Selular.ID – Produsen otomotif alias mobil asal China kini makin serius masuk ke bisnis robot humanoid.
Salah satu taruhan terbesar datang dari Xpeng yang baru menggalang lebih dari 900 juta dolar AS untuk unit robotikanya.
TechCrunch melaporkan, pendanaan itu menempatkan valuasi unit robotika Xpeng di atas 6,3 miliar dolar AS setelah pendanaan, seperti yang Selular kutip, Senin (31/8/2026).
Putaran tersebut dipimpin IDG Capital dan diikuti Gaorong Ventures, Tencent, serta Alibaba.
Xpeng menyebutnya sebagai pendanaan swasta satu putaran terbesar yang pernah tercatat di industri embodied AI China.
Baca juga:
- Xiaomi Siapkan Chip Xring D100 3nm untuk Mobil pada 2027
- Nvidia Bakal Buat Robot AI Humanoid yang Lebih Aman untuk Manusia
Embodied AI adalah sistem kecerdasan buatan yang ditanamkan langsung ke mesin fisik, termasuk robot.
Xpeng bukan satu-satunya produsen mobil China yang masuk ke bisnis ini.
AiMOGA, unit robotika Chery Automobile, dilaporkan mulai mempersiapkan penawaran umum perdana saham atau IPO.
BYD juga memperkenalkan robot humanoid Xiao Di.
Changan, GAC, Li Auto, SAIC, dan Seres ikut mengembangkan robot humanoid.
Michael Dunne, CEO Dunne Insights, menilai Xpeng sebagai produsen mobil China yang paling dekat mengikuti langkah Tesla dalam teknologi otonom dan robot humanoid.
“Xpeng paling fokus pada teknologi otonom dan menjadi yang pertama berkomitmen besar pada robot humanoid,” kata Dunne kepada TechCrunch.
Menurut dia, pendiri Xpeng He Xiaopeng melihat margin keuntungan dari bisnis mobil akan sangat tipis dalam waktu dekat.
“Robot terlihat jauh lebih menjanjikan,” katanya. Taruhan itu juga melibatkan dana pribadi.
Pendanaan Besar
Menurut Wall Street Journal, He Xiaopeng dan Presiden Bersama Xpeng Brian Gu menanamkan sekitar 100 juta dolar AS dalam putaran pendanaan terbaru.
Xpeng mengandalkan Iron, robot humanoid dengan bentuk tubuh realistis menyerupai manusia yang dirancang untuk penggunaan komersial.
Produsen mobil China seperti Xpeng juga dinilai punya keunggulan dari sisi manufaktur.
“Mereka punya semua perangkat keras untuk menyelesaikan pekerjaan,” kata Dunne.
Namun, tantangannya berada pada teknologi AI.
“Pertanyaannya adalah apakah mereka bisa mengejar Tesla di sisi AI,” ujarnya.
Kemampuan fisik robot juga terus berkembang. Para peneliti menilai teknik AI di balik model bahasa besar dapat membantu robot kompleks mempelajari berbagai tugas.
Persaingan Tak Hanya dari China
Persaingan pembuatan robot humanoid ini tidak hanya datang dari China.
Agility Robotics, Apptronik, dan Figure juga mengejar penggunaan robot humanoid secara komersial dalam skala besar.
Boston Dynamics milik Hyundai juga semakin dekat dengan penggunaan robot humanoid secara komersial.
Hyundai berencana membawa robot Atlas ke pabriknya di Georgia, Amerika Serikat, tahun ini.
Robot tersebut kemudian ditargetkan mengerjakan tugas seperti pengurutan komponen pada 2028.
Hyundai juga bekerja sama dengan laboratorium riset AI Google DeepMind untuk mempercepat pengembangan Atlas.
Perusahaan akan membuka Robot Metaplant Application Center di AS tahun ini.
Fasilitas tersebut akan melatih robot untuk memetakan gerakan seperti mengangkat dan berbelok.
Pemain otomotif lain juga ikut masuk.
Mobileye pada awal tahun ini mengakuisisi perusahaan rintisan robot humanoid Mentee Robotics senilai 900 juta dolar AS.
Rivian juga mencoba bidang robot melalui perusahaan hasil pemisahan Mind Robotics.
Namun, robot yang dikembangkan diperkirakan tidak akan memiliki bentuk seperti robot humanoid yang dikembangkan banyak perusahaan lain.


