Selular.ID – Perkembangan mobil pabrikan China begitu cepat dan mengalahkan para pesaingnya, baik dari negara tetangganya seperti Jepang dan Korea Selatan.
Pengamat sekaligus akademisi ITB, Yannes Martinus Pasaribu mengatakan kunci dari semakin maraknya mobil China di pasar global termasuk Indonesia karena agresivitas Riset and Development (R&D)
“Agresivitas R&D yang sangat cepat dan advance pabrikan China memang menjadi tekanan serius bagi semua merek kendaraan yang masuk Indonesia,” ujar Yannes kepada Selular, (31/7/2026).
“Jadi hampir semua merek produk dari negara lain terkena dampak dan tidak hanya berlaku bagi merek Jepang saja,” sambungnya.
Baca juga:
- Perang Mobil Listrik di GIIAS 2026, Sejumlah Vendor Fokus Hal Ini
- Pengamat Sebut Tantangan Utama Autonomous Drive AI Diterapkan di Indonesia
Dari perkembangan R&D tersebut, bisa kita lihat bagaimana mobil asal China menawarkan sejumlah keunggulan.
Di antaranya, desain yang lebih futuristik, fitur teknologi yang makin canggih.
“Mereka masuk bukan hanya membawa EV dengan harga kompetitif, tetapi juga menawarkan desain yang lebih futuristik,” jelas Yannes.
“Fitur semakin banyak dan canggih dengan harga kompetitif selain layar besar, konektivitas, ADAS, AI, dan pembaruan perangkat lunak sebagai paket standar,” lanjutnya.
Merek Jepang Makin Terdesak
Keunggulan ini didukung oleh integrasi baterai, elektronik, dan software yang membuat biaya produksi bisa ditekan.
Menurut Yannes, R&D yang China kembangkan adalah yang termaju di dunia saat ini dan mengungguli tetangganya seperti Korea Selatan bahkan Jepang.
Sementara itu, banyak merek Eropa dan Jepang masih harus menjaga bisnis kendaraan konvensional, jaringan dealer, serta model-model yang selama ini menjadi sumber keuntungan utamanya.
“Intinya, mereka (vendor Jepang dan Eropa) terlalu lama berada di comfort zone. Otomatis China semakin meninggalkan semua merek,” jelasnya.
Jepang yang masih memiliki kekuatan besar pada keandalan, layanan purnajual, pembiayaan, jaringan dealer, dan nilai jual kembali semakin terdesak, terbukti semakin banyak dealer mobil Jepang yang berpindah jadi dealer mobil China.
“Jadi persaingannya bukan sekadar teknologi lama melawan teknologi baru,” ungkapnya.
“Pemenangnya adalah merek yang mampu menggabungkan fitur pintar dengan kualitas produk, layanan, dan kepercayaan jangka panjang dan China sangat serius untuk mengambil alih posisi tersebut di level global,” tandasnya.


