Selular.ID -

iPhone Duo Datang, Saham Erajaya (ERAA) Melesat 48% Tahun Ini

BACA JUGA

Per 30 Juni 2026, Erajaya Swasembada membukukan laba bersih Rp784,02 miliar, naik 37,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp568,29 miliar.

Laba per saham dasar ikut meningkat dari Rp36 menjadi Rp50,09.

Pertumbuhan tersebut ditopang penjualan yang mencapai Rp42,89 triliun, meningkat 22,4% dibandingkan Rp35,04 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba kotor juga meningkat dari Rp3,96 triliun menjadi sekitar Rp4,79 triliun.

Dengan kata lain, apabila iPhone Duo nantinya memberikan tambahan momentum bagi bisnis Erajaya, produk tersebut datang ketika fundamental perusahaan sedang menunjukkan pertumbuhan, bukan ketika bisnis sedang mengalami kontraksi.

Saham ERAA Sudah Terbang 48%

Pergerakan sahamnya bahkan lebih agresif.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Pada perdagangan terakhir dalam data yang tersedia, ERAA naik 3,39% atau 20 poin menjadi Rp610 per saham.

Jika dihitung sejak awal 2026, saham ERAA telah melesat 48,06%, dari Rp412 pada 2 Januari menjadi Rp610.

Dalam 52 minggu terakhir, saham ERAA pernah menyentuh titik tertinggi Rp635 dan terendah Rp314.

Kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar Rp9,73 triliun, dengan price earning ratio (PER) 6,80 kali.

Kenaikan hampir 50% tersebut menjadi hal penting bagi investor. Sebab, semakin tinggi kenaikan yang sudah terjadi, semakin penting membedakan antara potensi katalis baru dengan ekspektasi yang mungkin sudah tercermin dalam harga saham.

Bukan ERAA Sendirian

Erajaya juga bukan satu-satunya pihak yang berpotensi menikmati kehadiran iPhone generasi baru.

Ekosistem penjualan resmi Apple di Indonesia turut melibatkan Global Digital Niaga (BELI) melalui Blibli dan hello Store serta Mitra Adiperkasa (MAPI) melalui Digimap.

Namun performa ketiga saham tersebut berbeda.

BELI masih mencatat rugi Rp711,35 miliar pada semester I-2026 meski kerugiannya menyusut 43,19%.

Pendapatannya tumbuh 54,64% menjadi Rp14,83 triliun, tetapi sahamnya masih turun 38,43% sejak awal tahun berdasarkan data yang tersedia.

Sementara MAPI mencetak laba bersih Rp1,5 triliun pada paruh pertama 2026, tumbuh 26,9%. Saham MAPI juga masih mencatat kenaikan 15,25% sejak awal tahun meskipun terkoreksi dalam sebulan terakhir.

Dibandingkan dua emiten tersebut, ERAA mencatat kenaikan saham paling agresif sepanjang tahun dalam data yang diberikan, bersamaan dengan pertumbuhan laba bersih hampir 38%.

iPhone Duo Jadi Bensin Baru ERAA?

Di sinilah iPhone Duo menjadi menarik untuk dicermati.

Apple kini tidak hanya membawa pembaruan tahunan melalui iPhone 18 Pro dan Pro Max.

iPhone Duo menciptakan kategori produk baru dengan harga mulai Rp35 juta di Amerika Serikat, sehingga berpotensi meningkatkan nilai transaksi di jaringan ritel jika mendapat respons positif dari konsumen.

Namun terlalu dini menyebut iPhone Duo pasti akan membuat saham ERAA kembali terbang.

Belum tersedia dalam data ini informasi mengenai target penjualan iPhone Duo di Indonesia, margin Erajaya dari produk tersebut ataupun seberapa besar kontribusi penjualan Apple terhadap laba ERAA.

Yang sudah terlihat justru dua fakta penting: bisnis ERAA sedang bertumbuh dan harga sahamnya sudah melesat 48,06% sejak awal tahun.

Karena itu, bagi investor, iPhone Duo lebih tepat dilihat sebagai potensi katalis tambahan, bukan satu-satunya alasan untuk mengoleksi ERAA.

Jika iPhone lipat pertama Apple mampu menciptakan gelombang permintaan baru ketika masuk Indonesia, iBox dan Erajaya berada di salah satu posisi strategis untuk menikmatinya.

Tetapi setelah saham ERAA terbang hampir 50% tahun ini, pertanyaan besarnya bukan lagi sekadar apakah iPhone Duo akan laris, melainkan seberapa besar penjualannya benar-benar mampu menambah pertumbuhan laba Erajaya.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU