Selular.ID -

Google Sindir Apple Telat Bikin iPhone Lipat: Masa Depan Muncul di Android

BACA JUGA

Selular.ID – Google menyindir Apple yang baru memasuki pasar ponsel lipat melalui iPhone Duo.

Presiden Ekosistem Android Google, Sameer Samat, menyebut berbagai inovasi smartphone masa depan biasanya terlihat lebih dahulu di ekosistem Android.

Apple meluncurkan iPhone Duo pada 9 September 2026 dengan desain lipat bergaya buku. Perangkat tersebut memiliki layar luar 5,4 inci dan layar utama 7,6 inci ketika dibuka.

Namun, Apple masuk jauh setelah produsen Android mengembangkan kategori tersebut.

Samsung, misalnya, telah memperkenalkan Galaxy Fold generasi pertama pada 2019 atau sekitar tujuh tahun sebelum iPhone Duo.

“Saya rasa sangat menyenangkan melihat makin banyak orang yang akhirnya menyadari, setelah sekian lama, bahwa pasar ponsel lipat adalah tempat yang tepat. Dan di Android-lah biasanya masa depan terlihat lebih dulu,” kata Samat.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Google: Apple Akhirnya Ikut Pasar Ponsel Lipat

Meski bernada menyindir, Samat melihat masuknya Apple justru menjadi kabar positif bagi industri smartphone lipat.

Menurutnya, kehadiran iPhone Duo membuktikan bentuk foldable yang selama bertahun-tahun dikembangkan produsen Android memiliki pasar.

Samat sendiri menggunakan Samsung Galaxy Z Fold 8 sebagai perangkat sehari-hari. Ia menilai format layar besar pada smartphone lipat membantu meningkatkan produktivitas.

“Fold 8 adalah perangkat yang luar biasa. Perangkat ini membantu saya menyelesaikan begitu banyak pekerjaan. Saya justru cukup sering memulai pekerjaan di perangkat itu, lalu pindah ke laptop,” ujarnya.

Baca juga:

Terlambat, iPhone Duo Bisa Langsung Nomor Dua

Meski baru masuk pada 2026, kekuatan ekosistem Apple membuat iPhone Duo berpotensi langsung menjadi pemain besar di pasar smartphone lipat.

Counterpoint Research memperkirakan Apple dapat menguasai sekitar 25 persen pasar ponsel lipat global pada 2026 dengan pengiriman sekitar 6 juta unit.

Jika proyeksi tersebut terealisasi, Apple langsung berada di posisi kedua. Samsung diperkirakan masih memimpin dengan pangsa 38 persen, sedangkan Huawei berada di posisi berikutnya dengan 22 persen.

Ancaman Apple bahkan diprediksi semakin besar pada 2027 dengan pangsa pasar smartphone lipat mencapai sekitar 40 persen.

Salah satu modal Apple adalah basis pengguna iPhone yang besar. Sebagian konsumen selama ini tertarik menggunakan smartphone lipat tetapi enggan berpindah ke Android karena sudah menggunakan berbagai perangkat dalam ekosistem Apple.

iPhone Duo Punya Senjata yang Jadi PR Android

Ada satu persoalan yang diakui Google masih menjadi pekerjaan rumah ponsel lipat Android, yakni optimalisasi aplikasi untuk layar besar.

Saat memperkenalkan iPhone Duo, Apple sudah memamerkan sejumlah aplikasi pihak ketiga yang dioptimalkan untuk format layar lipat, termasuk Netflix, Zoom dan Slack.

Slack menjadi salah satu contoh perbedaannya. Pada sejumlah perangkat Android foldable, antarmukanya masih menyerupai aplikasi smartphone biasa yang diperbesar untuk memenuhi layar.

Namun Samat justru melihat masuknya Apple dapat mempercepat pengembangan aplikasi foldable di kedua platform.

“Saya rasa, seiring bentuk ponsel ini makin populer, pengembang menyadari bahwa makin besar pula nilai untuk berinvestasi di sana,” katanya.

Google sendiri terus menyederhanakan perangkat pengembangan agar aplikasi lebih mudah diadaptasikan untuk layar lipat.

Sejumlah aplikasi sudah melakukannya. TikTok pada Galaxy Z Fold 8, misalnya, dapat menampilkan video di satu sisi layar dan kolom komentar di sisi lainnya. Gmail dan YouTube juga telah dioptimalkan untuk memanfaatkan layar besar.

Apple Bisa Bikin Ponsel Lipat Android Makin Laris

Menariknya, Google tidak melihat iPhone Duo semata-mata sebagai ancaman.

Masuknya Apple berpotensi meningkatkan kesadaran konsumen terhadap kategori foldable secara keseluruhan.

Efeknya, permintaan terhadap smartphone lipat Android juga berpeluang ikut terdongkrak.

“Saya rasa ini menunjukkan sesuatu yang sudah lama kami ketahui di ekosistem Android, yaitu bahwa pasar ponsel lipat, dan bentuk ponsel lipat itu sendiri, keren sekali,” ujar Samat.

Persaingan berikutnya pun tidak lagi sebatas siapa yang pertama membuat smartphone lipat.

Samsung dan produsen Android memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengembangkan hardware foldable, sedangkan Apple datang membawa kekuatan ekosistem dan dukungan aplikasi.

Samat menyambut persaingan tersebut dengan satu sindiran terakhir.

“Saya senang melihat makin banyak orang ikut meramaikan pesta yang kini jelas-jelas sedang berlangsung,” pungkasnya.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU