Selular.ID – Realme Indonesia memasarkan Realme C85 dan Realme C85 Pro sebagai smartphone entry-level hingga mid-range dengan dukungan penuh fitur kecerdasan buatan (AI), mulai dari sektor kamera, konektivitas, hingga efisiensi baterai.
Kedua model ini turut menyandang status sebagai smartphone pertama di dunia dengan rating ketahanan IP69 Pro, gabungan dari empat standar ketahanan air dan debu sekaligus, yakni IP66, IP68, IP69, dan IP69K.
Rating IP69 Pro pada kedua perangkat memungkinkan bodi bertahan terhadap 36 jenis cairan dengan suhu hingga 100 derajat Celsius, hasil kombinasi sertifikasi IP66 (tahan debu dan semburan air bertekanan),
IP68 (tahan perendaman), IP69 (tahan air bertekanan tinggi dan suhu panas), serta IP69K (standar ketahanan industri). Bodi keduanya juga telah lolos sertifikasi standar militer MIL-STD-810H untuk ketahanan terhadap benturan dan guncangan.
Realme C85 dibanderol mulai Rp2.699.000 untuk varian RAM 6GB+12GB (dinamis) dengan memori internal 128GB, dan Rp2.999.000 untuk varian RAM 8GB+16GB dengan memori 256GB.
Sementara itu, Realme C85 Pro sebagai varian tertinggi dipasarkan mulai Rp2.999.000 untuk kombinasi RAM 8GB+16GB dan memori 128GB, hingga Rp3.299.000 untuk memori 256GB.
Desain: Finishing Matte Anti Sidik Jari dengan Pulse Light
Dari sisi desain, Realme C85 series mengusung bagian belakang dengan finishing matte bertekstur bulu halus yang diklaim tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari, dilengkapi cincin Pulse Light sebagai indikator notifikasi.
Perbedaan utama kedua model terletak pada panel layar: Realme C85 menggunakan panel IPS LCD 6,8 inci dengan refresh rate 144Hz dan tingkat kecerahan hingga 1.200 nits.
Sementara Realme C85 Pro membawa panel AMOLED 6,8 inci dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan signifikan lebih tinggi, mencapai 4.000 nits, ditambah teknologi Wet & Oil Touch agar layar tetap responsif saat jari pengguna basah atau berminyak.
Kamera: Sensor Utama AI 50MP dengan AI Edit Genie dan AI Eraser
Kedua model membawa kamera utama beresolusi 50MP yang dilengkapi rangkaian fitur berbasis AI. AI Edit Genie memungkinkan proses penyuntingan foto melalui perintah suara, sementara AI Eraser digunakan untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dari hasil jepretan, misalnya orang yang tidak sengaja terekam di latar belakang.
Fitur AI Ultra Clarity berfungsi mempertajam detail foto terutama dalam kondisi minim cahaya, sedangkan AI Unblur ditujukan untuk memperbaiki hasil foto yang buram akibat guncangan saat pengambilan gambar.
Selain fitur pengolahan gambar, Realme turut menyematkan AI Netpilot yang diklaim mampu meningkatkan kekuatan sinyal hingga sekitar 200 persen di lokasi dengan jaringan lemah, serta AI Outdoor Mode dan AI Brightness Boost yang menjaga kecerahan layar dan kejelasan panggilan saat digunakan di luar ruangan.
Pada varian Realme C85 reguler, tersedia tambahan fitur AI Power Saving yang diklaim mampu menghadirkan tambahan daya setara 400mAh pada setiap siklus pengisian penuh.
Chipset dan Baterai: Snapdragon 685 dengan Baterai Titan 7.000mAh
Realme C85 dan Realme C85 Pro sama-sama mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 685 pada varian jaringan 4G, sementara Realme C85 versi 5G menggunakan chipset MediaTek Dimensity 6300.
Kedua model menjalankan sistem operasi Android 15 dengan antarmuka Realme UI 6.0, dipadukan fitur Dynamic RAM Expansion yang memungkinkan RAM fisik diperluas secara virtual.
Dari sisi daya tahan, Realme C85 series dibekali baterai Titan Battery berkapasitas 7.000mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W SUPERVOOC yang diklaim mampu mengisi daya dari 0 hingga 50 persen dalam waktu singkat, serta fitur reverse charging 10W yang memungkinkan perangkat berfungsi sebagai power bank darurat bagi perangkat lain.
Kedua model juga sudah mendukung NFC untuk kebutuhan transaksi nontunai dan pembacaan kartu elektronik.
Kehadiran Realme C85 series melengkapi portofolio Realme di segmen menengah yang kini semakin banyak mengintegrasikan fitur AI pada kamera dan manajemen sistem, sejalan dengan tren adopsi teknologi kecerdasan buatan di kelas smartphone terjangkau.
Ketersediaan pembaruan perangkat lunak berkelanjutan berbasis Realme UI turut menjadi faktor yang menentukan daya tahan fitur AI pada kedua perangkat ini di masa mendatang.


