasuk menghadapi risiko seperti kehilangan kata sandi, pencurian ponsel, penyalahgunaan kartu debit, hingga malware yang terpasang pada perangkat.

Peluncuran Brankas dilakukan Amar Bank dengan mengusung tema “Nabung Tanpa Waswas”. Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, mengatakan fitur tersebut dikembangkan berdasarkan kekhawatiran nasabah terhadap perkembangan kejahatan finansial yang semakin beragam.

“Fitur Brankas dari Amar Bank lahir dari pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan nasabah dalam menghadapi maraknya kejahatan finansial,” ujar Vishal Tulsian.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Vishal, edukasi mengenai keamanan digital tetap penting, tetapi langkah perlindungan tambahan juga dibutuhkan karena nasabah masih berpotensi menjadi korban kejahatan finansial.

Amar Bank kemudian mengembangkan Brankas sebagai salah satu pendekatan teknologi untuk menambah perlindungan terhadap dana nasabah.

Peluncuran fitur tersebut berlangsung ketika penggunaan layanan perbankan digital terus berkembang.

Dalam materi Amar Bank yang merujuk riset Bank Indonesia mengenai kejahatan keuangan dalam pembayaran digital, nilai transaksi perbankan digital pada 2022 disebut mencapai Rp52.545,8 triliun atau meningkat 28,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan transaksi digital juga berjalan beriringan dengan risiko penipuan. Amar Bank mengutip riset Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada pada 2022 yang menyebut 66,6 persen responden pernah menjadi korban penipuan digital.

Amar Bank juga melakukan survei bersama Jakpat yang menunjukkan sekitar 83 persen responden masih menerima pesan penipuan online dalam tiga bulan terakhir. Dari kelompok penerima pesan tersebut, sekitar satu dari tiga responden disebut menjadi korban kejahatan finansial.

Menggunakan Teknologi AI

Salah satu teknologi yang menjadi bagian dari Brankas adalah panggilan video berbasis AI. Teknologi tersebut digunakan sebagai bagian dari mekanisme perlindungan berlapis yang dirancang Amar Bank untuk memberikan akses kepada nasabah yang memiliki otoritas.

Amar Bank menyebut lapisan keamanan tersebut disesuaikan dengan karakter masing-masing nasabah. Pendekatan ini ditujukan untuk menambah hambatan bagi pihak yang tidak berwenang ketika mencoba mengakses dana yang disimpan dalam fitur Brankas.

Konsep perlindungan berlapis juga diarahkan untuk mengantisipasi sejumlah skenario yang dapat mengancam keamanan dana.

Risiko yang disebut Amar Bank mencakup kehilangan kata sandi, pencurian smartphone, penyalahgunaan kartu debit, serta malware yang tidak sengaja terpasang pada perangkat.

Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan penggunaan teknologi dalam layanan keuangan tidak hanya ditujukan untuk memberikan kemudahan transaksi, tetapi juga perlu memberikan dampak positif terhadap keamanan dan kehidupan nasabah.

Dalam peluncuran Brankas, pengamat keamanan perbankan Alfons Tanujaya menilai perlindungan dana nasabah menjadi salah satu tantangan penting bagi industri perbankan di tengah perkembangan kejahatan finansial.

Menurut Alfons, penerapan perlindungan berlapis berbasis AI dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan keamanan tanpa menghilangkan aspek kenyamanan dalam penggunaan layanan perbankan digital.

Brankas menjadi bagian dari strategi Amar Bank sebagai bank digital yang mengembangkan layanan berbasis teknologi.

Bank tersebut menyatakan fokusnya mencakup layanan keuangan bagi segmen ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk kelompok masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan.

Dari sisi pengguna, fitur keamanan tambahan juga menjadi relevan ketika aktivitas perbankan semakin bergeser ke perangkat digital.

Smartphone kini tidak hanya digunakan untuk komunikasi dan hiburan, tetapi juga menjadi perangkat utama untuk mengakses rekening, melakukan pembayaran, serta mengelola keuangan.

Amar Bank melalui Brankas mencoba menempatkan perlindungan dana sebagai bagian dari pengalaman perbankan digital.

Teknologi AI digunakan sebagai salah satu komponen dalam sistem keamanan, sementara nasabah tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan akun dan perangkat yang digunakan.

Pengembangan fitur tersebut sekaligus menunjukkan pendekatan Amar Bank dalam menggabungkan layanan tabungan digital dengan teknologi keamanan.

Brankas dirancang sebagai tempat penyimpanan dana jangka panjang dengan lapisan proteksi tambahan, bukan sekadar fitur transaksi harian.

Amar Bank menyatakan akan terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi untuk menyediakan layanan keuangan digital bagi masyarakat dan UMKM.

Pengembangan tersebut juga ditempatkan sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan keamanan dalam ekosistem keuangan digital di Indonesia.

Baca Juga: Amar Bank Targetkan Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan di 2025

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU