Selular.ID -

RAIA Grid Percaya Diri Kuasai Jalan Tol Digital Indonesia Lewat Jaringan AI Canggih

BACA JUGA

Selular.ID – RAIA Grid perusahaan kolaborasi Arsari Group dan Indosat Ooredoo Hutchison telah resmi beroperasi secara komersial sejak 7 Juli 2026.

Operasional ini ditandai dengan proses pengalihan aset jaringan fiber optik dari Indosat ke dalam pengawasan RAIA Grid.

Integrasi aset tersebut ditujukan untuk membangun fondasi jaringan yang mampu mengalirkan lalu lintas data berskala besar secara cepat dan stabil di seluruh wilayah Indonesia.

Hendri Mulya Syam, President Director RAIA Grid, menjelaskan bahwa RAIA Grid diposisikan sebagai digital superhighway atau jalan tol digital.

Jika jalan tol fisik memindahkan sarana transportasi darat, maka digital superhighway berfungsi memindahkan informasi dan data secara masif antar lokasi, mulai dari pusat data (data center) hingga pengguna akhir.

Untuk mendukung fungsi tersebut, RAIA Grid tidak hanya mengandalkan bentangan kabel serat optik fisik, melainkan mengintegrasikan platform digital berbasis AI ke dalam seluruh sistem operasionalnya.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Penggunaan platform cerdas ini mempermudah pengelolaan lalu lintas data, mempercepat transmisi informasi, serta menjaga keandalan konektivitas secara berkesinambungan,”ujar Hendry, di Jakarta, (26/08/26).

Hendri menyoroti pentingnya peran jaringan serat optik dalam ekosistem telekomunikasi modern.

Menurutnya, pertumbuhan sektor seluler membutuhkan dukungan jaringan darat (backhaul) yang kuat agar mampu mengalirkan trafik data berkapasitas tinggi.

Serat optik menjadi tulang punggung utama karena mampu memberikan kecepatan transfer tinggi dan latensi rendah yang tidak bisa dipenuhi sepenuhnya oleh frekuensi radio seluler.

Peluang Penetrasi Pasar FTTH dan Konektivitas Pusat Data
Pengembangan jaringan serat optik oleh RAIA Grid juga dipicu oleh masih besarnya potensi pasar Fiber-to-the-Home (FTTH) di Indonesia.

Saat ini, tingkat penetrasi FTTH atau pemanfaatan internet kabel rumah tangga di Indonesia baru mencapai sekitar 20 persen.

Kondisi ini menunjukkan tingginya ruang pertumbuhan bagi penyedia layanan konektivitas broadband berbasis serat optik di masa mendatang.

Aktivitas masyarakat sehari-hari juga mendorong peningkatan kebutuhan internet berbasis kabel.

Pengguna jaringan seluler saat berada di luar rumah umumnya beralih menggunakan koneksi Wi-Fi berbasis serat optik saat berada di dalam kantor maupun hunian.

“Pola konsumsi data tersebut menjadikan infrastruktur serat optik sebagai kebutuhan krusial bagi konektivitas perorangan maupun industri,”terang Hendry.

Selain melayani segmen FTTH dan menopang pemancar jaringan seluler 5G, digital superhighway milik RAIA Grid difungsikan untuk menghubungkan komunikasi antar pusat data (data center-to-data center).

Baca Juga:Cloudera dan NVIDIA Percepat Apache Spark dengan GPU

Melalui model bisnis open-access, infrastruktur ini siap disewakan dan dimanfaatkan oleh berbagai operator telekomunikasi, penyedia layanan awan (cloud), hingga perusahaan skala besar untuk mempercepat transformasi digital secara merata.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU