Selular.ID -

10 Orang Terkaya di Dunia Bulan September 2026, Sembilan Orang dari Industri Teknologi

BACA JUGA

Selular.ID – Daftar orang terkaya di dunia kembali didominasi pendiri dan pemimpin perusahaan teknologi.

Meski demikian, pengusaha dari sektor lain, termasuk ritel dan fesyen, masih mampu bertahan dalam jajaran 10 besar.

Berdasarkan data Forbes yang diperbarui pada 1 September 2026 pukul 12.45 eastern daylight time (EDT), Elon Musk masih menempati posisi pertama dengan kekayaan mencapai US$ 891,9 miliar atau sekitar Rp 16.054,2 triliun. Ia disusul Larry Page, Jeff Bezos, Sergey Brin, dan Michael Dell.

Besarnya kekayaan para miliarder tersebut tidak terlepas dari kepemilikan saham serta bisnis yang mereka bangun dan kembangkan.

Sektor yang menjadi sumber kekayaan mereka mencakup teknologi, kecerdasan buatan, semikonduktor, e-commerce, perangkat lunak, hingga industri fesyen.

Posisi teratas juga memperlihatkan besarnya pengaruh perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan, terhadap peningkatan nilai perusahaan dan kekayaan pribadi para pendirinya.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Daftar 10 orang Terkaya di Dunia Versi Forbes September 2026

Data Forbes menunjukkan adanya kesenjangan kekayaan yang sangat besar antara Elon Musk di posisi pertama dan Larry Page di peringkat kedua.

Kekayaan Musk bahkan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kekayaan Page.

Berikut ini daftar 10 orang terkaya di dunia berdasarkan data Forbes per Selasa (1/9/2026):

Baca juga:

1. Elon Musk – US$ 891,9 miliar atau Rp 16.054,2 triliun

Elon Musk, 55 tahun, berada di posisi pertama dalam daftar orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$ 891,9 miliar atau sekitar Rp 16.054,2 triliun per Selasa (1/9/2026).

Sebagian besar kekayaan Musk berasal dari kepemilikannya di SpaceX dan Tesla.

SpaceX menjadi bagian penting dalam portofolionya setelah perusahaan tersebut melantai di bursa.

Musk memiliki sekitar 38% SpaceX, termasuk opsi. Ia juga memiliki hampir 11% saham Tesla, tidak termasuk saham terbatas yang belum menjadi haknya dari penghargaan kinerja sebagai CEO pada 2018.

Jika seluruh saham tersebut diperoleh, kepemilikannya dapat bertambah sekitar 8% sebelum pajak.

Musk merupakan salah satu pendiri tujuh perusahaan, termasuk Tesla, SpaceX, dan perusahaan kecerdasan buatan xAI.

SpaceX yang didirikan pada 2002 juga mengakuisisi xAI pada Februari dalam kesepakatan yang membuat nilai gabungan kedua perusahaan mencapai US$ 1,25 triliun atau sekitar Rp 22.500 triliun.

Selain itu, Musk memiliki saham di perusahaan rintisan terowongan The Boring Company dan perusahaan teknologi implan otak Neuralink.

2. Larry Page – US$ 277,2 miliar atau Rp 4.989,6 triliun

Larry Page menempati posisi kedua dengan kekayaan US$ 277,2 miliar atau sekitar Rp 4.989,6 triliun.

Page merupakan salah satu pendiri Google bersama Sergey Brin. Keduanya mendirikan Google pada 1998 ketika masih menjadi mahasiswa doktoral di Stanford.

Bersama Brin, Page menciptakan algoritma PageRank yang kemudian menjadi bagian penting dalam sistem mesin pencari Google.

Page pernah menjabat sebagai CEO Google hingga 2001 sebelum posisi tersebut diambil alih Eric Schmidt.

Ia kembali menjadi CEO pada 2011 hingga 2015 dan kemudian memimpin perusahaan induk Google, Alphabet.

Page mengundurkan diri dari posisi CEO Alphabet pada 2019. Meski demikian, ia masih menjadi anggota dewan dan pemegang saham pengendali.

3. Jeff Bezos – US$ 267,6 miliar atau Rp 4.816,8 triliun

Pendiri Amazon, Jeff Bezos, berada di posisi ketiga dengan kekayaan US$ 267,6 miliar atau sekitar Rp 4.816,8 triliun.

Bezos mendirikan Amazon pada 1994 dari garasi rumahnya di Seattle.

Perusahaan yang awalnya berkembang sebagai bisnis e-commerce tersebut kemudian tumbuh menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia.

Pada 2021, Bezos mengundurkan diri dari posisi CEO Amazon dan menjadi executive chairman. Ia masih memiliki sekitar 8% saham perusahaan.

Bezos dan mantan istrinya, MacKenzie, bercerai pada 2019 setelah 25 tahun menikah.

Dalam proses perceraian tersebut, Bezos mengalihkan seperempat dari kepemilikan Amazon yang saat itu mencapai 16% kepada MacKenzie.

Di luar Amazon, Bezos memiliki The Washington Post dan Blue Origin, perusahaan kedirgantaraan yang mengembangkan roket. Ia juga melakukan penerbangan ke luar angkasa pada 2021 menggunakan salah satu roket tersebut.

Pada 2020, Bezos berkomitmen memberikan US$ 10 miliar atau sekitar Rp 180 triliun hingga 2030 melalui Bezos Earth Fund untuk mendukung berbagai upaya terkait iklim. Hingga kini, US$ 2 miliar atau sekitar Rp 36 triliun telah diberikan.

4. Sergey Brin – US$ 255,8 miliar atau Rp 4.604,4 triliun

Sergey Brin berada di urutan keempat dengan kekayaan mencapai US$ 255,8 miliar atau sekitar Rp 4.604,4 triliun.

Brin mendirikan Google bersama Larry Page pada 1998 setelah keduanya bertemu di Stanford University ketika menempuh pendidikan lanjutan di bidang ilmu komputer.

Google kemudian melantai di bursa pada 2004. Pada 2015, perusahaan tersebut mulai menggunakan struktur Alphabet sebagai perusahaan induknya.

Seperti Page, Brin mengundurkan diri dari posisi presiden Alphabet pada 2019. Ia tetap menjadi anggota dewan dan pemegang saham pengendali.

Brin juga dikenal melalui aktivitas filantropinya. Ia telah menyumbangkan lebih dari US$ 2 miliar atau sekitar Rp 36 triliun untuk penelitian parkinson.

Fokus kegiatan amalnya mencakup penyakit sistem saraf pusat dan perubahan iklim.

5. Michael Dell – US$ 240,6 miliar atau Rp 4.330,8 triliun

Michael Dell menempati peringkat kelima dengan kekayaan US$ 240,6 miliar atau sekitar Rp 4.330,8 triliun.

Dell merupakan chairman sekaligus CEO Dell Technologies.

Perusahaan tersebut terbentuk pada 2016 melalui merger senilai US$ 60 miliar atau sekitar Rp 1.080 triliun antara Dell dan perusahaan penyimpanan komputer EMC.

Sebelumnya, Dell dan perusahaan ekuitas swasta Silver Lake Partners membawa perusahaan tersebut menjadi perusahaan privat pada 2013.

Dell Technologies kemudian kembali ke pasar saham pada 2018 melalui restrukturisasi keuangan yang kompleks.

Sebagian besar kekayaan Dell juga berada dalam perusahaan investasi privat DFO Management.

Perusahaan tersebut memiliki investasi di sektor perhotelan dan kredit korporasi likuid.

Pada 2025, Michael Dell dan istrinya berkomitmen menyediakan US$ 6,25 miliar atau sekitar Rp 112,5 triliun untuk mengisi rekening investasi bagi 25 juta anak di Amerika Serikat, masing-masing sebesar US$ 250 atau sekitar Rp 4,5 juta.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU