Selular.ID -

10 Orang Terkaya di Dunia Bulan September 2026, Sembilan Orang dari Industri Teknologi

BACA JUGA

6. Mark Zuckerberg – US$ 196,6 miliar atau Rp 3.538,8 triliun

Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, berada di peringkat keenam dengan kekayaan US$ 196,6 miliar atau sekitar Rp 3.538,8 triliun per Selasa (1/9/2026).

Zuckerberg memulai Facebook pada 2004 ketika berusia 19 tahun.

Platform tersebut awalnya dibuat untuk mahasiswa agar dapat mencocokkan nama dengan foto teman sekelas.

Facebook kemudian melantai di bursa pada 2012. Zuckerberg kini memiliki sekitar 13 persen saham perusahaan.

Pada 2021, Facebook mengubah nama perusahaan menjadi Meta. Perubahan tersebut dilakukan untuk menggeser fokus perusahaan ke pengembangan metaverse.

Dalam bidang filantropi, Zuckerberg bersama istrinya, Priscilla Chan, pada 2015 berkomitmen untuk memberikan 99% kepemilikan saham Meta mereka sepanjang hidup.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

7. Larry Ellison – US$ 192,5 miliar atau Rp 3.465 triliun

Larry Ellison berada di posisi ketujuh dengan kekayaan US$ 192,5 miliar atau sekitar Rp 3.465 triliun.

Ellison merupakan salah satu pendiri Oracle dan kini menjabat sebagai chairman serta chief technology officer perusahaan tersebut.

Ia memiliki sekitar 40% saham Oracle. Setelah 37 tahun memimpin Oracle sebagai CEO, Ellison melepaskan jabatan tersebut pada 2014.

Pada September 2025, kekayaan Ellison sempat menembus US$ 400 miliar atau sekitar Rp 7.200 triliun dan menjadikannya orang kedua yang mencapai angka tersebut.

Lonjakan itu terjadi seiring kenaikan saham Oracle yang didorong perkembangan kecerdasan buatan.

Ellison juga memiliki hampir 50% perusahaan media Paramount Skydance.

Perusahaan tersebut terbentuk setelah merger Paramount dan Skydance yang memiliki nilai enterprise value hampir US$ 28 miliar atau sekitar Rp 504 triliun pada Agustus 2025.

Selain itu, Ellison pernah menjadi anggota dewan Tesla pada 2018 hingga 2022.

Ia juga membeli hampir seluruh wilayah Pulau Lanai di Hawaii pada 2012 dengan nilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 5,4 triliun.

8. Jensen Huang – US$ 190,6 miliar atau Rp 3.430,8 triliun

Jensen Huang, CEO dan presiden NVIDIA, menempati peringkat kedelapan dengan kekayaan US$ 190,6 miliar atau sekitar Rp 3.430,8 triliun.

Huang mendirikan NVIDIA pada 1993 dan sejak saat itu menjabat sebagai CEO sekaligus presiden perusahaan pembuat chip grafis tersebut.

Ia memiliki sekitar 3% saham NVIDIA. Perusahaan tersebut melantai di bursa pada 1999.

NVIDIA awalnya dikenal melalui pengembangan GPU yang dominan di industri gim komputer.

Namun, teknologi tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan kecerdasan buatan.

Di bawah kepemimpinan Huang, nilai pasar NVIDIA bahkan melampaui US$ 4 triliun atau sekitar Rp 72.000 triliun pada 2025. Huang juga aktif dalam bidang pendidikan.

Ia memberikan US$ 30 juta atau sekitar Rp 540 miliar kepada Stanford untuk membangun pusat teknik dan US$ 50 juta atau sekitar Rp 900 miliar kepada Oregon State University pada 2022 untuk pusat penelitian yang menggunakan namanya.

9. Steve Ballmer – US$ 155,3 miliar atau Rp 2.795,4 triliun

Mantan CEO Microsoft Steve Ballmer berada di peringkat kesembilan dengan kekayaan US$ 155,3 miliar atau sekitar Rp 2.795,4 triliun.

Ballmer bergabung dengan Microsoft pada 1980 sebagai karyawan ke-30. Ia kemudian memimpin perusahaan tersebut sebagai CEO pada 2000 hingga 2014.

Saat masih menjadi mahasiswa, Ballmer bertemu dengan salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, ketika keduanya menempuh pendidikan sarjana di Harvard.

Selama menjadi CEO, Ballmer memimpin Microsoft setelah periode jatuhnya gelembung dot-com dan ketika perusahaan berusaha mengejar Google dalam mesin pencari serta Apple dalam industri ponsel.

Pada 2014, tahun ketika pensiun dari Microsoft, Ballmer membeli klub NBA Los Angeles Clippers dengan harga US$ 2 miliar atau sekitar Rp 36 triliun.

Forbes kini menilai klub tersebut senilai US$ 7,5 miliar atau sekitar Rp 135 triliun.

Ia juga mengeluarkan US$ 2 miliar atau sekitar Rp 36 triliun untuk membangun stadion.

Ballmer memiliki sekitar 4% saham Microsoft ketika pensiun dan mempertahankan sebagian besar kepemilikannya.

Ia juga menyatakan dirinya sebagai pemegang saham individu terbesar Microsoft.

Sejak 2014, aktivitas filantropi Ballmer meningkat. Hingga kini, keluarga Ballmer telah memberikan lebih dari US$ 6,5 miliar atau sekitar Rp 117 triliun.

10. Amancio Ortega – US$ 148,2 miliar atau Rp 2.667,6 triliun

Amancio Ortega menjadi satu-satunya nama dari industri fesyen yang masuk dalam 10 besar orang terkaya di dunia.

Kekayaannya mencapai US$ 148,2 miliar atau sekitar Rp 2.667,6 triliun.

Ortega merupakan salah satu pendiri Inditex, perusahaan yang menaungi jaringan fesyen Zara.

Ia mendirikan perusahaan tersebut bersama mantan istrinya, Rosalia Mera, pada 1975.

Sebagai salah satu pelopor fast fashion, Ortega kini memiliki sekitar 60% saham Inditex yang tercatat di bursa Madrid.

Inditex menaungi tujuh merek, termasuk Zara, Massimo Dutti, dan Pull & Bear, dengan sekitar 5.000 toko di berbagai negara.

Pada 2022, putri Ortega, Marta Ortega Pérez, menjadi chairperson Inditex setelah sebelumnya bekerja selama 15 tahun di perusahaan tersebut.

Ortega juga memperoleh dividen lebih dari US$ 400 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun setiap tahun.

Dana tersebut terutama diinvestasikan kembali ke sektor properti di Eropa dan Amerika Utara.

Daftar 10 orang terkaya versi Forbes pada awal September 2026 memperlihatkan dominasi pengusaha dan pemimpin perusahaan teknologi.

Namun, data kekayaan tersebut merupakan nilai yang dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham dan valuasi perusahaan.

Oleh karena itu, posisi dalam daftar orang terkaya di dunia dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU