Selular.ID -

Siloam Berhasil Implantasi LVAD, Alat Bantu Pompa Mekanis untuk Pasien Gagal Jantung

BACA JUGA

Selular.ID – Siloam Hospitals Kebon Jeruk mencatat pencapaian baru dalam layanan gagal jantung stadium lanjut dengan menjadi rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang melakukan implantasi Left Ventricular Assist Device (LVAD).

Melalui Advanced Cardiac Care Clinic (ACCC), tim medis Siloam Hospitals Kebon Jeruk berhasil melakukan dua prosedur implantasi LVAD dalam waktu kurang dari satu bulan.

LVAD merupakan pompa jantung mekanis yang ditanamkan untuk membantu ventrikel kiri, yaitu ruang jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh.

Perangkat ini dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien gagal jantung stadium lanjut yang memenuhi kriteria klinis tertentu, terutama ketika terapi medis optimal tidak lagi memberikan hasil yang memadai.

Pencapaian tersebut diumumkan Siloam Hospitals Kebon Jeruk bertepatan dengan World Heart Day 2026 yang diperingati pada 29 September.

Tahun ini, peringatan tersebut mengangkat tema global “Don’t Miss a Beat” yang menyoroti pentingnya menjaga kesehatan jantung.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Kebutuhan terhadap layanan penanganan penyakit jantung masih menjadi bagian penting dari sistem kesehatan Indonesia.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kementerian Kesehatan RI, prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter mencapai 0,85% secara nasional atau secara estimasi setara dengan sekitar 2,4 juta penduduk Indonesia.

Siloam Hospitals Kebon Jeruk juga menyebut Kementerian Kesehatan menempatkan penyakit jantung sebagai salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia.

Kondisi tersebut mendorong pengembangan layanan khusus untuk pasien dengan gagal jantung stadium lanjut yang membutuhkan penanganan lebih kompleks.

Dua Implantasi dalam Kurang dari Satu Bulan

Siloam Hospitals Kebon Jeruk menghadirkan Advanced Heart Failure Center, pusat layanan yang menangani pasien gagal jantung stadium lanjut melalui pendekatan multidisiplin. L

ayanan tersebut mencakup diagnosis, optimalisasi terapi medis, hingga pilihan terapi lanjutan menggunakan perangkat seperti LVAD.

Implantasi pertama dilakukan terhadap pasien laki-laki berusia 44 tahun menggunakan HeartMate 3 LVAD dari Abbott.

Siloam menyebut perangkat tersebut telah digunakan pada lebih dari 42.000 pasien secara global dan memiliki basis data klinis yang luas.

Kurang dari satu bulan setelah prosedur pertama, tim Siloam Hospitals Kebon Jeruk kembali melakukan implantasi LVAD pada pasien kedua.

Dua prosedur dalam periode tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan implantasi LVAD yang dapat dilakukan secara berkelanjutan di rumah sakit tersebut.

Inge Samadi, Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, mengatakan pengembangan layanan gagal jantung stadium lanjut diarahkan untuk memperluas akses pasien Indonesia terhadap teknologi dan keahlian medis.

“Menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia dengan Advanced Heart Failure Center bukanlah gelar yang kami kejar, melainkan wujud dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan penanganan gagal jantung stadium lanjut yang komprehensif di Indonesia,” ujar Inge.

Menurut Inge, kehadiran layanan tersebut diharapkan membuat pasien memiliki akses terhadap teknologi, keahlian medis, dan pilihan terapi yang sebelumnya mungkin mengharuskan mereka mencari pengobatan di luar negeri.

Hospital Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Melissa, MARS, mengatakan keberhasilan dua prosedur dalam waktu kurang dari satu bulan menunjukkan kesiapan sistem dan tim yang dibutuhkan untuk menangani prosedur kompleks tersebut.

“Keberhasilan satu kasus merupakan pencapaian penting. Namun, keberhasilan dua kasus dalam waktu kurang dari satu bulan menunjukkan kesiapan sistem, tim, dan kapabilitas yang telah kami bangun,” kata dr. Melissa.

Didukung Tim Multidisiplin

Implantasi LVAD merupakan prosedur kompleks yang membutuhkan koordinasi sejumlah tenaga medis dengan keahlian khusus, termasuk dokter spesialis jantung serta dokter spesialis bedah toraks-kardiovaskular.

Tim yang terlibat dalam prosedur di Siloam Hospitals Kebon Jeruk terdiri dari dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA, bersama dr. Maizul Anwar, Sp.BTKV(K) dan dr. Sugisman, Sp.BTKV, Subsp.JD (K).

Tim tersebut telah menjalani pelatihan intensif bersama ahli LVAD internasional sebagai bagian dari persiapan menghadapi prosedur dengan tingkat kompleksitas tinggi.

dr. Leonardo Paskah Suciadi mengatakan LVAD dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien gagal jantung stadium lanjut, termasuk pasien yang menghadapi keterbatasan pilihan transplantasi jantung.

“Bagi kami, LVAD bukan sekadar sebuah prosedur, tetapi pilihan terapi yang dapat membuka harapan baru bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut, khususnya bagi mereka yang menghadapi keterbatasan pilihan transplantasi jantung,” ujar Leonardo.

Perangkat HeartMate 3 yang digunakan dalam prosedur tersebut merupakan LVAD generasi terbaru yang menggunakan teknologi Full MagLev Flow Technology.

Teknologi ini menjadi bagian dari sistem pompa mekanis yang membantu aliran darah dari ventrikel kiri menuju sirkulasi tubuh.

Berdasarkan data studi klinis MOMENTUM 3 yang disampaikan pada pertemuan European Society of Cardiology (ESC) 2022, tingkat kelangsungan hidup lima tahun pada pasien yang mendapatkan terapi LVAD dalam studi tersebut mencapai 58,4%.

Terapi LVAD juga memiliki rekomendasi kelas 1A dalam pedoman AHA/ACC/HFSA yang dirujuk dalam materi Siloam. Klasifikasi tersebut merupakan tingkat rekomendasi tertinggi dalam pedoman klinis tersebut.

Namun, penggunaan LVAD tetap bergantung pada evaluasi kondisi dan kriteria klinis masing-masing pasien.

Siloam Hospitals Kebon Jeruk menempatkan implantasi LVAD sebagai bagian dari pengembangan layanan Advanced Heart Failure Center.

Pengembangan tersebut mencakup rangkaian penanganan mulai dari diagnosis, pengelolaan terapi medis hingga pilihan terapi berbasis perangkat bagi pasien yang memenuhi kriteria.

Pencapaian dua implantasi dalam waktu kurang dari satu bulan juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit memperluas pilihan penanganan gagal jantung stadium lanjut di Indonesia.

Layanan tersebut menggabungkan keahlian dokter spesialis, tim multidisiplin, teknologi LVAD, serta pemantauan pasien sesuai kebutuhan klinis.

Pengumuman pada World Heart Day 2026 menjadi momentum bagi Siloam Hospitals Kebon Jeruk untuk memperkenalkan kapabilitas tersebut sekaligus menegaskan pengembangan layanan gagal jantung stadium lanjut sebagai salah satu bagian dari layanan kardiovaskularnya di Indonesia.

Baca Juga: Siloam Hospital Kembangkan Telehealth

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU